Simon Sindhu Hendradjaja
Department Of Aeronautical Engineering, Air Chief Marshal Suryadarma Aerospace University, Jalan Protokol Halim Perdana Kusuma Komplek Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta 13610

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Numerik Pengaruh Geometri Burung Berbentuk Capsule Terhadap Tekanan Impak Pada Kasus Bird Strike Endah Yuniarti; Simon Sindhu; Sahril Afandi S
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i2.218

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh geometri burung terhadap tekanan impak pada kasus tabrak burung, yaitu tekanan hugoniot dan stagnasi. Geometri burung berbentuk  capsule atau silinder dengan kedua ujung setengah bola. Geometri disimulasikan dengan rasio L/D yang berbeda yaitu 1,4;1,6; 1,8 dan 2. Model material elastis, plastis, hidrodinamik digunakan pada simulasi. Simulasi model burung dilakukan dengan metode lagrangian pada variasi kecepatan 100 m/s, 200 m/s dan 300 m/s. Hasil simulasi menunjukkan dengan variasi rasio L/D diperoleh nilai tekanan Hugoniot jauh lebih tinggi sekitar 10-19 kali lipat tekanan stagnasi pada L/D = 1,4, 8-18 kali pada L/D = 1,6, 9-17 kali pada L/D = 1,8 dan 4-16 kali pada L/D = 2. Nilai tekanan Hugoniot menunjukkan nilai yang lebih rendah pada rasio L/D 1,6 dibanding rasio lainnya pada kecepatan 200 m/s dan 300 m/s dan tekanan stagnasi lebih tinggi pada rasio L/D 2 pada kecepatan impak 200 m/s dan 300 m/s.   This research studies influence of bird geometry on impact pressures during bird strike, namely Hugoniot and Stagnation pressure. Bird geometry is capsule or cylinder with hemisphere end. The geometry is simulated with different L/D ratio, 1.4, 1.6, 1.8 and 2. Elastic-plastic hydrodynamic material model is used in simulation. Bird model simulation are using lagrangian method and initial velocities are 100 m/s, 200 m/s dan 300 m/s. The results show variation of L/D ratio provide Hugoniot pressure 10-19 times higher than stagnation pressure in L/D = 1.4, 8-18 times in L/D = 1.6, 9-17 times in L/D = 1.8 and 4-16 times in L/D = 2. Hugoniot pressures show lower in ratio L/D = 1.6 compared to other for velocities 200 m/s and 300 m/s and stagnation pressure higher in ratio L/D = 2 for velocities 200 m/s and 300 m/s.
Pengaruh Center Of Gravity terhadap Horizontal Stabilizer saat Landing pada Pesawat Airbus A320 Hendrajaja, Simon Sindhu; Arifin, Mufti; Raditya, Dewandra Ramadhan Alif
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Weight and Balance adalah suatu hal yang wajib dilaksanakan oleh petugas di lapangan sebelum pesawat dioperasikan atau diterbangkan. Perhitungan yang tidak tepat akan menimbulkan masalah besar, seperti pesawat akan kehilangan performanya dan kemungkinan tidak dapat diterbangkan. Perhitungan kesetimbangan gaya dan momen ditentukan oleh letak center of gravity (CG), sehingga letak titik CG mempengaruhi kesetimbangan gaya dan momen saat tinggal landas dan mendarat. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh letak CG pada lift di pesawat dipengaruhi oleh perhitungan nilai Dt dan Dw, dan membutuhkan nilai berdasarkan pusat titik CG. Apabila titik CG semakin ke depan/ke belakang, maka akan mempengaruhi nilai lift tail pada pesawat. Selain itu, diperoleh pula kesimpulan bahwa hasil nilai CG berdasarkan variasi yang ditentukan mempengaruhi hasil perhitungan pada landing performance. Apabila titik CG semakin ke depan/belakang maka akan mempengaruhi nilai Vstall, ground roll, dan total landing distance.Dari hasil yang didapatkan, pada variasi 2 dengan nilai CG paling rendah 18,853, menghasilkan jarak landing paling besar 1796,864 m, dan sebaliknya pada nilai CG yang paling tinggi 19,404, menghasilkan jarak landing yang rendah 1703,464. Maka dari variasi yang ada, variasi yang memiliki titik CG yang paling kedepan adalah variasi 2 sehingga vstall nya semakin besar dan jarak landing-nya semakin panjang, dan di variasi yang memiliki titik paling kebelakang adalah variasi 1 sehingga vstall nya semakin kecil dan jarak landing-nya semakin pendek.
Perencanan Maintenance Store Pada Maskapai Cargo RRR venza, Venza Fawwaz Tsulatsa; Mufti Arifin; Simon Sindhu H
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v3i2.109

