Blego Sedionoto
Departemen Kesehatan Lingkungan, Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ECOBRICK SEBAGAI SOLUSI DALAM MINIMASI LIMBAH PADAT DI KAWASAN WISATA PESISIR KABUPATEN BERAU Muhammad Aidil Fitrah; Vivi Filia Elvira; Syamsir Syamsir; Ayudhia Rachmawati; Riyan Ningsih; Blego Sedionoto; Sitti Badrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29578

Abstract

Abstrak: Produksi limbah padat di kawasan wisata pesisir terus meningkat akibat perilaku dan praktik pengelolaan sampah yang tidak memadai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan pesisir. Salah satu solusi inovasi untuk minimasi limbah padat khususnya plastik secara sederhana melalui pembuatan ecobrick. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah padat di kawasan wisata pesisir Kab. Berau. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat meliputi tahap persiapan, sosialisasi, simulasi praktik, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test dengan jumlah sampel 13 Orang (n-13). Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 76,92% pada pre-test menjadi 92,3% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 15,38%. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah plastik menjadi ecobrick. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis di kawasan wisata pesisir.Abstract: Solid waste production in coastal tourism areas continues to increase due to inadequate waste management behavior and practices, causing pollution of the coastal environment. One of the innovative solutions for solid waste minimization, especially plastic, is simply through ecobricking. This community service activity aims to increase community knowledge and skills in solid waste management in the coastal tourism area of Teluk Sulaiman Village, Biduk-biduk District, Berau Regency. The methods applied in community service activities include the preparation stage, socialization, practical simulation, and monitoring and evaluation using pre-test and post-test instruments with a sample size of 13 people (n-13). The evaluation results show the average community knowledge from 76.92% in the pre-test to 92.3% in the post-test, with an increase of 15.38%. Based on these results, it is concluded that there is an increase in community knowledge about managing plastic waste into eco-bricks. This activity is expected to significantly contribute to sustainable environmental management and economic value in coastal tourism areas.
PROGRAM PERLINDUNGAN SUMBER AIR BERSIH DARI PENCEMARAN LIMBAH DOMESTIK DI KOTA SAMARINDA Blego Sedionoto; Akhmad Azmiardi; Muhammad Aidil Fitrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36366

Abstract

Abstrak: Kualitas air merupakan faktor penting dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya di wilayah yang masih bergantung pada sumur gali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam melindungi sumber air bersih dari cemaran limbah domestik melalui integrasi rekonstruksi fisik sumur dan penerapan teknologi sederhana berbasis tanah liat aktif Kutai. Kegiatan melibatkan 3 kepala keluarga dengan total 17 orang peserta sebagai mitra yang masih menggunakan sumur gali dan sumur bor dangkal sebagai sumber air bersih. Metode pelaksanaan meliputi tahap pra pelaksanaan, pelaksanaan perlindungan sumur, serta monitoring dan evaluasi kualitas air. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perlindungan fisik sumur dengan lantai dan dinding kedap air serta pengolahan air menggunakan tanah liat aktif Kutai mampu menurunkan kadar MPN Coliform sebesar 99,93% dan E. coli sebesar 99,94%. Penerapan tanah liat aktif Kutai juga terbukti efektif dalam menurunkan kandungan mikroba patogen. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas air bersih serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna berbasis bahan lokal yang mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak bagi semua.Abstract: Water quality is an important factor in improving public health, especially in areas that still depend on dug wells. This community service activity Empower the community to protect clean water sources from domestic waste contamination through the integration of physical reconstruction of wells and the application of simple technology based on Kutai active clay. The activity involved 3 heads of families with a total of 17 participants as partners, who still use dug wells and shallow bore wells as their source of clean water . The implementation method includes pre-implementation stage, well protection implementation, and water quality monitoring and evaluation. The results of the examination show that physical protection of wells with waterproof floors and walls and water treatment using Kutai active clay can reduce MPN Coliform levels by 99.93% and E. coli by 99.94%. The application of Kutai active clay has also been proven effective in reducing pathogenic microbe content. This activity increases community awareness and participation in maintaining clean water quality and serves as an example of the application of appropriate technology based on local materials that supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) point 6 on access to clean water and proper sanitation for all.