Articles
KAJIAN STRATEGI PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN PADA RANTAI PASOK KOPI DITINJAU DARI ASPEK NILAI TAMBAH DAN SUSUT PASCA PANEN
Baihaqi Baihaqi;
Naya Desparita;
Diah Fridayati;
Ajmir Akmal;
Syahirman Hakim
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/jtpp.v4i1.5683
Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor non migas dan andalan produk perkebunan yang memberi kontribusi dalam perekonomian Indonesia, yaitu sebagai penghasil devisa, sumber pendapatan petani penghasil bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja dan pengembangan wilayah. Dalam lima tahun terakhir, data sama menempatkan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brazil dan Vietnam. Terjadinya permintaan pasar kopi dunia telah memberikan tekanan kepada para importir dan pedagang besar untuk segera memberikan tanggapan terhadap tuntutan citarasa dan tuntutan konsumen lainnya. Hal ini membuka peluang bagi para produsen di Negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, untuk mengisi ceruk pasar (niche market) kopi spesialti yang menawarkan harga lebih mahal dibanding dengan kopi komersial biasa. Untuk memberikan jaminan bahwa pembeli akan menerima produk yang memiliki mutu sesuai dengan yang dikehendaki serta petani menerima pembagian laba yang layak, maka melalui pendekatan manajemen rantai pasok (supply chain management) dengan penerapan metode penanganan pascapanen yang baik dan benar tersebut akan mampu menghasilkan nilai tambah yang optimal. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa fermentasi pada tahap pengolahan kopi dapat memberikan mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan “mild” pada citarasa seduhan kopi dan juga merupakan tahapan penting untuk meningkatkan persaingan global dengan menghasilkan produk biji yang berkualitas tinggi. Penyimpanan sebaiknya dilakukan pada kondisi ruang penyimpanan yang sejuk (suhu 27°C). Penyimpanan biji kopi dalam karung dapat dilakukan dengan menumpuk/menyusun karung di atas rak-rak kayu yang diberi jarak dengan dinding. Kadar air biji penyimpanan adalah <13%
KAJIAN STRATEGI PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN PADA RANTAI PASOK KOPI DITINJAU DARI ASPEK NILAI TAMBAH DAN SUSUT PASCA PANEN
Baihaqi Baihaqi;
Naya Desparita;
Diah Fridayati;
Ajmir Akmal;
Syahirman Hakim
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/jtpp.v4i1.5683
Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor non migas dan andalan produk perkebunan yang memberi kontribusi dalam perekonomian Indonesia, yaitu sebagai penghasil devisa, sumber pendapatan petani penghasil bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja dan pengembangan wilayah. Dalam lima tahun terakhir, data sama menempatkan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brazil dan Vietnam. Terjadinya permintaan pasar kopi dunia telah memberikan tekanan kepada para importir dan pedagang besar untuk segera memberikan tanggapan terhadap tuntutan citarasa dan tuntutan konsumen lainnya. Hal ini membuka peluang bagi para produsen di Negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, untuk mengisi ceruk pasar (niche market) kopi spesialti yang menawarkan harga lebih mahal dibanding dengan kopi komersial biasa. Untuk memberikan jaminan bahwa pembeli akan menerima produk yang memiliki mutu sesuai dengan yang dikehendaki serta petani menerima pembagian laba yang layak, maka melalui pendekatan manajemen rantai pasok (supply chain management) dengan penerapan metode penanganan pascapanen yang baik dan benar tersebut akan mampu menghasilkan nilai tambah yang optimal. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa fermentasi pada tahap pengolahan kopi dapat memberikan mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan “mild” pada citarasa seduhan kopi dan juga merupakan tahapan penting untuk meningkatkan persaingan global dengan menghasilkan produk biji yang berkualitas tinggi. Penyimpanan sebaiknya dilakukan pada kondisi ruang penyimpanan yang sejuk (suhu 27°C). Penyimpanan biji kopi dalam karung dapat dilakukan dengan menumpuk/menyusun karung di atas rak-rak kayu yang diberi jarak dengan dinding. Kadar air biji penyimpanan adalah <13%
