Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DETERMINANT OF SADARI BEHAVIOR IN THE EARLY DETECTION EFFORT OF BREAST CANCER AMONG FEMALE STUDENTS IN THE PUBLIC HEALTH FACULTY OF CENDERAWASIH UNIVERSITY Natalia Paskawati Adimuntja; Muhammad Akbar Nurdin; Zul Fikar Ahmad
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 2 (2022): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i2.13998

Abstract

Abstrak Jumlah kasus baru kanker payudara pada perempuan di Indonesia tahun 2020 sebanyak 65. 858 (30,8%) kasus dan menjadi penyumbang kematian tertinggi kedua yaitu sebanyak 22.430 (9,6 %). Salah satu upaya pencegahan kanker payudara adalah screening. Cakupan perempuan yang mendapatkan screening, terendah berada di Papua yakni sebesar 0,91%. Kebaruan dalam penelitian ini adalah Determinan Perilaku Sadari sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara pada Mahasiswi FKM UNCEN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada mahasiswi FKM UNCEN. Jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi penelitian yakni semua mahasiswi angkatan 2018 dan 2019 di lingkungan FKM UNCEN, Sampel sebanyak 250 orang dipilih menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak berperilaku SADARI sebesar 62,0% dan yang berperilaku SADARI sebesar 38,0%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p= 0,047) pengetahuan (p= 0,001), sikap (p= 0,006), keterpaparan informasi (p= 0,049) dan dukungan keluarga (p= 0,000) dengan perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada mahasiswi FKM UNCEN. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor umur, pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi dan dukungan keluarga terkait dengan perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada mahasisiwi FKM UNCEN. Kata kunci : Kanker Payudara; Mahasiswi; Perilaku SADARI Abstract New cases of breast cancer in  Indonesian women of 2020 was 65.858 (30,8%) cases and the second highest contributor to death was 22.430 (9,6%). One of the efforts to prevent breast cancer is screening. The coverage of women who received screening was the lowest in Papua, which was 0,91%. The novelty in this research is the Determinants of Conscious Behavior as Early Detection of Breast Cancer in FKM UNCEN students. This study aims to determine the factors associated with BSE behavior as an early detection of breast cancer among female students in public health faculty of Cendewasih University. The research population is all students of the 2018 and 2019 batches in the UNCEN FKM environment. A total of 250 samples were selected using a stratified proportional random sampling. Statistical analysis using Chi-square test and logistic regression test. The results showed that respondents who did not behave BSE were 62,0% and those who behaved BSE were 38,0%. The results of the statistical test showed that there was a significant relationship between age (p=0,047), knowledge (p=0,001), attitude (p=0,006), information exposure (p=0,049) and family support (p=0,000) with BSE behavior as early detection breast cancer among female students in the public health faculty of Cenderawasih University. This study suggests that female students are expected to be able to increase awareness of BSE behavior as an early detection of breast cancer and it is hoped that an increase in health education within the family is expected. Keywords: Breast cancer;  BSE behavior; Students
Socialization of Stunting Prevention with Education to Improve Diet Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Zul Fikar Ahmad
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.586 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2795

Abstract

Elderly is an advanced stage of the life process decreasing the body's ability to adapt to the environment. Degenerative disease is a disease that occurs due to decreased organ function, including hypertension, rhematoid arthritis, stroke, diabetes mellitus. Various strategies are pursued to improve health status and reduce morbidity in the elderly. One of them is through physical activity that is in accordance with the physical condition of the elderly and is carried out regularly. In addition, increasing knowledge through counseling which aims to help the elderly make decisions and determine a healthy lifestyle. The purpose of this activity is to improve the quality of life of the elderly. The method used is by doing elderly exercise with pre and post blood pressure checks so that it can be seen the significance of the benefits of exercise. In addition, counseling was carried out using lecture, discussion and question and answer methods. The target audience for this community service program is the elderly (elderly) in the Poskesdes Village of Benteng who are physically categorized as doing sports / physical activity for the elderly. The results of this activity show that the effectiveness of elderly gymnastics has an effect on reducing blood pressure. And from counseling, the results of the evaluation show that the elderly understand and understand the concept of healthy elderly people related to the pandemic.
DETERMINANT ANALYSIS OF STUNTING INCIDENCE OF TODDLERS AGED 12-59 MONTHS IN WEST AND EAST KOYA VILLAGES, JAYAPURA CITY Natalia Paskawati Adimuntja; Asriati Asriati
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16699

