Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implications of Parents for Continuing Children's Education in Katilombu Village, Sampolawa District, South Buton Regency La Ode Yuda Febriadi; Madi Madi
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 1 No. 1 (2023): MARCH, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research are: (1) To find out what parents' implications are for children's education in Katilombu Village, Sampolawa District, South Buton Regency; (2) To determine the progress of children's continuing education in Katilombu Village, Sampolawa District, South Buton Regency. The research approach used in this research is qualitative research. The data collection techniques used were through observation, interviews and documentation. The data collection procedure involves conducting research directly at the location used as the research target and also collecting data by quoting expert opinions, then when the data is collected the author carries out a qualitative descriptive analysis. Every research activity certainly has a population and sample. The population for this study was 163 people, while the sample was 18 people. The results of the research show that: (1) the implications of parents or the role of parents in Katilombu Village, Sampolawa District, South Buton Regency are generally very good, they guide their children well and motivate their children to remain enthusiastic in pursuing and achieving goals. education up to a higher level. (2) basically the continuation of children's education in Katilombu Village is said to be very good because parents in Katilombu Village always instill motivation in their children to be enthusiastic about achieving education up to higher education.
DAMPAK PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) TERHADAP EKSISTENSI LEMBAGA PENDIDIKAN (Studi Kasus pada SD Negeri 41 Buton) Madi Madi; Sulasri Sulasri
SYATTAR Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal: Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak dari Program Keluarga Berencana (KB) terhadap eksistensi lembaga pendidikan, khususnya pada SD Negeri 41 Buton. Program KB bertujuan mengendalikan pertumbuhan populasi dengan mengedukasi dan memberikan akses terhadap metode kontrasepsi kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada SD Negeri 41 Buton. Data dikumpulkan melalui Observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan pihak-pihak yang memahami masalah sehubungan dengan peneitian ini. Selain itu, data sekunder dari dokumen-dokumen terkait pendidikan dan Program KB juga dikumpulkan untuk mendukung analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa program KB memiliki dampak yang signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan, terutama pada SD Negeri 41 Buton, Dampak tersebut meliputi: 1) Penurunan angka kelahiran, sebagai akibat dari partisipasi aktif masyarakat dalam program KB yang berdampak pada jumlah calon siswa baru di SD Negeri 41 Buton dari waktu ke waktu; 2) Dengan alat kontrasepsi yang digunakan, menyebabkan banyak ibu-ibu mengeluh karena tidak cocok dengan kesehatannya; 3) Dampak sosial budaya. Partisipasi dalam program KB telah mengubah pandangan masyarakat terhadap keluarga yang lebih kecil dan lebih berkualitas
PERAN MAJELIS TAKLIM KHAERUNNISA DALAM MEMBANGUN NILAI-NILAI AGAMA PADA MASYARAKAT DESA KAKENAUWE KABUPATEN BUTON Madi Madi; Maudin Maudin
SYATTAR Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Syattar: Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran majelis taklim khaerunnisa desa kakenauwe dalam membangun nilai-nilai agama masyarakat. Majelis Taklim merupakan lembaga pendidikan informal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat sejak masa Rasulullah Muhammad saw. Walaupun kegiatan taklimnya dilakukan dengan cara diam-diam (sirriyyah fardiyyah). Penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bertujuan membuat dekripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta secara empiris di lapangan. Dalam proses pengumpulan data serta fakta-fakta di lapangan penulis menggunakan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran majelis taklim khaerunnisa Desa Kakenauwe dalam membangun nilai-nilai keagamaan masyarakat sangat bermanfaat sebab dengan kegiatan pengajian rutin bulanan dapat memperoleh pengetahuan tentang ilmu-ilmu agama, dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca al-Quran, walaupun pada sisi lain terdapat beberapa hambatan dalam penyelenggaraan Majelis diantaranya sarana dan prasarana serta faktor pendidikan dari para pengurus dan anggota yang beragam.
Kegiatan Observasi Perangkat Pembelajaran dalam Praktek Pengenalan Lapangan Persekolahan di MAN 1 Kota Baubau Madi Madi; Mawar Eka Septian; Armed Tahyas
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 1 No. 2 (2023): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran di MAN 1 Kota Baubau. Kegiatan pengabdian ini menggunakan praktek kepada mahasiswa dalam melaksanakan prosedur mengajar. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru MAN 1 Kota Baubau. Teknik yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut adalah dengan memberikan bantuan kepada mahasiswa untuk menjadi guru yang baik di kemudian hari, berupa tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Kepala sekolah dan guru MAN 1 Kota Baubau terlibat dalam kegiatan ini. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa guru MAN 1 Kota Baubau menggunakan K13 dan juga kurikulum merdeka. Tersedianya RPP, Guru menggunakan buku cetak sebagai media pembelajaran. Guru menyusun materi pokok pembahasan. Selain itu guru menggunakan media yang menunjang pembelajaran, namun penggunaan media elektronik seperti infokus pada setiap guru belum ada karena belum tersediannya infokus pada sekolah tersebut. Guru menggunakan buku cetak dan juga media sosial sebagai referensi bacaan. Proses pembelajaran siswa cukup tenang dalam menerima materi dan mampu menerapakan apa yang telah diajarkan oleh guru. Guru menyiapkan LKS kadang di berikan secara lisan maupun tulisan. Guru selalu memberikan ulangan harian. Perangkat evaluasi telah disusun berdasarkan kompetensi dasar untuk mengetahui pencapaian minimal mata pelajaran.