Ismail
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Pendekatan Empirisme dan Behaviorisme dalam Pembelajaran PAI di Era Digital Al Ihwanah; Ismail; Mardiah Astuti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1333

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah melahirkan transformasi substansial dalam paradigma pendidikan, terutama sehubungan dengan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dua metodologi terkait untuk integrasi dalam era digital instruksi PAI adalah empirisme dan behaviorisme. Empirisme menggarisbawahi pentingnya pengalaman langsung dalam perolehan pengetahuan, sedangkan behaviorisme berkonsentrasi pada penguatan perilaku melalui rangsangan eksternal. Artikel ilmiah ini berusaha untuk menyelidiki penggabungan kedua metodologi dalam pendidikan PAI menggunakan metodologi tinjauan literatur. Referensi yang digunakan terdiri dari jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan empiris di PAI dapat diterapkan secara efektif melalui penggunaan teknologi interaktif seperti virtual reality (VR), yang memfasilitasi keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui pertemuan digital yang imersif. Sebaliknya, metodologi behavioris terbukti efektif dalam menumbuhkan praktik keagamaan siswa dengan memanfaatkan aplikasi digital yang memberi insentif pada pencapaian agama mereka. Sintesis kedua metodologi ini, melalui keterlibatan pengalaman dan komponen penguatan perilaku, memuncak dalam pendekatan pendidikan PAI yang lebih komprehensif. Teknologi digital telah menunjukkan kapasitas mereka untuk memperkuat kedua metodologi dengan secara bersamaan mengintegrasikan elemen interaktif dan mekanisme penguatan. Akibatnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa pertemuan empirisme dan behaviorisme dalam konteks digital pendidikan PAI mampu meningkatkan pemahaman spiritual sambil menumbuhkan perilaku agama yang konsisten di antara siswa.
Paradigma Pendidikan Islam Multikultural: Studi Epistemologi Humanis Emansipatoris Dalam Pemikiran Nurcholish Madjid Muhamad Takrip; Munir; Ismail; Anis Ma`rifatul Mustofiyah
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

his study explores the integration of humanist-emancipatory epistemology in Islamic multicultural education based on the thought of Nurcholish Madjid. In a pluralistic society, education should not merely transfer knowledge but also develop human dignity, moral sensitivity, and critical thinking. Humanist education emphasizes the balance between intellect and spirit, fostering freedom of thought, equality, and respect for diversity. By integrating multicultural values, contextualized interpretation of the Qur’an, and participatory learning, Islamic education cultivates students who are not only intellectually capable but also socially responsible and ethically conscious. This study uses qualitative literature research, analyzing primary and secondary sources to identify key concepts and patterns related to humanist, inclusive, and multicultural educational practices. The findings highlight that humanist-emancipatory education encourages holistic development, gender equality, and active engagement with societal diversity, empowering students to contribute meaningfully to a just, peaceful, and pluralistic society.