Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : intecoms journal of information technology and computer science

DAPATKAH MODEL TRANSFORMER MENDETEKSI TOKEN SCAM? SEBUAH STUDI PADA SMART CONTRACT ERC-20 Andhi Saputro; Makhsun Makhsun; Ahmad Musyafa
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 2 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/h46hgh88

Abstract

Pertumbuhan pesat ekosistem blockchain telah melahirkan ribuan token pada jaringan ERC-20. Fenomena ini mendorong inovasi finansial, namun sekaligus meningkatkan risiko penipuan melalui smart contract yang menyembunyikan mekanisme berbahaya seperti backdoor, blacklist bot, dan manipulasi fee. Penelitian ini mengusulkan pendekatan klasifikasi berbasis Transformer secara end-to-end untuk mendeteksi token scam ERC-20 menggunakan kode sumber Solidity sebagai satu-satunya fitur masukan. Tiga model dievaluasi: CodeBERT (microsoft/codebert-base), RoBERTa (roberta-base), dan GraphCodeBERT (microsoft/graphcodebert-base). Dataset terdiri dari 60.000 kontrak ERC-20 yang diambil dari repositori ASSERT-KTH/DISL, dengan 30.000 kontrak dilabeli secara semi-otomatis menggunakan analisis kode statis berbasis aturan (rule-based) untuk tujuh jenis scam: Honeypot, High Tax, Balance Manipulation, Blacklist, Hidden Owner, Rug Pull, dan Unlimited Mint. Pada klasifikasi biner, GraphCodeBERT mencapai performa terbaik dengan F1-Score 0,9295 dan AUC 0,9808. Pada klasifikasi multilabel, RoBERTa unggul pada F1-Score (0,8681) sementara GraphCodeBERT unggul pada AUC (0,9672). Label Blacklist menjadi tantangan tersendiri dengan F1-Score hanya 0,61–0,64 akibat ketidakseimbangan kelas yang ekstrem. Hasil penelitian membuktikan bahwa representasi kode sumber Solidity melalui model Transformer sudah cukup informatif untuk membedakan kontrak scam dari kontrak legitim secara otomatis.
ANALISIS PERILAKU BELAJAR SISWA DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE MENGGUNAKAN MODEL DEEP LEARNING TABNET DAN TABTRANSFORMER UNTUK PENGEMBANGAN REKOMENDASI STRATEGI PEMBELAJARAN Ahmad Muhammad; Ahmad Musyafa; Tukiyat Tukiyat
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 2 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/t0adps90

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku belajar siswa, terutama dalam cara siswa mengakses informasi, menyelesaikan tugas, dan membangun strategi belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku belajar siswa di era AI menggunakan model deep learning TabNet dan TabTransformer untuk memprediksi capaian akademik siswa serta mengembangkan rekomendasi strategi pembelajaran yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data tabular yang diperoleh dari 2.052 siswa SMA Plus PGRI Cibinong. Variabel penelitian mencakup aspek akademik, digital, psikologis, sosial, dan penggunaan AI dalam pembelajaran. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, encoding, pembagian data latih dan data uji, pemodelan menggunakan TabNet dan TabTransformer, evaluasi model menggunakan RMSE, MAE, dan R², serta analisis feature importance untuk segmentasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TabTransformer memiliki performa lebih baik dibandingkan TabNet dalam memodelkan hubungan antara perilaku belajar dan nilai akademik siswa. Variabel usaha belajar, penggunaan AI untuk memahami materi, dan motivasi belajar menjadi faktor dominan yang memengaruhi capaian akademik. Selain itu, penelitian menghasilkan empat segmentasi profil siswa yang digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi strategi pembelajaran adaptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI berperan sebagai faktor pendukung pembelajaran, sementara regulasi diri dan usaha belajar tetap menjadi faktor utama keberhasilan akademik siswa.