Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM GLS (GERAKAN LITERASI SEKOLAH) Hasna Khalishah Fadhilah; Dianita Widya Syaqina; Zaskia Nafasabilla; Decenni Amelia
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i2.1294

Abstract

This study aims to determine the improvement of elementary school children's literacy through the GLS (School Literacy Movement) program. This research uses a qualitative method with a literature study approach that aims to describe the findings of researchers on several scientific journal articles found according to the topic of discussion so that the results of the discussion are obtained. The results showed that the GLS program has a positive impact on improving the literacy skills of elementary school children through three stages in its implementation, namely the habituation stage, the development stage and the learning stage. The GLS program encourages students to participate in active reading activities, such as reading books outside formal lessons. GLS succeeds in attracting students' attention to read more through the provision of interesting reading books, such as illustrated stories, educational comics, and other reading materials that are appropriate for their age. With the routine implementation of the GLS program, it can provide an increase in reading and writing skills, as well as the growth of interest in reading, especially among elementary school children.
Efisiensi Kinerja Guru: Implementasi Model 3 Miles Stone Improvement Melalui Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SD Yohamintin Yohamintin; Suharjuddin Suharjuddin; Faridatul A’la; Dianita Widya Syaqina; Hasna Khalisahah Fadhilah; Ahmad Hafidh Alkaf
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v9i1.9971

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan kualitas kinerja guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai fasilitator, motivator, sekaligus teladan bagi peserta didik. Namun, masih banyak guru menghadapi kendala dalam penguasaan teknologi, inovasi metode mengajar, dan evaluasi diri berkelanjutan. Di sisi lain, sebagian guru juga belum aktif mengikuti pelatihan daring maupun workshop digital yang sebenarnya dapat meningkatkan keterampilan pedagogik dan penguasaan teknologi pendidikan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah penguatan kompetensi guru melalui penerapan Model 3 Miles Stone Improvement (MSI) di SDN Teluk Pucung VI Kota Bekasi. Program difokuskan pada tiga aspek, yaitu penyusunan Individual Development Plan (IDP), pelatihan konsep deep learning, serta pemanfaatan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan dan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan, dan analisis dan pelaporan kemudian dalam tiga sesi pelatihan disertai Pre-Test dan Post-Test untuk menilai efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh guru (100%) telah memiliki rencana pengembangan diri, dengan 60,9% berkeinginan melanjutkan studi formal. Pemahaman guru terhadap deep learning meningkat hingga 95,7% dan pengetahuan mencapai 97,3%, sedangkan pemahaman HOTS–LOTS naik menjadi 73,9%. Pelatihan juga memperkuat penerapan 8 dimensi profil lulusan serta penyusunan IDP, meski penelitian tindakan kelas masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi kinerja guru sekaligus memperkuat kesiapan guru menghadapi tantangan pendidikan abad 21.