Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implications of ChatGPT implementation on students' understanding level in Pancasila Education subjects Ismi Adnin; S. Sapriya; R. Rahmat; Abhi Rachma Ramadhan; Karlin Geriun Antonius Manik; Daffa Fakhri Maulana; Aland Aryaguna; Kireida Rona Islam; Muhammad Fajri Mubarok; Tebi Lesmana
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75634

Abstract

Learning requires supporting media to achieve the desired goals. The modern era makes technology an inseparable part of human life, including in the learning process in educational units. The technology that is currently developing rapidly is artificial intelligence (Artificial Intelligence), one of which is implemented in the form of the ChatGPT program. Currently, many students use ChatGPT to help them understand the subject matter, supported by the various conveniences offered by this technology. This study aims to provide an argumentative overview of the importance of utilizing technology, especially the ChatGPT program, in improving student understanding. The approach used in this study is qualitative with a descriptive method, which includes data and document analysis through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In this study, the resource persons involved were 36 students in grade XI-4 at SMA Negeri 1 Tanjung Raja. The results of the study showed that the use of ChatGPT significantly helped improve students' understanding in the Pancasila Education subject, as well as supporting the achievement of educational goals such as critical thinking skills, creativity, and independent problem-solving skills. AbstrakPembelajaran membutuhkan media pendukung untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Era modern menjadikan teknologi sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan. Teknologi yang saat ini berkembang pesat adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang salah satunya diimplementasikan dalam bentuk program ChatGPT. Saat ini, banyak pelajar menggunakan ChatGPT untuk membantu mereka memahami materi pelajaran, didukung oleh berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran argumentatif tentang pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya program ChatGPT, dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, yang melibatkan analisis data dan dokumen melalui proses reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini, narasumber yang dilibatkan adalah peserta didik kelas XI-4, sebanyak 36 orang di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ChatGPT secara signifikan membantu meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan keterampilan menyelesaikan masalah secara mandiri.Kata Kunci: ChatGPT; pemahaman peserta didik; pendidikan Pancasila
Upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam Mencegah Aksi Tawuran melalui Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Abhi Rachma Ramadhan; Iqbal Arpannudin; Daffa Fakhri Maulana; Frisca Dyan Areza; Muhammad Rafi Fadilah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1348

Abstract

Rendahnya efektivitas pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dalam mencegah aksi tawuran di kalangan siswa SMP Negeri 141 Jakarta, yang dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran siswa, dukungan orang tua, dan faktor lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 141 Jakarta dalam mencegah tawuran melalui pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode interaktif seperti diskusi, simulasi, dan pendekatan personal efektif mencegah tawuran, meski masih diperlukan perbaikan dalam menangani siswa rentan serta peningkatan kolaborasi dengan orang tua. Faktor pendukung mencakup kepedulian guru, integritas, kurikulum pendidikan karakter, dan dukungan manajemen sekolah. Hambatan termasuk masalah pribadi, kesehatan, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan orang tua, dengan solusi berupa kolaborasi dan dukungan sekolah.
Implementasi Pembiasaan Moderasi Beragama Sebagai Pencegahan Sikap Intoleransi: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama Bima Purba; Daffa Fakhri Maulana; Anik Widiastuti; Moh Irsyad Fahmi MR
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2892

Abstract

Era teknologi saat ini mengancam penurunan karakter dan toleransi beragama peserta didik. Situasi ini berdampak pada peningkatan kerentanan akan sikap intoleransi peserta didik. Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan pendekatan edukatif serta pembiasaan untuk menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi praktik moderasi beragama melalui pembiasaan moderasi beragama di SMP Negeri 8 Yogyakarta. Model penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Wakil kepala sekolah urusan kurikulum, guru mata pelajaran PPKN, dan guru pendidikan agama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan praktik moderasi beragama dilakukan melalui kegiatan pendidikan dan pengajaran, kegiatan ekstrakurikuler, peringatan hari besar keagamaan, dan pembiasaan secara kultural peserta didik. Disimpulkan bahwa pelaksanaan praktik pembiasaan dalam menumbuhkan moderasi beragama melalui giat keagamaan pagi sebagai pencegahan sikap intoleransi tergolong sangat baik dengan pelaksanaan yang efektif dalam menanamkan nilai toleransi, keseimbangan dan keadilan.