Angga Denuyasa
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Digital Marketing Media Sosial Dalam Meningkatkan Daya Saing Sekolah Islam Nelly Rahmania; Milza Arista; Angga Denuyasa; Agung Hanapi; Asep Rohman
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menganalisis penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi strategis dalam membangun merek madrasah dan memperkuat daya saing sekolah Islam di zaman digital. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka (library reaserch). Data yang dikumpulkan berasal dari beragam sumber tertulis yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, studi terdahulu, dan dokumen yang berhubungan dengan pemasaran digital serta media sosial dalam pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi yang mencakup membaca, mencatat, merangkum, dan menganalisis berbagai literatur, yang kemudian diinterpretasikan dengan cara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital melalui media sosial berperan signifikan dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan, menarik minat calon siswa, serta memperluas jangkauan promosi sekolah Islam. Pelaksanaan strategi tersebut mencakup identifikasi audiens sasaran, penetapan tujuan pemasaran yang jelas dan terukur, peningkatan interaksi yang responsif, pembuatan konten yang konsisten dan menarik, kerja sama dengan influencer, serta evaluasi dan optimalisasi berdasar data keterlibatan pengguna. Platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, dan website terbukti efektif dalam menciptakan komunikasi timbal balik dengan masyarakat dan orang tua siswa, serta memperkuat reputasi dan loyalitas pelanggan dalam bidang pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemasaran digital yang berbasis media sosial yang terintegrasi merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat daya saing sekolah Islam. Penerapan digital marketing dapat meningkatkan jumlah pendaftar siswa, memperkuat citra sekolah, meningkatkan kepuasan dan loyalitas orang tua, serta mendorong keberlanjutan lembaga pendidikan melalui hubungan yang saling menguntungkan antara institusi dan pengguna layanan pendidikan.
Proses Pembentukan Kebijakan Pendidikan: Analisis Deskriptif Tahapan Dan Dinamika Politik Sherly Nur Hidayah; Angga Denuyasa; Dina Novita; Abdul Kodir; Afriantoni Afriantoni
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1266

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan kebijakan pendidikan dengan menitikberatkan pada tahapan kebijakan serta dinamika politik yang mempengaruhinya. Kebijakan pendidikan merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan sumber daya manusia, sehingga proses pembentukannya perlu dikaji secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses pembentukan kebijakan pendidikan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu identifikasi masalah, perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, implementasi, dan evaluasi. Setiap tahapan tersebut memiliki karakteristik tersendiri serta melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan yang berbeda. Dalam praktiknya, proses ini tidak selalu berjalan secara linear, melainkan sering kali dipengaruhi oleh dinamika politik yang kompleks. Dinamika politik memiliki pengaruh signifikan dalam setiap tahapan kebijakan, terutama dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan. Kepentingan aktor, distribusi kekuasaan, serta proses negosiasi menjadi faktor utama yang menentukan arah kebijakan. Kebijakan pendidikan tidak sepenuhnya bersifat netral, melainkan merupakan hasil kompromi dari berbagai kepentingan yang saling berinteraksi. Selain itu, tekanan dari kelompok kepentingan serta kondisi sosial-ekonomi juga turut mempengaruhi substansi kebijakan yang dihasilkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurangnya transparansi dan partisipasi publik dalam proses pembentukan kebijakan dapat mengurangi efektivitas kebijakan yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat akuntabilitas dalam setiap tahapan kebijakan. Dengan demikian, kebijakan pendidikan yang dihasilkan diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.