Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam Mencegah Aksi Tawuran melalui Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Abhi Rachma Ramadhan; Iqbal Arpannudin; Daffa Fakhri Maulana; Frisca Dyan Areza; Muhammad Rafi Fadilah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1348

Abstract

Rendahnya efektivitas pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dalam mencegah aksi tawuran di kalangan siswa SMP Negeri 141 Jakarta, yang dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran siswa, dukungan orang tua, dan faktor lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 141 Jakarta dalam mencegah tawuran melalui pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode interaktif seperti diskusi, simulasi, dan pendekatan personal efektif mencegah tawuran, meski masih diperlukan perbaikan dalam menangani siswa rentan serta peningkatan kolaborasi dengan orang tua. Faktor pendukung mencakup kepedulian guru, integritas, kurikulum pendidikan karakter, dan dukungan manajemen sekolah. Hambatan termasuk masalah pribadi, kesehatan, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan orang tua, dengan solusi berupa kolaborasi dan dukungan sekolah.
INFRASTRUCTURE PUSH DI WILAYAH OTONOMI ASIMETRIS: NEGARA, KESULTANAN, DAN TATA KELOLA HIBRIDA DI DIY Muhammad Rafi Fadilah; Saif Ali
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1060

Abstract

The acceleration of infrastructure development through National Strategic Projects (NSP) in Indonesia positions the national state in a complex negotiation with historically entrenched sub-national autonomy regimes. This article examines the governance dynamics of infrastructure projects in the Special Region of Yogyakarta (DIY), a territory with asymmetric decentralisation that grants special authority to the Ngayogyakarta Hadiningrat Sultanate and the Regional Government of DIY. Drawing on Shatkin's (2022) framework of infrastructure push and the urbanization of the national state, this study aims to analyse how the national state negotiates DIY's special authority in NSP planning and implementation, and how the Regional Government of DIY mobilises special autonomy instruments to influence route design, land acquisition, and the distribution of project benefits. A qualitative approach with instrumental case study design was employed, drawing on regulatory document analysis, media coverage from 2018 to 2025, and semi-structured interviews with key informants including regional government officials, National Land Agency staff, academics, and journalists. Findings indicate that NSP implementation in DIY does not produce the dominance of any single actor but instead generates a hybrid governance model that reconciles the national state's technocratic centralisation logic with local cultural and autonomy imperatives. Special autonomy instruments such as Palilah are integrated into administrative land acquisition procedures, while the Regional Government leverages its authority to renegotiate technical dimensions of projects. These findings extend Shatkin's argument by demonstrating that infrastructure push in asymmetrically autonomous territories produces a compromised hegemony that sustains national projects while preserving the symbolic authority of local institutions.