Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak: Studi Kasus Program Kampanye 3 Dosa Besar Pendidikan Kampus Mengajar Siti Nur'aeni; Alfi Fauzia Hakim; Ermilda; Wazna Layalia Alyan; Rista Nurjani Hasnita; Syifa Nurfaujiah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan strategi mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 dalam melaksanakan Kampanye 3 Dosa Besar Pendidikan di SMP Muhammadiyah 5 Kota Bandung. Kampanye ini berfokus pada upaya pencegahan perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual untuk mendukung terciptanya sekolah ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang divalidasi menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan berdasarkan metode interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampanye 3 Dosa Besar Pendidikan efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual. Pendekatan interaktif yang digunakan, seperti pembuatan poster, diskusi kelompok, dan talkshow, berhasil menciptakan pembelajaran yang relevan dan adaptif. Siswa menunjukkan perubahan sikap yang lebih menghargai perbedaan, menolak kekerasan, dan berkomitmen menjaga lingkungan yang aman. Keberhasilan program ini juga didukung oleh peran mahasiswa sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan fleksibel. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelibatan mahasiswa dalam program berbasis pendidikan karakter untuk mendukung sekolah ramah anak. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan dosen pembimbing memperkuat implementasi program. Penelitian ini merekomendasikan pelibatan lebih banyak pihak, seperti orang tua, untuk memperluas dampak kampanye, serta pengembangan model kampanye yang dapat diterapkan di sekolah lain. Model ini diharapkan menjadi pendekatan berkelanjutan untuk mendukung pendidikan karakter dan menciptakan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.
PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU “PULANG (ROBBIGHFIRLII)” KARYA WALI BAND (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Syifa Nurfaujiah; Ira Hasianna Rambe
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.570

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu "Pulang (Robbighfirlii)" karya Wali Band melalui analisis semiotika Roland Barthes. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana lagu ini menyampaikan pesan spiritualnya dan lapisan makna yang terdapat dalam liriknya. Analisis kesenjangan menunjukkan bahwa meskipun penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi interpretasi semiotik dari lagu-lagu religi, sebagian besar masih terbatas pada dua tingkat pemaknaan (denotasi dan konotasi) tanpa mengupas secara mendalam aspek mitos atau ideologi budaya yang terkandung dalam lagu. Selain itu, belum banyak penelitian yang fokus pada lagu religi beraliran pop-rock seperti "Pulang (Robbighfirlii)". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitologis dalam lirik untuk mengungkap pesan dakwah yang mendasarinya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis, termasuk observasi tekstual dan analisis semiotika untuk menafsirkan lirik lagu. Temuan menunjukkan bahwa lirik secara efektif mengkomunikasikan tema tobat, urgensi untuk kembali kepada Tuhan, dan kesadaran akan kematian, yang pada akhirnya memperkuat gagasan tentang pulang spiritual sebagai solusi universal untuk kegelisahan hidup. Pembahasan menghubungkan temuan ini dengan literatur yang ada tentang musik religius dan semiotika, menyoroti relevansi tema lagu dalam diskursus spiritual kontemporer.