Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Media Tetris Spin terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Ghaluh Siti Fatimah; Ria Novianti; Yeni Solfiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan media digital tetris spin di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan penelitian pre eksperimen one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan sampel jenuh yaitu anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru yang berjumlah 15 peserta didik, Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan motorik halus anak sebelum diberikan perlakuan menunjukkan persentase 44,17% berada pada kategori Mulai Berkembang dan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media tetris spin meningkat menjadi 81,11% berada pada kategori Berkembang Sangat Baik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun setelah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh t-hitung 21,495 lebih besar dari t-tabel 2,145 pada taraf signifikansi 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media tetris spin terhadap  pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media tetris spin berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Media ini efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, serta membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halus pada kehidupan sehari- hari.
Pengaruh Matematika KIT terhadap Kemampuan Mengenal Pola Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT Al Fikri Pekanbaru Anistya Melyana; Yeni Solfiah; Novidawati Tambunan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.429

Abstract

Kemampuan mengenal pola merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan matematika awal anak usia dini karena berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, memahami keteraturan, serta menjadi dasar dalam mempelajari konsep matematika yang lebih kompleks. Namun, hasil observasi di TKIT Al Fikri Pekanbaru menunjukkan bahwa kemampuan mengenal pola anak usia 5-6 tahun masih belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mengenal pola anak sebelum dan sesudah penggunaan Matematika Kit serta mengetahui pengaruh Matematika Kit terhadap kemampuan mengenal pola anak usia 5-6 tahun di TKIT Al Fikri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 16 anak usia 5-6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji t berpasangan (paired sample t-test), dan uji N-Gain dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal pola anak meningkat dari rata-rata 43,13% pada pretest menjadi 79,38% pada posttest. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai t sebesar 20,857, yang menunjukkan bahwa Matematika Kit berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengenal pola anak. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 63,74% berada pada kategori sedang. Dengan demikian, Matematika Kit dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal pola anak usia dini melalui kegiatan belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan.
Pengaruh Media Augmented Reality terhadap Kemampuan Listening Awal Bahasa Inggris pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK AN Namiroh 1, Pekanbaru Nabila Rasya; Yeni Solfiah; Defni Satria
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan Listening awal bahasa Inggris anak usia 5-6 tahun di TK An-Namiroh 1 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode True Experimental Design melalui desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 52 anak yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing sebanyak 26 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kebijakan pihak sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, Independent Samples T-Test, dan N-Gain dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Listening awal bahasa Inggris anak sebelum perlakuan berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah diberikan perlakuan menggunakan media AR, kemampuan Listening anak pada kelas eksperimen meningkat signifikan hingga mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai N-Gain sebesar 63,86% dengan kategori cukup efektif. Dengan demikian, media Augmented Reality berpengaruh signifikan terhadap kemampuan Listening awal bahasa Inggris anak usia dini.
Pengaruh Media Tetris Spin terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Ghaluh Siti Fatimah; Ria Novianti; Yeni Solfiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan media digital tetris spin di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan penelitian pre eksperimen one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan sampel jenuh yaitu anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru yang berjumlah 15 peserta didik, Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan motorik halus anak sebelum diberikan perlakuan menunjukkan persentase 44,17% berada pada kategori Mulai Berkembang dan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media tetris spin meningkat menjadi 81,11% berada pada kategori Berkembang Sangat Baik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun setelah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh t-hitung 21,495 lebih besar dari t-tabel 2,145 pada taraf signifikansi 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media tetris spin terhadap  pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Playgroup Labschool FKIP UNRI Kecamatan Tampan  Kota Pekanbaru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media tetris spin berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengembangan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Media ini efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, serta membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halus pada kehidupan sehari- hari.
Pengaruh Matematika KIT terhadap Kemampuan Mengenal Pola Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT Al Fikri Pekanbaru Anistya Melyana; Yeni Solfiah; Novidawati Tambunan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.429

Abstract

Kemampuan mengenal pola merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan matematika awal anak usia dini karena berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, memahami keteraturan, serta menjadi dasar dalam mempelajari konsep matematika yang lebih kompleks. Namun, hasil observasi di TKIT Al Fikri Pekanbaru menunjukkan bahwa kemampuan mengenal pola anak usia 5-6 tahun masih belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mengenal pola anak sebelum dan sesudah penggunaan Matematika Kit serta mengetahui pengaruh Matematika Kit terhadap kemampuan mengenal pola anak usia 5-6 tahun di TKIT Al Fikri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 16 anak usia 5-6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji t berpasangan (paired sample t-test), dan uji N-Gain dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal pola anak meningkat dari rata-rata 43,13% pada pretest menjadi 79,38% pada posttest. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai t sebesar 20,857, yang menunjukkan bahwa Matematika Kit berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengenal pola anak. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 63,74% berada pada kategori sedang. Dengan demikian, Matematika Kit dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal pola anak usia dini melalui kegiatan belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan.
Pengaruh Media Augmented Reality terhadap Kemampuan Listening Awal Bahasa Inggris pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK AN Namiroh 1, Pekanbaru Nabila Rasya; Yeni Solfiah; Defni Satria
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan Listening awal bahasa Inggris anak usia 5-6 tahun di TK An-Namiroh 1 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode True Experimental Design melalui desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 52 anak yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing sebanyak 26 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kebijakan pihak sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, Independent Samples T-Test, dan N-Gain dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Listening awal bahasa Inggris anak sebelum perlakuan berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Setelah diberikan perlakuan menggunakan media AR, kemampuan Listening anak pada kelas eksperimen meningkat signifikan hingga mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai N-Gain sebesar 63,86% dengan kategori cukup efektif. Dengan demikian, media Augmented Reality berpengaruh signifikan terhadap kemampuan Listening awal bahasa Inggris anak usia dini.