Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PENGUATAN KETANGGUHAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA: STUDI KASUS DI KELURAHAN KANGKUNG KOTA BANDAR LAMPUNG M. Fikri Akbar; Wahyu Hidayat; Hafri Yuliani; Della Ayu Lestari; Sandy Allifiansyah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi partisipatif dalam penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana, dengan studi kasus di Kelurahan Kangkung, Bandar Lampung. Kelurahan Kangkung merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif, yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program mitigasi bencana, berperan penting dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kesiapsiagaan masyarakat. Bentuk komunikasi yang digunakan meliputi dialog interaktif, pendekatan budaya lokal, serta pemanfaatan media tradisional dan digital. Namun, implementasi komunikasi kebencanaan menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur komunikasi, dan faktor budaya yang memengaruhi penerimaan informasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan, penguatan infrastruktur komunikasi, serta pendekatan komunikasi yang sensitif terhadap budaya lokal. Dengan demikian, komunikasi partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana, tidak hanya di Kelurahan Kangkung tetapi juga di wilayah-wilayah lain yang rentan terhadap bencana.
PEMANFAATAN MANGROVE RHIZOPHORA MUCRONATA MENJADI SABUN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MEMPERKUAT EKONOMI MASYARAKAT PULAU PANGGANG Filya Rizky Lestari; Della Ayu Lestari; Mitra Mustaricha; Saripudin Saripudin; Muhammad Fauzan ‘Ali Yahya; Yulia Puspita Sari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.10628

Abstract

Pulau Panggang di Kepulauan Seribu merupakan wilayah pesisir dengan potensi vegetasi mangrove yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Rhizophora mucronata memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan produk sanitasi ramah lingkungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun mangrove menjadi eco-soap, sekaligus memperkuat kesadaran konservasi dan peluang ekonomi kreatif. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang mengadopsi tahapan Participatory Action Research (PAR), meliputi sosialisasi, demonstrasi dan praktik pembuatan sabun, penerapan teknologi sederhana, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 23 peserta yang terdiri atas anggota PKK, pelaku UMKM, dan Karang taruna terlibat dalam kegiatan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,05). Peserta juga mampu menghasilkan prototipe sabun mangrove MangTerra sebagai produk awal. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kognitif dan keterampilan awal peserta, tetapi pengembangan produk masih memerlukan uji mutu, uji keamanan kulit, uji daya simpan, dan uji kelayakan usaha sebelum dipasarkan.