Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Model Brain Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah ditinjau Berdasarkan Adversity Quotient Ika Luthfiyani Ika; Yurniwati; Zarina Phill Akbar
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan antara siswa yang belajar dengan brain based learning dan siswa yang belajar dengan ekspositori terhadap kemampuan pemecahan masalah (2) perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan brain based learning dan siswa yang belajar dengan ekspositori pada siswa yang memiliki adversity quotient tinggi (3) interaksi antara pembelajaran brain based learning dan adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SDN Ciputri tahun ajaran 2024-2025 yaitu kelas IV-A dan kelas IV-B dengan jumlah siswa 70 orang. Penelitian ini Penelitian ini berjenis eksperimen. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS. Instrumen yang digunakan yaitu observasi, test, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dengan menerapkan model brain based learning memiliki pengaruh yang lebih tinggi (87.94) dibandingkan dengan model ekspositori (52.44). Selain itu, adversity quotient tinggi juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah lebih baik dibandingkan dengan adversity quotient rendah. Sebaliknya, pada siswa dengan adversity quotient rendah, skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah dengan model brain based learning adalah 70.39, sedangkan dengan model ekspositori adalah 69.22. Terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah, yang dikonfirmasi melalui uji lanjut Tukey dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi antara model brain based learning dan adversity quotient.
THE EFFECT OF TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MODIFIED SCHEMA BASED INSTRUCTION (SBI) ON MATHEMATICS PROBLEM SOLVING ABILITY OF GRADE V STUDENTS [PENGARUH TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MODIFIKASI SCHEMA BASED INSTRUCTION (SBI) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V] Monica Abolla; Yurniwati
Polyglot Vol 22 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i1.10195

Abstract

Mathematical problem-solving skills are important to develop in learning mathematics in elementary schools. However, the fact that occurs is that students' ability in this competency is still lacking. This study aims to determine whether there is a difference in the mathematical problem-solving ability of students who learn using the Teams Games Tournament method modified by Schema-Based Instruction with students who learn using the expository method. This study used experimental research methods on fifth grade students of SDN Beumopu and was conducted from January to June 2025. The sampling technique used was cluster random sampling. The samples in the experimental class and control class amounted to 32 students each. Data collection utilized mathematical problem-solving ability test instruments in the form of essay questions. Indicators of mathematical problem-solving ability include understanding the problem, planning problem-solving strategies, and implementing problem-solving plans. The results showed that the problem-solving ability of fifth-grade students who learned with the SBI modified TGT method was higher than that of students who learned with the expository method. Abstrak Bahasa Indonesia Kemampuan pemecahan masalah matematika penting untuk dikembangkan pada pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, fakta yang terjadi adalah kemampuan siswa pada kemampuan pemecahan masalah siswa masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan metode Teams Games Tournament modifikasi Schema Based Instruction dengan siswa yang belajar menggunakan metode ekspositori. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen pada siswa kelas V SDN Beumopu dan dilaksanakan dari bulan Januari sampai bulan Juni 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Sampel pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika berupa soal esai. Indikator kemampuan pemecahan masalah matematika adalah memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V yang belajar dengan metode TGT modifikasi SBI lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan metode ekspositori.
THE EFFECT OF GEOGEBRA-ASSISTED CREATIVE PROBLEM SOLVING ON COMPUTATIONAL THINKING ABILITY REVIEWED FROM SELF CONFIDENCE Sri Agustini Dalimunthe; Yurniwati; Nurjannah
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8296

Abstract

Computational thinking is an innovative thinking ability in identifying life phenomena to provide various practical solutions to the problems studied. The research conducted aims to analyze students' computational thinking abilities based on high and low levels of self-confidence. This study aims to investigate the impact of the Creative Problem Solving (CPS) Learning Model assisted by GeoGebra on elementary school students' computational thinking abilities. An experimental method with a posttest-only control group design was used, employing Cluster Random Sampling to select a sample of 120 students. The research instrument consisted of a computational thinking ability test, which was analyzed using a t-test with SPSS software. The t-test results showed a significant difference in computational thinking abilities between the experimental group and the control group. The findings indicate that Geogebra-assisted CPS significantly improves the computational thinking skills of elementary school students, proven to be more effective than the expository model.