Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Strategi Pengembangan Rantai Nilai Agribisnis Kelapa Meningkatkan Nilai Tambah dan Kemandirian Pangan di Bireuen Desparita, Naya; Elfira; Muhammad Baidhawi; Syahirman Hakim
JURNAL AGRICA Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v18i2.16216

Abstract

This study discusses the potential and strategies for coconut agribusiness development in Bireuen Regency, supported by agroclimatological conditions, land use, and traditional cultivation traditions. There are four main sub-districts that are production centers with abundant coconut populations: Peusangan, Juli, Jeumpa, and Simpang Mamplam. The results show that coconut agribusiness development involves aspects of production, processing, marketing, infrastructure, human resources, technology and innovation, and policy. Through AHP analysis, the production aspect has the highest weight (27.4%), while the human resources aspect has the lowest weight (1.78%). The main actors involved are farmers (weight 0.503), followed by the processing industry (0.201), collecting agents (0.195), and government institutions (0.101). The prioritized strategic objectives are increasing added value (0.453), increasing farmer income (0.364), and food independence (0.183). The results of this study have very important implications for policy making in coconut agribusiness practices in Bireuen Regency, this is indicated by the research findings that human resources have a low weight so that increasing the capacity of farmer skills needs to be done through workshops on diversification of derivative products to innovate to meet market needs. The main roles in the coconut value chain are farmers and processing industries, a strategy is needed in developing the coconut value chain in a sustainable manner so that it can increase added value and farmer welfare in supporting food independence in Bireuen Regency.
PELATIHAN PEMBUATAN MOL NENAS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG DAUN BAGI MASYARAKAT DESA PANTE CUT KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Desparita, Naya; Elfiana, Elfiana; Nursayuti, Nursayuti; Elfira, Elfira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26423

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pelatihan pembuatan mol nenas untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivias tanaman bawang daun bagi masyarakat Desa Pante Cut Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta ketrampilan masyarakat dalam mengolah bahan hasil pertanian menjadi sumber nutrisi yang baik bagi tanaman bawang merah. Pelaksanan Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melakukan demontrasi pembuatan Mol nenas yang langsung dipratekkan secara lanngsung. Adapun demontrasi pembuatan Mol Nenas yaitu dengan melakukan pemisahan buah nenas dari kulitnya kemudian dipotong dan dicacah untuk mempermudah fermentasinya, lalu dimasukkan cacahan buah nenas kedalam ember yang diikuti dengan penambahan molases yang merupakan limbah dari air gula, bakteri lactobasilus yang terbuat dari nasi difermentasi dan air untuk melarutkan campuran Mol nenas dan diaduk hingga rata. Kemudian campuran bahan pembuatan Mol Nenas tersebut ditutup. Setelah ember ditutup rapat pada bagian atas ember dilubangi dan dipasang selang dimana bagian satu selang dimasukkan kedalam ember berisi Mol dan satunya dimasukkan kewadah berisi air mineral dengan tujuan agar gas yang dihasilkan dari proses fermentasi Mol Nenas dapat dikeluarkan melalui selang, 7 hari setelahnya Mol sudah dapat digunakan. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian Kepada Masyarakat yaitu pelatihan pembuatan Mol Nenas di Desa Pante Cut dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa sudah mempunyai wawasan dan pengetahuan baru dalam mengolah hasil pertanian secara berkelanjutan dengan mengolah produk hasil pertanian dengan penerapan Ipteks Tepat guna yang selanjutnya dapat diaplikasikan oleh masyarakat desa pada tanaman bawang merah untuk menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas yang maksimal.
Analisis Pendapatan Usaha Tani Garam Di Desa Bluka Teubai Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Elfira Elfira; Naya Desparita; Lidya Abidin
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.3013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan usaha tani garam yang dikelola di Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian yang digaunakan yaitu metode kuantitatif dengan menganalisis data secara menyeleuruh meliputi analisis kelayakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek finansial, teknis, serta pasar, termasuk perhitungan biaya produksi, pendapatan, keuntungan, dan nilai investasi yang dibutuhkan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha, observasi di lapangan, dan analisis laporan keuangan sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tambak garam ini memiliki potensi pendapatan sebesar adalah Rp. 12.800.000/bulan atau Rp. 153.600.000/tahun dan hasil perhitungan B/C Ratio sebesar 0,36, yang berarti bahwa nilai B/C Ratio > 0, sehingga usahatani garam Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara layak diusahakan dan dikembangkan.