MANAJEMEN RANTAI PASOK GARAM DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH
Naya Desparita;
Elfiana Elfiana;
Nursayuti Nursayuti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 6, No 2 (2022): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/ags.v6i2.2963
Garam merupakan suatu jenis produk yang digunakan sebagai penambah rasa pada makanan dan minuman, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga menunjang kebutuhan pemenuhan bahan baku garam menjadi salah satu penyebab berkurang atau bertambahnya stok garam yang diproduksi, hal ini dikarenakan harga bahan baku bibit garam fluktuatif, faktor iklim juga berpengaruh pada proses produksi garam. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengidentifikasi aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi pada rantai pasok garam di Kabupaten Bireuen. Dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif yaitu membagi SCOR pada beberapa tahapan terdiri Plan (proses perencanaan), Source (pengadaan), Make (proses produksi), dan Deliver (proses pengiriman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani garam di Kabupaten Bireuen melakukan proses produksi garam dengan menggunakan bibit garam dari madura dengan teknik perebusan dan penguapan hingga jadi garam mampu mengahasilkan produksi mencapai 120 kg s/d 160/kg, dengan harga jual berkisar pada harga Rp 4.000-4.500/ kg. Bahan baku utama dalam pembuatan garam dapur di Desa tanoeh Anoe yaitu bibit garam madura yang dibeli pada agen di Medan, petani garam membeli garam dengan harga mencapai 150 kg/ zak hingga 180kg/zak. Desa Tanoeh Anoe memiliki 40 gubuk petani garam yang tersebar disepanjang jalan lintas Kecamatan Jangka, pada setiap gubuk mampu menghasilkan 180 kg / harinya dan 5.400 kg/ bulannya, aliran rantai pasok sudah baik tidak mengalami kendala yang urgent, hanya aliran informasi yang relatif berubah yaitu informasi ketersediaan stok sehingga agen yang ingin membeli garam melebihi kapasitas pesanan tidak memperoleh stok dan mengalihkan pembelian keprodusen lainnya.
Analisis dampak Covid-19 terhadap kondisi ekonomi makro dan sosial di Aceh
Naya Desparita;
Naziratil Husna;
Elfiana Elfiana
Jurnal Sains Pertanian Vol 5 No 2: Juni 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.956 KB)
|
DOI: 10.51179/jsp.v4i2.1685
Tahun 2020 tepatnya bulan maret awal mula nya virus covid -19 terjangkit di Indonesia dan menyebar hingga ke Provinsi Aceh, dampak COVID-19 sangat terasa di Aceh khusunya para pekerja harian dan pedagang yang mengalami dampak langsung akibat COVID-19 sehingga mengakibatkan kondisi ekonomi secara makro dan sosial di Aceh terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekonomi secara makro dan sosial di Aceh yang disebabkan oleh virus COVID-19. Penelitian ini mengkaji indeks harga konsumen, nilai tukar petani, ekspor dan impor, transportasi udara dan laut, wisatawan mancanegara, dan tingkat persentase peminat hotel dan penginapan. Terjangkitnya virus COVID-19 di Aceh mengakibatkan beberapa sektor menurun baik dari segi pendapat maupun peminatnya seperti transportasi udara dan laut selama pandemi COVID-19 mengalami penurunan penumpang dikarenakan pada awal tahun 2020 Aceh menerapkan pembatasan wilayah sehingga pendatang dari luar tidak bisa masuk ke