Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengontrol Lampu dengan Prototipe pada Rumah Cerdas Konsep Internet of Thinfgs Menggunakan Arduino Berbasis Web Yustinus Sanda Bungin Ada; Duma Pabiban; Maria.D. Bajowawo; Fransiskus Seda
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3071

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kenyamanan dan efisiensi energi, teknologi smart home berbasis Internet of Things (IoT) semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu elemen penting dalam smart home adalah pengendalian lampu dari jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol lampu berbasis IoT menggunakan Arduino yang dapat dioperasikan melalui aplikasi smartphone, untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan penghuninya. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, di mana sistem diuji untuk mengoperasikan lampu dari jarak jauh dengan memanfaatkan koneksi internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian lampu dapat berfungsi dengan baik, dengan waktu respons antara 1,6 hingga 3,99 detik. Sistem ini juga memungkinkan pengoperasian lampu di lokasi yang berbeda, seperti Oebobo (TDM2) - Penfui (PNK), Flores-NTT ke Penfui (PNK), dan Malaysia-Indonesia (Penfui-NTT). Implikasi dari penelitian ini adalah sistem kontrol lampu berbasis IoT dapat digunakan untuk mengurangi pemborosan energi di rumah tangga, meningkatkan kenyamanan penghuni, serta memberikan kontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penelitian ini juga memberikan wawasan mengenai penerapan teknologi IoT dalam sistem smart home yang lebih efisien dan terjangkau.
Analisa Hasil Pengujian Resistor Filem Karbon 4 Gelang Warna dan Metal Filem Resistor 5 Gelang Warna Fransiskus Seda; Yustinus Sanda Bungin Ada
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i6.2712

Abstract

The rapid development of technology today has a significant impact, especially in the field of education, especially for students who are not able to carry out measurements of electronic components, such as resistors of four and five color bracelets. This study was conducted on 10 resistors of four color bracelets and 10 resistors of five color bracelets to determine the value of resistance, voltage, and current in each resistor. The measurement results of the carbon film resistor show the lowest resistance value of 47? and the highest 56,000?. Meanwhile, in the five-color bracelet film metal resistor, the lowest resistance value is 1? and the highest is 3,300?. In voltage analysis, the four-band resistor produces the lowest voltage of 18.6 mV and the highest of 220.5 mV, while the five-band resistor of the color bracelet produces the lowest voltage of 210 mV and the highest of 220.9 mV. For current analysis, the color four-band resistor has a lowest current of 0.003 mA and a highest of 220 mA, while a color bracelet resistor has a lowest current of 0.1 mA and a highest of 4.7 mA. This measurement and analysis is expected to help technicians and students majoring in Electrical Engineering in understanding the value of resistance, voltage, and current on four and five color bracelet resistors in Basic Electronics lectures.
Penerapan Standar Instalasi Tenaga Listrik Satu Fasa Golongan Tarif R1 pada Rumah Tinggal di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Fransiskus Seda; Yustinus S.B Ada; Rochani Rochani; Markus Daud Letik; Zilman Syarif
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7619

Abstract

Instalasi listrik yang tidak sesuai standar merupakan penyebab utama kebakaran rumah dan sengatan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan instalasi listrik satu fasa pada rumah tangga golongan tarif R1 (daya 450-2200 VA) di Kota Kupang terhadap standar PUIL, SPLN, dan SNI. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan pada 40 sampel pelanggan yang dipilih secara purposive dari total 166.905 pelanggan di Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan melalui inspeksi visual komponen (kabel, sakelar, stopkontak, MCB, PHB) dan pengukuran resistansi isolasi kabel menggunakan multimeter digital serta resistansi pentanahan menggunakan earth tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% instalasi menggunakan kabel NYM 3x2,5 mm2 dengan merek Visicom dan Eterna. Namun, 45% dari 40 instalasi memiliki resistansi pentanahan di atas standar 5, dengan nilai tertinggi mencapai 834. Selain itu, 7,5% instalasi menunjukkan resistansi isolasi yang sangat rendah (<1 M), mengindikasikan adanya kerusakan isolasi serius. Ditemukan pula ketidaksesuaian kapasitas pengaman MCB, termasuk satu instalasi dengan MCB 25A pada kabel 2,5 mm2 yang berisiko menyebabkan kebakaran akibat beban lebih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kualitas komponen terpasang umumnya baik, kegagalan pada teknik instalasi, khususnya sistem pentanahan dan pemilihan MCB, menciptakan risiko keselamatan yang signifikan. Implikasi praktisnya adalah perlunya inspeksi berkala wajib dan penerapan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kebakaran dan sengatan listrik di Kota Kupang.