Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEBIASAAN MENJIPLAK/MENIRU TUGAS TEMAN DAN MEMBOLOS PADA SISWA KELAS X E-3 DI SMAN 12 MEDAN Sani Susanti; Dilli Salsa Fira; Indi Paska Simamora; May Sartika; Ruhama Girsang
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kebiasaan menjiplak atau meniru tugas teman dan membolos pada siswa kelas X E-3 di SMAN 12 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi serta kuesioner. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor utama yang mendorong perilaku menjiplak dan membolos, antara lain tekanan akademis yang tinggi, kurangnya motivasi belajar, pengaruh teman sebaya, dan pengawasan yang kurang dari guru dan orang tua. Selain itu, lingkungan sekolah yang tidak mendukung dan beban tugas yang berlebihan juga berkontribusi terhadap perilaku ini. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi diberikan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan bimbingan terhadap siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Guru juga diharapkan dapat mengembangkan metode pengajaran yang lebih bervariasi dan menarik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Kerjasama antara sekolah dan orang tua sangat penting untuk memantau dan membimbing siswa secara lebih efektif. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan menjiplak dan membolos, serta menawarkan solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung perkembangan akademis dan karakter siswa di SMAN 12 Medan.
ANALISIS PENGANGGURAN DAN KESEMPATAN KERJA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI KETENAGAKERJAAN: STUDI LITERATURE REVIEW May Sartika; Diana Puspita Ayu; Hanifah Hanum
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v3i3.10733

Abstract

Pengangguran masih menjadi salah satu permasalahan utama ketenagakerjaan di Indonesia akibat tingginya jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan tersedianya lapangan pekerjaan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kemiskinan, rendahnya kesejahteraan masyarakat, dan menurunnya produktivitas nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengangguran dan kesempatan kerja di Indonesia dalam perspektif ekonomi ketenagakerjaan melalui pendekatan literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan sumber data berupa jurnal ilmiah dan buku yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pengkajian berbagai penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran dipengaruhi oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia, terbatasnya lapangan pekerjaan, perkembangan teknologi, inflasi, dan rendahnya investasi. Sementara itu, kesempatan kerja dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, perkembangan industri, dan kualitas tenaga kerja. Dalam perspektif ekonomi ketenagakerjaan, peningkatan kesempatan kerja dapat membantu menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah untuk memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja, mendukung investasi, serta mengembangkan sektor industri dan UMKM agar penyerapan tenaga kerja di Indonesia semakin meningkat.
Analisis Risiko dan Keuntungan Investasi Obligasi dan Sukuk: Studi Literatur pada Pasar Keuangan Indonesia May Sartika; Hanifah Hanum; Diana Puspita Ayu; Putri Kemala Dewi
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Ilmiah Research and Development
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v4i2.1848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dan keuntungan investasi obligasi dan sukuk pada pasar keuangan Indonesia. Obligasi dan sukuk merupakan instrumen investasi yang memiliki peranan penting dalam perkembangan pasar modal karena digunakan sebagai sumber pendanaan bagi pemerintah maupun perusahaan serta menjadi alternatif investasi bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, buku referensi, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan obligasi dan sukuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obligasi memiliki keuntungan berupa pembayaran kupon bunga secara tetap dan berkala sehingga mampu memberikan pendapatan yang stabil bagi investor. Selain itu, obligasi memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi dan dianggap lebih aman dibandingkan saham. Namun demikian, obligasi juga memiliki beberapa risiko seperti risiko gagal bayar, risiko pasar, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas. Di sisi lain, sukuk sebagai instrumen investasi syariah menawarkan keuntungan berupa sistem investasi yang bebas dari unsur riba dan sesuai dengan prinsip syariah Islam. Sukuk juga memiliki underlying asset yang jelas sehingga dianggap lebih transparan dan aman bagi investor. Akan tetapi, sukuk tetap memiliki risiko seperti risiko gagal bayar, risiko likuiditas, dan risiko kepatuhan syariah. Berdasarkan hasil penelitian, obligasi dan sukuk memiliki kontribusi penting dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, investor perlu memahami karakteristik, keuntungan, dan risiko dari obligasi maupun sukuk sebelum mengambil keputusan investasi agar dapat meminimalkan risiko kerugian dan memperoleh keuntungan yang optimal.
Eksistensi Sektor Informal dalam Menopang Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Pasca-Pandemi Cindy Andriani; Khairiah Khairiah; May Sartika; Maynisa Naomi Marpaung; Irma Siagian
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi sektor informal dalam menopang penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada masa pasca-pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor ketenagakerjaan, terutama meningkatnya angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor formal. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk beralih ke sektor informal sebagai alternatif utama dalam memperoleh pendapatan dan mempertahankan keberlangsungan hidup ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research) yang bersumber dari jurnal ilmiah, laporan Badan Pusat Statistik (BPS), dokumen Kementerian Ketenagakerjaan, serta berbagai literatur pendukung lainnya. Fokus penelitian diarahkan pada peran sektor informal dalam menyerap tenaga kerja, dampak pandemi Covid-19 terhadap meningkatnya jumlah pekerja informal, serta kondisi dan kerentanan pekerja informal pada masa pemulihan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor informal memiliki peran strategis sebagai penyangga pasar tenaga kerja ketika sektor formal belum mampu menyerap seluruh angkatan kerja. Meskipun perekonomian mulai pulih, proporsi pekerja informal masih tergolong tinggi, terutama pada sektor pertanian, perdagangan, dan usaha mikro berbasis digital. Namun demikian, pekerja informal masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya pendapatan, keterbatasan perlindungan sosial, akses modal yang minim, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif melalui penguatan pelatihan kerja, perluasan akses permodalan, dan peningkatan perlindungan sosial guna menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.