Aceh, hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak sosial peningkatan angka tersuspek virus COVID-19. Di akhir tahun 2021 nilai tukar petani mengalami peningkatan pada bulan Agustus ke September sebesar 0,90% namum secara garis besar Aceh mengalami deflasi mencapai 0,20 % dan secara nasional 0,40 % sedangkan salah satu Kabupaten di Aceh mengalami inflasi yang sangat tinggi yaitu Kabupaten Lhokseumawe mencapai 2,53 %. Hal ini menggambarkan bahwa kondisi ekonomi secara makro dan sosial di Aceh tidak stabil sehingga mengharuskan Aceh untuk lebih siap menghadapi pandemi COVID-19 sehingga kondisi ekonomi dan sosial dapat teratasi dengan baik. Kata Kunci: Dampak, COVID-19, Ekonomi Makro, Sosial
Analisis usaha ternak ayam kingkong potong di Desa Pulo Reudeup Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen (Studi Kasus: Peternakan Bapak Samidan)
Yusmaida Yusmaida;
T M Nur;
Naya Desparita
Jurnal Sains Pertanian Vol 7 No 1: Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.009 KB)
|
DOI: 10.51179/jsp.v7i1.1762
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan dan menganalisis kelayakan usaha peternakan ayam kingkong potong di Pulo Reudeup. Berdasarkan hasil penelitian pada usaha ayam Kingkong pada Usaha ayam Kingkong milik Bapak Samidan di Desa Pulo Reudeup Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Penulis menarik beberapa kesimpulan bahwa dari hasil analisa data, didapatkan bahwa keuntungan yang diperoleh pada usaha ayam Kingkong milik Bapak Samidan di Desa Pulo Reudeup Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen sebesar Rp.15.502.333/tahun dengan total biaya yang dikeluarkan sejumlah Rp.668.497.667/tahun. Berdasarkan perhitungan prospek pengembangan (B/C), yaitu perbandingan total Keuntungan dengan total biaya produksi yang lebih besar dari satu, yaitu memiliki angka perbandingan 0,02, atau 0,02 > 0, maka dapat disimpulkan bahwa usaha ayam Kingkong milik Bapak Samidan di Desa Pulo Reudeup Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen dapat dikatakan layak untuk diusahakan.
MANAJEMEN RANTAI PASOK TAUGE DI PASAR KUTABLANG KABUPATEN BIREUEN
naya desparita;
Elfiana Elfiana
Jurnal Bisnis Tani Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Bisnis Tani Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/jbt.v9i1.7251
Rantai pasok merupakan semua kegiatan yang terkait dengan arus dan transportasi barang hingga sampai pengguna akhir, serta seluruh arus informasi terkait, atau jalan penciptaan nilai dari produsen dasar ke konsumen, termasuk semua transportasi dan layanan logistik yang terhubung di dalamnya. Dalam konteks manajemen rantai pasok pengukuran tidak hanya melibatkan proses internal pelaku bisnis, tetapi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen rantai pasok tauge di Pasar Kutablang Kabupaten Bireuen. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis desktiptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada usaha tauge milik bapak Muzakkir di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen diperoleh bahwa rantai pasok tauge pada usaha bapak Muzakkir di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen meliputi beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pengadaan bahan baku, produksi, pengelolaan tenaga kerja, dan distribusi. Perencanaan yang dilakukan oleh pemilik usaha tauge di Desa Meunasah Timu meliputi ; a) Jumlah Bahan Baku, b) Jumlah Produk yang akan diproduksi/ kebutuhan pasar, 3) Penggunaan tenaga kerja yang ideal dengan kebutuhan, dan 4) Aspek Pemasaran. Jumlah produk tauge yang diproduksi pada usaha bapak Muzakkir di Desa Meunasah Timu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen adalah 396 kg/hari. Jumlah tersebut dihasilkan dari 66 kg bahan baku kacang hijau.