Abstract

Double burden atau masalah gizi ganda salah satunya ditandai dengan tingginya prevalensi stunting. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia yakni 27,7%. Prevalensi stunting di Papua sebesar 29,5%. Sedangkan data prevalensi kota Jayapura yakni sebesar 22,9%. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang determinan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Koya Barat dan Timur Kota Jayapura. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Sampel penelitian ini berjumlah 100 responden balita usia 12-59 bulan di kelurahan koya barat dan timur yaitu sebanyak 769 balita. Wawancara mengggunakan kuesioner dan recall 24 jam untuk menilai keragaman pangan. Uji statistik yang digumakan untuk melihat hubungan yaitu uji chi-square (x2) dan uji Fisher Exact jika nilai expect countnya 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa balita yang mengalami stunting sebanyak 13 orang (13,0%) dan yang tidak stunting sebanyak 87 orang (87,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel keragaman pangan (p-value=0,024) signifikan berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan pendidikan ibu (p-value=0,763), pekerjaan ibu (p-value=0,120), pemberian ASI Eksklusif (p-value=0,765), status imunisasi (p-value=0,509), dan penyakit infeksi (p-value=0,367) tidak signifikan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Koya Barat dan Timur Kota Jayapura. Kesimpulan penelitian ini yaitu keragaman pangan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Koya Barat dan Timur Kota Jayapura.Kata kunci: Determinan; Stunting; Balita 12-59 bulan AbstractDouble burden or double nutrition problem, one of which is characterized by a high prevalence of stunting. The majority of stunting in children under five in Indonesia is 27.7%. The bulk of stunting in Papua is 29.5%. Meanwhile, the prevalence data for Jayapura city is 22.9%. The novelty of this study is because it examines the determinants of stunting incidence in toddlers aged 12-59 months. This study aims to determine the determinants of stunting incidence in toddlers aged 12-59 months in West and East Koya Villages of Jayapura City. The type of research used is observational research with a cross-sectional study design. The sample of this study was 100 respondents under the age of 12-59 months in the west and east Koya villages, namely 769 toddlers. Interviews used 24-hour questionnaires and recall to assess food diversity. The statistical tests used to see the relationships are the chi-square test (x2) and the Fisher Exact test if the expected count value is 5%. The results of the study obtained 13 children (13.0%) children who were not stunted (87.0%) and 87 people who were not checked (87.0%). The results of the bivariate analysis showed that the variables of food diversity (p-value = 0.024) were significantly related to the incidence of stunting, while maternal education (p-value = 0.763), maternal occupation (p-value = 0.120), exclusive breastfeeding (p-value = 0.765), immunization status (p-value = 0.509), and infectious diseases (p-value = 0.367) were not significantly associated with the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months in West and East Koya Villages, Jayapura City. This study concludes that food diversity is related to the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months in West and East Koya Villages, Jayapura City.Keywords: Determinants; Stunting; Toddlers 12-59 months
AN OVERVIEW OF THE NUTRITIONAL STATUS OF PREGNANT WOMEN IN THE SARMI PUSKESMAS WORK AREA, SARMI REGENCY Sarni RanteAllo Bela; Natalia Paskawati Adimuntja; Claritha Angelita Kyeuw-Kyeuw
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16476

