Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kelompok Kepentingan Dalam Pendidikan Nasional Indosesia: Tinjauan Kritis Terhadap Aspirasi Politik Pengurus Besar PGRI Surya Bakti; Muhammad Sirozi; Sholihah Titin Sumanti; Muhammad Yusuf
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.936

Abstract

Dalam penelitian ini menjelaskan mengenai peran kelompok kepentingan dalam pendidikan Nasional Indonesia.Tinjauan yang dilakukan dalam penelitian ini mengarah pada aspirasi politik pengurus besar PGRI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Adapun hasil dan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui jika Kebijakan politik PGRI terkait dengan pendidikan, seperti: Memberikan Masukan untuk Peta Jalan Pendidikan: Unifah Rosyidi hadir untuk memberikan masukan PGRI terkait dengan peta jalan pendidikan, menunjukkan keterlibatan aktif dalam memberikan kontribusi dan solusi terhadap isu-isu pendidikan di Indonesia.
The Effectiveness of Arabic Language Learning in Optimizing Students' Memorization Abilities at the Tahfidzh Kawan M77 House Sarah Riza M Sarah; Robin Sirait; Muhammad Najari; Surya Bakti
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.698

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis efektivitas integrasi pembelajaran bahasa Arab dalam mengoptimalkan keterampilan hafalan Al-Qur'an di Rumah Tahfizh Kawan M77. Kesenjangan penelitian ini didasarkan pada fenomena umum di lembaga pendidikan nonformal yang sering memisahkan kurikulum bahasa Arab dari kurikulum tahfizh, sehingga siswa cenderung menghafal teks secara mekanis tanpa pemahaman linguistik yang mumpuni. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi peserta, dokumentasi, dan wawancara mendalam, penelitian ini mengumpulkan kontribusi komponen Nahwu, Sharaf, dan Qiraatul Kutub dalam meningkatkan daya ingat siswa. Implikasi teoretis dari temuan ini memperkuat paradigma kognitivisme dan konstruktivisme dalam pendidikan Islam, yang menegaskan bahwa memahami semantik sumber bahasa memungkinkan pemrosesan mendalam, yang secara linier meningkatkan retensi memori jangka panjang. Sebagai kontribusi praktis untuk pedagogi bahasa Arab, penelitian ini menawarkan model integrasi kurikulum yang menggabungkan penguasaan aturan bahasa dengan hafalan yang dipercepat. Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan program tahfizh tidak hanya bergantung pada intensitas kontribusi, tetapi pada sinergi antara kompetensi guru dalam menjelaskan makna linguistik, motivasi intrinsik siswa, dan terciptanya lingkungan bahasa yang mendukung ekosistem pembelajaran di lembaga pendidikan Islam. Kata kunci: Integrasi pembelajaran bahasa Arab, Menghafal Al-Qur'an (tahfizh, Konstruktivisme kognitif, pemahaman linguistik. Abstract This study analyzes the effectiveness of integrated Arabic language learning in optimizing Quran memorization skills at Rumah Tahfizh Kawan M77. This research gap stems from a common phenomenon in non-formal educational institutions, where the Arabic language curriculum is often separated from the tahfizh program, resulting in students mechanically memorizing texts without adequate linguistic understanding. Using a qualitative descriptive approach through participant observation, documentation, and in-depth interviews, this study evaluates the contribution of Nahwu, Sharaf, and Qiraatul Kutub in supporting students' memory retention. The theoretical implications of the findings reinforce the cognitivist and constructivist paradigms in Islamic education, emphasizing that understanding the semantics of the source language enables in-depth information processing, which in turn enhances long-term memory retention. In terms of practical contributions to Arabic language pedagogy, this study proposes an integrated curriculum model that combines mastery of linguistic rules with accelerated memorization. The results highlight that the success of a tahfizh program depends not only on the intensity of memorization practice but also on the synergy between teacher competence in explaining linguistic meanings, students' intrinsic motivation, and the creation of a language-rich environment that supports a sustainable learning ecosystem in Islamic educational institutions. Keywords: Integration of Arabic Language Learning, Memorizing the Qur'an (Tahfizh), Cognitive Constructivism, Linguistic Understanding.
Effective Techniques for Memorizing the Qur’an Using the Bi-Nadzar Method for Children at the Ilhami Al-Muhajirin Qur’anic School Widya Astina; Surya Bakti
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.745

Abstract

Abstrak Kemampuan anak dalam menghafal Al-Qur’an di lembaga pendidikan nonformal sering menghadapi persoalan kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, konsentrasi, dan daya ingat. Kajian terdahulu telah banyak membahas metode tahfidz secara umum, namun belum banyak menjelaskan bagaimana metode bi-nadzar bekerja sebagai strategi visual-recitative dalam pembelajaran tahfidz anak di TPA. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi metode bi-nadzar dalam hafalan Juz 30 di TPA Ilhami Al-Muhajirin serta menafsirkan persepsi guru dan santri terhadap perannya dalam mendukung memori visual, akurasi tajwid, dan retensi hafalan. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan informan guru dan santri, serta dokumentasi kegiatan; data dianalisis melalui kondensasi data, pengodean tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama: pembacaan visual berulang sebagai scaffolding hafalan, terbentuknya imajinasi tekstual dalam memori anak, koreksi guru terhadap tajwid dan makharijul huruf, tantangan kebosanan dalam pembelajaran anak, serta kontribusi pedagogis bi-nadzar dalam pendidikan Islam nonformal. Temuan ini menunjukkan bahwa bi-nadzar dipersepsikan membantu proses hafalan secara bertahap, tetapi efektivitasnya tetap perlu dipahami secara proporsional sesuai konteks penelitian yang terbatas. Kata Kunci: Metode Bi-Nadzar; Hafalan Al-Qur’an; Memori Visual; Pendidikan Islam; Pembelajaran Tahfidz Anak Abstract Children’s Qur’anic memorization in non-formal Islamic education often faces challenges related to reading fluency, tajwid accuracy, concentration, and memory retention. Previous studies have discussed tahfidz methods broadly, yet limited attention has been given to how the bi-nadzar method functions as a visual-recitative strategy for children in Qur’anic schools. This study explores the implementation of bi-nadzar in memorizing Juz 30 at Ilhami Al-Muhajirin Qur’anic School and interprets teachers’ and students’ perceptions of its role in supporting visual memory, tajwid accuracy, and memorization retention. The study employed a descriptive qualitative case-study design. Data were collected through classroom observation, semi-structured interviews with teacher and student informants, and learning documentation; the data were analyzed through data condensation, thematic coding, data display, and conclusion drawing. The findings reveal five main themes: repeated visual reading as memorization scaffolding, the emergence of textual imagination in children’s memory, teacher correction of tajwid and makharijul huruf, boredom and motivation in child learning, and the pedagogical contribution of bi-nadzar in non-formal Islamic education. The study concludes that bi-nadzar was perceived as helpful for gradual memorization, while its effectiveness should be interpreted cautiously within the limits of a small qualitative context. Keywords: Bi-Nadzar Method; Qur’anic Memorization; Visual Memory; Islamic Education; Children’s Tahfidz Learning