PENYULUHAN PENGGUNAAN PUPUK UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA BLANG MANE KECAMATAN PEUSANGAN SELATAN KABUPATEN BIREUEN
Naya Desparita;
Elfiana Elfiana;
Aswin Nasution;
Nursayuti Nursayuti;
Rita Ariani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21629
Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Blang Mane Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen. Pembangunan sektor pertanian dan perkebunan secara luas, diarahkan untuk mewujudkan pertanian dan perkebunan tangguh yang mempunyai arti bahwa pertanian dan perkebunan komersial yang efisien, yang berbasis pada pengetahuan dan teknologi. Penyuluhan strategi pemupukan yang tepat pada tanaman kelapa sawit dibutuhkan oleh masyarakat desa dengan bantuan oleh pihak akademisi dalam menyampaikan penyuluhan penggunaan pupuk tanaman kelapa sawit. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang penggunaan pupuk pada tanaman kelapa sawit dan juga meningkatkan ketrampilan petani kelapa sawit dalam implementasi penggunaan pupuk tepat guna dengan dosis yang tepat. Searah dengan hasil penyuluhan diketahui bahwa pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan pupuk yang tepat sudah meningkat dilihat dari hasil praktek langsung yang dilakukan pada hari penyuluhan, sebelum peyuluhan masyarakat belum mengetahui bagaimana cara pemupukan yang tepat, namun demikian setelah dilakukan penyuluhan oleh pihak dosen terdapat penambahan peningkatan pengetahun yang diperoleh dan nantinya secara mandiri diterapkan oleh masyarakat Desa Blang Mane.
PELATIHAN HIDROPONIK SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIC (NFT) SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN BAGI MASYARAKAT KEUDE MATANGGLUMPANG DUA, KECAMATAN PEUSANGAN, KABUPATEN BIREUEN, PROVINSI ACEH
Nursayuti Nursayuti;
Elfiana Elfiana;
Naya Desparita;
Bagio Bagio;
Zulkarnain Zulkarnain
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21630
Tren bercocok tanam dengan sistem hidroponik sudah mulai disenangi dan diminati masyarakat khususnya di daerah perkotaan. Keude Matangglumpang dua merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Sebagai pusat perkotaan dengan berbagai bangunan, disesaki dengan berbagai gedung lainnnya menjadikan notabane warga memiliki tanah yang sempit, kondisi tanah yang kritis. maka hal tersebut dibutuhkan solusi agar warga kota dapat bercocok tanam, dan ketahanan pangan. Hidroponik adalah suatu budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa memakai tanah dan menekankan penambahan kebutuhan nutrisi untuk tanaman. Metodologi yang dilakukan adalah : (1) Pertemuan tatap muka untuk memberikan teori (2) Praktek langsung. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa memberikan dampak posistif terhadap pemberdayaan masyarakat Keude matangglumpang dua karena peserta pelatihan mendapatkan keterampilan dan pemahaman baru terkait budidaya hidroponik NFT, mengetahui cara pemanfaatan lahan yang sempit, persemaian benih dan cara melarutkan nutrisi Kegiatan pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengingat akses dan pengetahuan untuk meningkatkan soft skill mereka selama ini masih terbatas.