Abstract

Kehamilan merupakan masa terpenting untuk pertumbuhan janin. Salah satu faktor mempengaruhi keberhasilan suatu kehamilan adalah status gizi, Usia ibu hamil, Pendidikan ibu hamil, Pekerjaan, Pendapatan, dan Pengetahuan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran status gizi ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Sarmi Kota Kabupaten Sarmi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 51 sampel dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Sarmi Kota. Analisis univariat menggunakan Uji Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 28 ibu hamil (54,9%) berusia remaja dan 23 ibu hamil (45,1%) berusia dewasa, sebanyak 29 ibu hamil (56,9%) memiliki pendidikan rendah dan sebanyak 22 ibu hamil (43,1%) memiliki pendidikan tinggi, sebanyak 28 suami ibu hamil (54,9%) yang tidak bekerja dan 23 suami ibu hamil (45,1%) yang bekerja, sebanyak 29 suami ibu hamil (56,9%) memiliki pendapatan rendah dan 22 suami ibu hamil (43,1%) pendapatan tinggi, sebanyak 27 ibu hamil (52,9%) dengan pengetahuan kurang dan 24 ibu hamil (47,1%) dengan pengetahuan baik, sebanyak 32 ibu hamil (62,7%) lila 25,3cm. Kesimpulan paling banyak ibu hamil berusia remaja (54,9%), ibu hamil dengan tingkat pendidikan rendah (56,9%), ibu hamil yang memiliki suami yang tidak bekerja (54,9%), ibu hamil dengan pendapatan rendah (56,9%), ibu hamil dengan pengetahuan kurang (52,9%), dan paling banyak ibu hamil yang memiliki LILA   25,3 cm (62,7).Kata kunci: Ibu Hamil ; Kehamilan; Status Gizi. AbstractPregnancy is the most important period for fetal growth. One of the factors influencing the success of a pregnancy is nutritional status, Age of pregnant women, Education of pregnant women, Occupation, Income, and Knowledge. This study aims to determine the nutritional status of pregnant women in the Sarmi health center work area, Sarmi Regency. This research is a type of quantitative research. The samples in this study were 51 samples with sampling using simple random sampling techniques. Data collection was carried out using questionnaires. This research was conducted at the Sarmi City Health Center. Univariate analysis using Descriptive Test. The results showed that as many as 28 pregnant women (54.9%) were teenagers and 23 pregnant women (45.1%) were adults, as many as 29 pregnant women (56.9%) had low education and as many as 22 pregnant women (43.1%) had higher education, as many as 28 pregnant women's husbands (54.9%) were not working and 23 pregnant women's husbands (45.1%) were working, as many as 29 pregnant women's husbands (56.9%) had low incomes and 22 pregnant women's husbands (43.1%) had high incomes,  A total of 27 pregnant women (52.9%) with less knowledge and 24 pregnant women (47.1%) with good knowledge, as many as 32 pregnant women (62.7%) lila 25.3cm. The conclusion was that most pregnant women were in their teens (54.9%), pregnant women with low education levels (56.9%), pregnant women who had unemployed husbands (54.9%), pregnant women with low incomes (56.9%), pregnant women with less knowledge (52.9%), and the most pregnant women who had LILA 25.3 cm (62.7).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAENA KOTA JAYAPURA Katarina Lodia Tuturop; Natalia Paskawati Adimuntja; Kristina Hutasoit
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.17530

Abstract

Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang berbagai bagian tubuh. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang faktor risiko kejadian penyakit kusta di wilayah kerja puskesmas waena kota jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Waena, Kota Jayapura. Jenis penelitian adalah observasional, dengan rancangan case control study. Populasi penelitian adalah penderita Kusta yang berkunjung ke Puskesmas Waena tahun 2020–2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dimana jumlah sampel kasus dan control sebanyak 44 orang dengan perbandingan 1:1. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariate menggunakan uji regresilogistik. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ada pengaruh antara riwayat kontak (p=0,00; OR=21,42), kebiasaan mencuci tangan (p=0,03; OR=4,91), kebiasaan meminjam pakaian (p=0,00; OR=12,00), kebiasaan membersihkan lantai rumah (p=0,00;OR=16,88), dengan kejadian penyakit kusta, dan tidak ada risiko antara kebiasaan mandi (p=0,48; OR=1,09), kebiasaan menggunakan handuk (p=0,31; OR=2,57), kebiasaan mengganti seprai, sarung bantal dan selimut (p=0,06; OR=4,08), kebiasaan mencuci rambut (p=0,74; OR=1,52), kebiasaan tidur bersama (p=0,09; OR=4,38) dengan kejadian penyakit kusta. Hasil analisis multivariat menunjukkkan bahwa variabel yang paling dominan terhadap kejadian penyakit kusta adalah riwayat kontak (p=0,00;OR=17,44). Kesimpulan bahwa Ada risiko antara riwayat kontak, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan meminjam pakaian, kebiasaan membersihkan lantai rumah, dengan kejadian penyakit kusta, dan tidak ada risiko antara kebiasaan mandi, kebiasaan menggunakan handuk, kebiasaan mengganti seprai, sarung bantal dan selimut, kebiasaan  mencuci rambut, kebiasaan tidur bersama dengan kejadian penyakit kusta. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR PADA PENYAKIT ANEMIA DI KAMPUNG YOKA Lina Ba’ka; Inriyanti Assa; Asriati Asriati; Dolfinus Yufu Bouway; Katarina L. Tuturop; Natalia Paskawati Adimuntja
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.18640

