Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan dan Sosialisasi Pengembangan Mesin Spinner Berbasis IoT IKM Bawang Goreng CV Ainun Jaya Muh. Farid Hidayat; Nurhajawarsi Nurhajawarsi; Mahlina Ekawati; Odilia Valentine; Yusriadi Yusriadi
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1224

Abstract

CV Ainun Jaya merupakan salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) yang memulai usaha sejak Februari 2016 dan bergerak di bidang industri makanan. IKM CV Ainun Jaya berlokasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Indonesia. Salah satu produk yang diproduksi oleh CV Ainun Jaya adalah bawang goreng. Dari hasil observasi awal yang dilakukan Tim PkM AK-Manufaktur Bantaeng diketahui bahwa salah satu faktor yang menghambat peningkatan jumlah produksi bawang goreng adalah alat peniris (spinner) yang dimiliki oleh CV Ainun Jaya hanya satu unit berukuran kecil untuk fungsi ganda yaitu sebagai peniris air dan juga peniris minyak. Berdasarkan hasil observasi tersebut maka tim PkM mengusulkan untuk mengadakan pengabdian dalam bentuk pengembangan mesin peniris (spinner) berbasis Internet of Things. Adapun hasil kegiatan pengabdian dilakukan penyerahan alat spinner berbasis IoT sekaligus induksinasi alat. Tim PkM juga mengadakan sharing session dan pengenalan alat spinner berbasis berbasis IoT kepada mahasiswa.
Peningkatan Daya Saing Keripik Jamur Pippisi melalui Pencantuman Informasi Nilai Gizi dan Pembaruan Desain Kemasan pada IKM Rumah Jamur Mega Fia Lestari; Muhammad Taufiq Thahir; Nur Asmi Rahmawati; Muh. Farid Hidayat; Jamaluddin Gesrianto A’ban
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.647

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing keripik jamur Pippisi yang diproduksi oleh IKM Rumah Jamur di Kab. Bantaeng, Sulawesi Selatan, melalui pencantuman informasi nilai gizi dan pembaruan desain kemasan yang lebih informatif dan menarik. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan dan observasi, edukasi informasi nilai gizi sesuai regulasi BPOM, penyusunan Informasi Nilai Gizi (ING) menggunakan aplikasi Cetak ING Mandiri, perancangan desain kemasan, serta pencetakan dan implementasi kemasan pada produk siap edar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk keripik jamur Pippisi telah dilengkapi tabel informasi nilai gizi yang sesuai ketentuan BPOM dan menggunakan kemasan baru yang lebih informatif, profesional, serta menarik secara visual. Penerapan kemasan baru diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat identitas merek, dan memperluas peluang pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan IKM pangan lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Pengembangan Filamen 3D Printing dari Strip Sampah Plastik Polyethylene Terephthalate Daur Ulang Muhammad Ali Chandra; Muh. Farid Hidayat
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Armatur (in Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v7i2.11927

Abstract

Polyethylene Terephthalate (PET) plastic waste is one of the most common types of waste whose volume continues to increase and poses a significant threat to the environment. This study aims to develop 3D printing filament from recycled PET bottle strips and evaluate the effect of printing parameters on the quality of printed parts produced using Fused Deposition Modeling (FDM) technology. An experimental method was employed, consisting of cleaning, drying, cutting PET bottles into strips measuring 8–12 mm, filament extrusion at a temperature of 220°C, and specimen printing using nozzle temperature variations of 255°C, 265°C, 275°C, and 285°C, combined with bed temperatures of 50°C and 70°C. The results showed that the produced filament had a diameter ranging from 1.65 to 1.80 mm, which is close to the standard diameter of commercial filament (1.75 mm). The quality of the printed parts was influenced by the combination of nozzle and bed temperatures.