MANAJEMEN RANTAI PASOK GARAM DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH
Desparita, Naya;
Elfiana, Elfiana;
Nursayuti, Nursayuti
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 6 No 2 (2022): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/ags.v6i2.2963
Garam merupakan suatu jenis produk yang digunakan sebagai penambah rasa pada makanan dan minuman, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga menunjang kebutuhan pemenuhan bahan baku garam menjadi salah satu penyebab berkurang atau bertambahnya stok garam yang diproduksi, hal ini dikarenakan harga bahan baku bibit garam fluktuatif, faktor iklim juga berpengaruh pada proses produksi garam. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengidentifikasi aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi pada rantai pasok garam di Kabupaten Bireuen. Dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif yaitu membagi SCOR pada beberapa tahapan terdiri Plan (proses perencanaan), Source (pengadaan), Make (proses produksi), dan Deliver (proses pengiriman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani garam di Kabupaten Bireuen melakukan proses produksi garam dengan menggunakan bibit garam dari madura dengan teknik perebusan dan penguapan hingga jadi garam mampu mengahasilkan produksi mencapai 120 kg s/d 160/kg, dengan harga jual berkisar pada harga Rp 4.000-4.500/ kg. Bahan baku utama dalam pembuatan garam dapur di Desa tanoeh Anoe yaitu bibit garam madura yang dibeli pada agen di Medan, petani garam membeli garam dengan harga mencapai 150 kg/ zak hingga 180kg/zak. Desa Tanoeh Anoe memiliki 40 gubuk petani garam yang tersebar disepanjang jalan lintas Kecamatan Jangka, pada setiap gubuk mampu menghasilkan 180 kg / harinya dan 5.400 kg/ bulannya, aliran rantai pasok sudah baik tidak mengalami kendala yang urgent, hanya aliran informasi yang relatif berubah yaitu informasi ketersediaan stok sehingga agen yang ingin membeli garam melebihi kapasitas pesanan tidak memperoleh stok dan mengalihkan pembelian keprodusen lainnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEMANFAATAN LIMBAH KELAPA SAWIT SEBAGAI NILAI TAMBAH UNTUK PENGHASILAN MASYARAKAT DI DESA BLANG MANE KECAMATAN PEUSANGAN SELATAN KABUPATEN BIREUEN
Elfiana, Elfiana;
Nursayuti, Nursayuti;
Desparita, Naya
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/dlppm.v4i2.10917
Sebagai upaya dalam menerapkan pertanian yang berkelanjutan, produksi limbah yang dihasilkan oleh komoditas kelapa sawit sangat meresahkan masyarakat, hal ini memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan dan pengelolaan lahan perkebunan yang belum efisien. Limbah yang dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit terdiri dari pelepah, daun dan bungkil buah, limbah ini mampu memebrikan efek kurang baik bagi lingkungan jika tidak diolah menjadi produk bernilai guna. Dampak yang sering terjadi yaitu polusi yang disebabkan oleh pembakaran limbah kelapa sawit yang sering dkhawatirkan oleh warga setempat dikarenakan asap yang dihasilkan menggangu aktivitas masyarakat. Selain itu jika dibiarkan tanpa adanya pengolahan lanjut akan berdampak pada penecemaran air sumur dan sungai. Namun demikian belum ada dari pihak pemerintah maupun instansi terkait yang memberikan pengarahan kepada petani sawit ataupun kelompok tani tentang pemanfaatan limbah kelapa sawit yang dapat diolah menjadi berbagai jenis produk salah satunya menjadi pakan ternak. Hal ini mendorong kami pihak instansi perguruan tinggi untuk melakukan pengabdian agar permasalahan limbah dari kelapa sawit ini dapat teratasi. Dengan pengakserelasi pembangunan kelapa sawit secara berkelanjutan maka permasalahan tentang limbah yang dihasilkan dapat diatasi dan memberikan nilai tambah kepada pihak kelompok tani makmur. Selama ini permasalahan yang dihadapi dilapangan adalah kurangnya pengetahuan dari pihak masyarakat terkhususnya kelompok tani makmur tentang manfaat dari pelepah dan daun kelapa sawit yang dapat diolah sebagai pakan ternak. Tujuannya adalah mengubah sudut pandang kelompok tani makmur dalam memanfaatkan limbah kelapa sawit, memberikan ketrampilan baru bagi kelompok tani makmur sehingga ketrampilan tersebut dapat diaplikasikan dalam kegiatan yang produktif selain itu juga mampu menambah nilai tambah limbah menjadi pakan ternak. Luaran yang ditargetkan yaitu pihak sasaran memperoleh pengetahuan, ketrampilan dalam mengatasi permasalahan limbah kelapa sawit dan terbentuk suatu produk yang mampu meningkatkan nilai tambah sasaran kelompok tani makmur sehingga nantinya akan mandiri dan diharapkan dapat menambah penghasilan pihak kelompok secara mandiri.