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal. Anemia memiliki berbagai faktor yang mempengaruhi termasuk faktor gizi, genetik, dan penyakit menular. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis pengetahuan dan sikap wanita usia subur pada penyakit anemia di kampung Yoka. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) pada Penyakit Anemia di Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian, sedangkan pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian dengan cara mengukur indikator-indikator variabel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 679 Kepala Keluarga yang berdomisili di wilayah Kampung Yoka. Sampel pada penelitian ini adalah 85 orang wanita usia subur dari 679 KK di Kampung Yoka dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis univariat, dari 85 Wanita Usia Subur, diketahui 41 (48,2%) yang Tidak Anemia dan 44 (51,8%) yang Anemia dengan kategori Anemia Ringan sebanyak 17 (38,6%) responden, dan anemia sedang sebanyak 27 (61,4%) responden, terdapat 14 (16,5%) dengan pengetahuan baik, 31 (36,5%) dengan pengetahuan cukup, 40 (47,0%) dengan pengetahuan kurang, 51 (60,0%) dengan sikap positif, dan 34 (40,0%) dengan sikap negatif.  Simpulan dari penelitian ini adalah mayoritas wanita usia subur yang mengalami anemia, mayoritas memiliki pengetahuan yang kurang dan mayoritas memiliki sikap yang baik. 
Perilaku Pencegahan Obesitas pada Mahasiswa Universitas Cenderawasih Natalia Paskawati Adimuntja; Asriati Asriati; Muhammad Akbar Nurdin
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.737

Abstract

Prevalensi status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penduduk umur >18 tahun di Indoensia yang mengalami obesitas sebesar 21,8%. Penduduk >18 tahun di Papua yang mengalami obesitas berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 20,2%. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan obesitas pada mahasiswa Universitas Cenderawasih. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa di lingkungan Universitas Cenderawasih dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik kuota sampling. Analisis data yakni analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square (x2). Hasil penelitian menemukan sebagian besar responden tidak sering makan makanan selingan yakni sebanyak 86 orang (86%) dan sebagian besar responden melakukan aktivitas fisik berat yakni sebanyak 79 orang (79%). Hasil analisis bivariat (chi-square) menunjukkan pengetahuan (p= 0,034) dan dukungan keluarga (p= 0,032) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku makan makanan selingan. Sedangkan persepsi (p= 0,017) berhubungan dengan perilaku aktivitas fisik pada mahasiswa Universitas Cenderawasih. Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan dan dukungan keluarga signifikan berhubungan dengan perilaku makan makanan selingan, sedangkan persepsi signifikan berhubungan dengan perilaku aktivitas fisik pada mahasiswa Universitas Cenderawasih.
Analisis Aktivitas Fisik Remaja Papua Untuk Pencegahan Hipertensi Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Lisda Oktavia M. Pamangin; Helen Try Juniasti
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.738

Abstract

Hipertensi dianggap sebagai penyakit yang menyerang usia lanjut, namun seiring berjalannya waktu muncul berbagai penelitian yang menyatakan hipertensi dapat muncul pada usia remaja. Hipertensi yang muncul saat remaja akan berlanjut sampai dewasa, hal tersebut akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Cenderawasih khususnya pada niat untuk melakukan aktivitas fisik pada mahasiswa. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional, yang dilaksanakan Mei – Juli 2021. Sumber data dalam penelitian adalah data primer yang diperoleh dengan survey melalui kuesioner online. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa Universitas Cenderawasih sebanyak 100 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dengan uji korelasi Pearson dengan Confidence Interval 95%. Sebanyak 50% responden berniat melakukan aktivitas fisik seperti jalan cepat selama 30 menit tiga kali dalam seminggu dan menghindari kegiatan sedentary seperti terlalu lama bermain sambil memainkan ponsel. Faktor sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku memiliki korelasi yang positif dengan niat responden dalam melakukan aktivitas fisik. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan faktor sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku secara statistik signifikan dengan niat remaja melakukan aktivitas fisik (p=0,0000). Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku dengan niat mahasiswa melakukan aktivitas fisik.
Determinants of Diabetes Mellitus Type-2 in Integrated Guidance Post for Non-Communicable Diseases Participants in Jayapura Natalia Paskawati Adimuntja; Asriati
Miracle Journal of Public Health Vol 6 No 1 (2023): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v6i1.294

