Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Mencegah Stunting Citra Elly Agustina; Diah Winatasari; Atik Maria
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.1970

Abstract

Stunting is a major nutritional problem among toddlers in Indonesia that remains unresolved. According to the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey, 16.8% of toddlers are underweight, 19.8% are stunted, and 6.2% are malnourished. According to the WHO, the interaction of various factors causing stunting consists of four factors: family and household factors, breastfeeding, complementary feeding, and infection. One family and household factor can be caused by teenage pregnancy or unwanted pregnancies. These problems begin with premarital sexual behavior, which leads to pregnancy and abortion. One effort to address adolescent reproductive health issues is through the provision of adolescent reproductive health services. Adolescent reproductive health services aim to prevent and protect adolescents from risky sexual behavior that can impact reproductive health. The methods used include education, discussion, and counseling related to adolescent reproductive health and stunting prevention. The results of reproductive health education resulted in a 29-point increase in scores.
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Optimalisasi Pengawasan Konvensional dan Pendampingan Buku KIA dalam Asuhan Ibu Nifas Risiko Tinggi di Wilayah Dinas Kesehatan Kota Salatiga Diah Winatasari; Citra Elly Agustina; Retnaning Muji Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2193

Abstract

The postpartum period is a critical time associated with various health risks, particularly for high-risk mothers. Limited healthcare personnel available for monitoring necessitates the empowerment of community health volunteers (*kader*) to assist with early detection and support for postpartum mothers. This initiative aimed to enhance the capacity of these volunteers by optimizing conventional monitoring methods and guiding the use of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook (*Buku KIA*) in the care of high-risk postpartum mothers in Salatiga. An active participatory partnership approach was employed from August to November 2025, comprising three stages: preparation and coordination, volunteer training, and guidance and supervision of home visits. The program involved volunteers, high-risk postpartum mothers, university students, and faculty members. Results demonstrated improved volunteer knowledge and skills regarding the detection of postpartum danger signs and the use of the MCH Handbook as a monitoring tool. All volunteers accurately completed monitoring forms and provided support in accordance with postpartum care standards. This support contributed to adherence to postpartum visit schedules, successful physical recovery, smooth lactation, and the absence of maternal complications or psychological issues.
ANALISIS IMPLEMENTASI PERMENKES NO. 21 TAHUN 2021 DAN UU NO. 4 TAHUN 2024 DALAM PENDAMPINGAN IBU NIFAS RISIKO TINGGI DI KOTA SALATIGA Diah Winatasari; Citra Elly Agustina; Retnaning Muji Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v11i1.365

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis yang rentan terhadap terjadinya komplikasi, terutama pada ibu dengan riwayat kehamilan risiko tinggi. Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai regulasi untuk menjamin pelayanan nifas yang komprehensif, namun implementasinya di tingkat pelayanan kesehatan perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi regulasi pemerintah terhadap keberhasilan pendampingan ibu nifas dengan riwayat kehamilan risiko tinggi di wilayah Dinas Kesehatan Kota Salatiga tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus mendalam. Informan terdiri atas satu bidan koordinator, 37 kader kesehatan, 37 ibu nifas dengan riwayat kehamilan risiko tinggi, 17 mahasiswa, dan 7 dosen pendamping. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 berjalan efektif melalui pemenuhan kunjungan nifas KF1–KF4 sebesar 100%, kolaborasi tenaga kesehatan dan kader, serta pendampingan berkelanjutan berbasis komunitas. Seluruh ibu nifas menunjukkan hasil klinis yang baik tanpa komplikasi medis maupun gangguan psikologis. Keberhasilan program didukung oleh sinergi tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan kepatuhan ibu nifas terhadap asuhan yang diberikan. Implementasi regulasi yang optimal berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan ibu nifas risiko tinggi.
PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN BANYUANYAR KABUPATEN Rahayu Yuliana Watiningrum; Agoesta Pralita Sari; Putri Resmawati; Isnaini Novitasari; Citra Elly Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v11i1.366

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis adalah senam hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Kelurahan Banyuanyar Kabupaten Sampang. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-test and post-test control group design. Sampel berjumlah 28 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 14 responden menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan senam hipertensi sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p=0,018 (<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dengan nilai p=0,157 (>0,05). Senam hipertensi terbukti berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan efektif dalam membantu pengendalian tekanan darah.