Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan LKPD IPAS Berbasis Problem Based Learning pada Materi Siklus Hidup Makhluk Hidup Kelas III SDN Campor 2 Geger Bangkalan Fadilatul Fitriyah; Isna Ida Mardiyana
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2729

Abstract

The background of this study was the limited availability of teaching materials used in the learning process, which hindered students' understanding of the subject matter. As a result, students learning outcomes in Science and Social Studies (IPAS), particularly on the topic of life cycles, remained low. This study aimed to develop an Integrated Science and Social Studies Student Worksheet (LKPD IPAS) based on the Problem-Based Learning model for the animal life cycle material for third-grade students at UPTD SDN Campor 2, Geger District, Bangkalan Regency. This study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and tests. The results showed that the developed LKPD met the criteria of validity, effectiveness, and attractiveness. Product validity was demonstrated by expert validation scores from learning design experts (96.66%), material experts (96.42%), and teaching material experts (95.31%), all categorized as highly valid. Product effectiveness was indicated by 90% classical learning mastery and supported by student activity observations (90.83%), categorized as highly effective. Product attractiveness was shown by student responses (91.83%), this value is categorized as highly attractive. Therefore, the developed LKPD is suitable for use in the learning process.
Penguatan Kemampuan Numerasi dan Keterampilan Proses Sains Melalui Pendekatan Ethnomathscience Pada Kelompok Kerja Guru Sekolah Dasar Isna Ida Mardiyana; Rika Wulandari; Sigit Susanto Putro; Diana Susilowati; Noura Aulya Damayanti; Nina Rosiana; Roukhil Ummu Hani'; Fadilatul Fitriyah; Andini Wulan Cahyani; Virna Dwi Agustin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 3 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i3.29022

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan numerasi dan keterampilan proses sains (KPS) guru sekolah dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Guslah IV Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil rapor pendidikan yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh sekolah di kelompok tersebut memiliki capaian numerasi siswa pada kategori sedang, yang disebabkan oleh keterbatasan refleksi pembelajaran dan kurangnya inovasi dalam praktik mengajar. Program ini dirancang untuk memberdayakan guru melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penerapan pendekatan Ethnomathscience yang mengintegrasikan konteks budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika dan sains menggunkan model yang merujuk pada prinsip Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan langsung peserta melalui siklus tindakan reflektif meliputi tahapan identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan di KKG Guslah IV Kabupaten Bangkalan yang terdiri atas 8 sekolah di Kecamatan Bangkalan dengan jumlah peserta 50 orang meliputi kepala sekolah, guru matematika serta guru IPAS dari masing-masing sekolah di KKG Guslah IV. Tim pengabdi berjumlah 8 orang yang terdiri atas 2 orang dosen PGSD, 1 orang dosen Teknik Informatika, beserta 5 orang mahasiswa PGSD. Kegiatan meliputi lokakarya, penyusunan modul ajar, penerapan di kelas, serta evaluasi reflektif. Hasil pelaksanaan menunjukkan berdasarkan evaluasi sumatif, yaitu 92% guru telah memahami pendekatan ethnomathscience dan 96% guru mampu mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran berbasis budaya secara mandiri serta membangun lingkungan belajar yang kaya teks dan kontekstual. Hasil tersebut telah melampaui target minimal 90% peserta yang ditetapkan sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif dan kontekstual untuk memperkuat kemampuan numerasi dan KPS siswa.