Abstract

The prevalence of Diabetes Mellitus in Indonesia in 2018 based on an examination of blood sugar levels in residents 15 years old is 8.5%, while in Papua, doctors diagnosed with a population aged 15 years are 1.1%. The purpose of this study is to determine the factors associated with type 2 diabetes mellitus in Non-Communicable Diseases (NCDs) Integrated Guidance Post participants at the Kotaraja Health Center, Jayapura City. This type of research is an observational study with a cross-sectional study design. The population of the study was people aged >15 years in the working area of the Kotaraja Health Center who visited the NCDs Integrated Guidance Post. The sample of this study was all participants of the Integrated Guidance Post of the NCDs with a total of 52 people. The sampling technique is total sampling. Statistical test using chi-square test. As many as 7 people (13.5%) of Integrated Guidance Post participants had type 2 DM and 45 people (86.5%) did not have type 2 DM. The results of the statistical analysis found age (p-value= 0.04), as well as fruit and vegetables (p-value= 0.004), had a relationship with the incidence of type 2 DM in Integrated Guidance Post of the Non-Communicable Diseases participants at the Kotaraja Health Center with a p-value <0.05. Factors related to the incidence of type 2 DM in NCDs Integrated Guidance Post participants at the Kotaraja Health Center were age and fruit and vegetable consumption. The active role of cadres and health workers in educating and screening the community is an effort to prevent and control Non-Communicable Diseases in the community.
PENGEMBANGAN KARTU TRUTH OR DARE UNTUK EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Fajrin Violita; Natalia Paskawati Adimuntja
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28010

Abstract

Abstrak: Kasus anemia pada remaja perlu mendapatkan perhatian khusus karena menjadi salah satu faktor risiko kejadian stunting. Anemia pada remaja putri rentan terjadi karena mengalami menstruasi setiap bulannya. Dampak anemia pada remaja juga dapat menurunkan daya tahan tubuh dan konsentrasi remaja sehingga berdampak pada proses belajarnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan hardskill mitra yaitu kemampuan mengembangkan kartu sebagai alat bantu edukasi tentang anemia pada remaja putri. Metode kegiatan pengabdian ini adalah edukasi menggunakan media kartu “Truth or Dare” tentang anemia. Tahapan kegiatan dimulai dari pra kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun mitra pengabdian ini berjumlah 2 orang, yaitu petugas promosi kesehatan dan penanggung jawab posyandu remaja di Puskesmas Emereuw, Kota Jayapura. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sejak bulan Juli-Agustus 2024 menghasilkan satu set kartu “Truth or Dare” tentang anemia. Evaluasi media kartu dilakukan di Posyandu Remaja Organda, Wilayah Kerja Puskesmas Emereuw. Hasilnya, dari total 12 peserta remaja putri, hasil pre-posttest berisi 12 pertanyaan, ditemukan peningkatan rata-rata pengetahuan remaja tentang anemia yaitu 9,17 menjadi 10,92 setelah edukasi menggunakan kartu “Truth or Dare”.Abstract: Anemia cases in teenagers need special attention because they are one of the risk factors for stunting. Anemia in teenage girls is prone to occur because they experience menstruation every month. The impact of anemia in teenagers can also reduce the body's resistance and their concentration, thus affecting their learning process. The aim of this community service is to improve partners' hard skills, specifically the ability to develop cards as educational tools about anemia for teenage girls. The method of this community service activity was education using the “Truth or Dare” card media about anemia. The stages of the activity start from pre-activity, implementation and evaluation. There are 2 partners, the health promotion officer and the person in charge of the youth posyandu at the Emereuw Community Health Center, Jayapura City. This community service activity was carried out from July to August 2024, produced a set of "Truth or Dare" cards about anemia. The evaluation of card media was carried out at the Organda Youth Posyandu in the Emereuw Community Health Center Working Area. As a result, from a total of 12 teenage girls participants, the pre-post with total 12 questions test, results found an increase in the average knowledge of adolescents about anemia, 9.17 to 10.92 after education using the "Truth or Dare" cards.