Abstract

Perencanaan maintenance store yang optimal sangat penting bagi keberlangsungan operasional maskapai kargo. Penelitian ini bertujuan untuk persediaan sparepart dan tools yang dibutuhkan, kebutuhan maintenance store dan penempatan persediaan sparepart pada operasional pesawat kargo. Fokus utama adalah pada optimalisasi penyimpanan dan efisiensi operasional. Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data pekerjaan transit check dan daily check, Menentukan kebutuhan parts dan tools, menentukan kebutuhan ruangan, rancangan penempatan dan analisis penempatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sparepart yang sering digunakan yaitu locking wire, brake, majun,  wheel, oil engine, greasee, axle jack, torque wrench dapat terpenuhi dengan baik untuk mendukung kelancaran dan efisiensi operasional. hasil perhitungan kebutuhan sparepart dan tools ruang minimal yang diperlukan untuk maintenance store ini adalah 50,4 m² serta kebutuhan maintenance store ini sudah terpenuhi dengan perencanaan luas sebesar 66 m², pengelolaan penempatan sparepart dan tools berukuran besar dan berat diletakan dibawah sedangkan berukuran kecil diletakan di suatu rak, persentase  luas kebutuhan dari luas perencanaan yaitu 76%.   Optimal maintenance store planning is very important for the continuity of cargo airline operations. This study aims to inventory spare parts and tools needed, maintenance store requirements and placement of spare parts inventory on cargo aircraft operations. The main focus is on storage optimization and operational efficiency. The research methodology involves collecting data on transit check and daily check work, determining the need for parts and tools, determining space requirements, placement design and placement analysis. The results of the research show that spare parts that are often used, namely locking wire, brakes, magazines, wheels, engine oil, grease, axle jacks, torque wrench can be fulfilled properly to support smooth and efficient operations. the results of the calculation of the need for spare parts and tools the minimum space required for this maintenance store is 50.4 m² and the needs of this maintenance store have been met with a planning area of 66 m², the management of the placement of large and heavy spare parts and tools is placed below while small ones are placed on a shelf, the percentage of the required area of the planning area is 76%.
Studi Numerik Perbandingan Perilaku Struktur Auxetic Chiral dan Honeycomb Pada Pembebanan Tekan dan Impact Simon Sindhu Hendradjaja; Algazali, Febri; Syarifah Fairuza; Budi Aji Warsiyanto; Riskha Agustianingsih
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v10i2.128

Abstract

This study aims to compare the structural performance of auxetic chiral and honeycomb sandwich panels under compression and impact loading to identify their potential application in lightweight aerospace structures. Numerical simulations were conducted using the ABAQUS platform to analyze the mechanical response and failure behavior of both core designs. A mesh convergence study was performed to ensure accurate and reliable simulation results. The impact tests were conducted at energy levels of 5 J, 10 J, and 20 J, while compression tests were applied with a displacement of 4 mm. The results show that the auxetic chiral core demonstrates superior performance compared to the honeycomb core by achieving smaller deformations and better energy absorption under equivalent impact forces. Furthermore, the auxetic chiral core exhibits a higher compressive strength of up to 111 MPa, outperforming the honeycomb core, which withstands only 50 MPa. Failure analysis also reveals that facesheets on auxetic panels experience significantly smaller damage areas compared to honeycomb panels. These findings indicate that auxetic chiral cores offer promising advantages for designing lightweight, impact-resistant aerospace structures.
Structural Evolution and Ionic Conductivity of Al2O3-Doped LLZO via Single Heat Treatment Yuniarti, Endah; Priyono, Slamet; Sindhu Hendradjaja, Simon; Setiawan, Jan; Prijono, Kusdi; Femlee R, Brity
Jurnal Ilmu Fisika Vol 17 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.17.2.157-170.2025

Abstract

This study investigates the synthesis via solid state reaction and characterization of Li₇La₃Zr₂O₁₂ (LLZO) as a solid electrolyte doped with Al₂O₃ using a one-step heat treatment (sintering at 900°C for 4 hours). Samples were prepared with doping variations; pure LLZO (0Al-LLZO), 0.25Al-LLZO, and 0.5Al-LLZO, based on the formula  with x = 0, 0.25, and 0.5, and were mixed using ball milling for 4 hours at 25 Hz. XRD and Rietveld refinement confirmed the formation of a dominant tetragonal Li₇La₃Zr₂O₁₂ phase alongside minor secondary phases. Grain sizes ranged from 1.2 to 1.3 µm, and densification improved with increasing Al content. The 0.25Al-LLZO sample exhibited the highest ionic conductivity of 2.83 × 10⁻⁹ S/cm at room temperature, representing a 2.96-fold increase over undoped LLZO. These results indicate that Al doping significantly enhances structural stability and Li-ion transport in LLZO electrolytes processed at moderate temperatures.
ANALISIS PEMBEBANAN STATIS PADA STRUKTUR HEXACOPTER DRONE UNTUK PERTANIAN (DRUPER) Erlangga, Noval; Sindhu, Simon; Yuniarti, Endah
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v9i1.100

Abstract

Menurut data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal – Kementerian Pertanian 2020, area lahan pertanian di Indonesia seluas 36.817.086 Hektar. Dengan luas lahan pertanian yang begitu potensial, petani bisa menggunakan teknologi drone untuk membantu tugas untuk meningkatkan produktifitas. Tujuan dari peneltian ini untuk mengetahui nilai kekuatan yang diterima drone dalam menahan beban pada kondisi terbang hover. Desain drone terdiri dari tiga bagian utama yaitu Body frame menggunakan material plastik polikarbonat, Support structure, dan Skid yang menggunakan material aluminium dengan konfigurasi hexacopter. Sketsa dan model drone didesain dan dirancang menggunakan perangkat lunak CAD (Computer Aided Design) Solidworks dan simulasi pembebanan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak CAE (Computer Aided Engineering) ANSYS Workbench. Perhitungan simulasi analisis kekuatan struktur drone dengan metode elemen hingga diperoleh nilai Regangan Von Mises sebesar 0,00089 dan Tegangan Von Mises maksimum sebesar 21,96 MPa yang terjadi pada bagian komponen Support Structure. Dimana nilai tegangan ini masih dibawah nilai kekuatan luluh (Yield Strength) materialnya yang berupa aluminium 6061-T6 yaitu sebesar 259,2 MPa, sehingga secara umum drone untuk pertanian ini dinyatakan aman.