Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi IoT dalam Sistem Monitoring dan Kontrol Suhu Inkubator Mikroba Skala Laboratorium Suryadharma, Bertung; Nurluthfiyadi Ni'maturrakhmat, Viko
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Vol 4 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/plp.v4i2.6027

Abstract

Agro-Industry Management and Technology Laboratory is a laboratory unit used for educational activities, namely practicums and research. In these activities, an incubator is needed to grow microorganisms. Internet of Things (IoT) is a concept where objects can transfer and receive data through a network without requiring human-to-human or human-to-computer interaction. The development of technology allows for monitoring and remote control processes via smartphones. This study aims to design a smart microbial incubator with the same working principle as a conventional incubator. It has the advantages in terms of practicality and system integration of tools, low production costs, and can control and monitor the incubator temperature in real time. This study uses a design and construction method so that systematic steps are needed to produce appropriate products, starting from identifying the need for tools and materials, system design, software development, testing and evaluation. The results of the incubator temperature test, as determined by comparing the readings of the IR thermometer, are known to have a low average error rate of 0.47 °C. This study can design an incubator with a temperature controller and monitoring via a smartphone using the Blynk application.
Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Kopi Robusta: (Studi Kasus: Agroindustri Kopi Wijaya, Jember) Viko Nurluthfiyadi Ni'maturrakhmat; Shinta Diah Puspaningtyas; Diana Nurhayati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/73sb2s66

Abstract

Agroindustri kopi Wijaya yang berlokasi di Kabupaten Jember merupakan salah satu unit usaha pengolahan kopi robusta skala UMKM, dimana menghasilkan tiga jenis produk olahan yaitu green bean, roasted bean, dan ground coffee. Ketiga produk memiliki karakteristik pasar dan biaya produksi yang berbeda, sehingga balas jasa yang diterima tenaga kerja maupun pemilik usaha pada tiap jenis produk olahan kopi juga tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah pada produk olahan kopi robusta di agroindustri kopi Wijaya sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan strategis bagi keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan gambaran strategis bagi UMKM kopi dalam menentukan prioritas produk olahan untuk meningkatkan profitabilitas. Metode penelitian ini menggunakan analisis Hayami yaitu pendekatan kuantitatif untuk menghitung nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan dan pemasaran suatu produk, sekaligus menganalisis kontribusi faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, biaya antara, serta besaran keuntungan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk green bean memiliki nilai tambah sebesar Rp 876/kg dengan rasio 8% yang tergolong rendah, sedangkan roast bean dan ground coffee masing-masing mencapai Rp 65,465/kg dan Rp 62,913/kg dengan rasio sekitar 50% (high value-added). Berdasarkan temuan penelitian, agroindustri kopi Wijaya masih memiliki potensi peningkatan profit salah satunya melalui peningkatan rendemen kopi seperti penerapan pemupukan yang tepat, panen selektif petik merah, dan melalui inovasi pengolahan seperti metode full washed. Dari sisi hilir, pemilik usaha dapat memperbanyak penjualan produk ground coffee dengan melakukan perbaikan branding produk untuk memperkuat posisi di pasar dan menarik konsumen.
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK UNIT PENGGILINGAN PADI MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (STUDI KASUS) Purnomo, Bambang Herry; Suryaningrat, Ida Bagus; Agustin, Agnes; Ni’maturrakhmat , Viko Nurluthfiyadi
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.1.124-136

Abstract

Unit penggilingan padi masih menghadapi berbagai kendala dalam mengelola aktivitas rantai pasoknya mulai dari  pembelian bahan baku, pengolahan di pabrik, hingga pengiriman produk. Kendala dan masalah tersebut harus segera ditangani agar kinerjanya meningkat yang berdampak pada peningkatan daya saing, profitabilitas, dan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi struktur rantai pasok, menganalisis status kinerja rantai pasok dan memberikan rekomendasi perbaikan kinerjanya pada salah satu unit penggilingan padi skala kecil di Kabupaten Banyuwangi. Analisis kinerja dilakukan menggunakan matrik SCOR (Supply Chain Operation Reference) versi 11. Atribut kinerja yang digunakan meliputi reliability, responsiveness, agility, cost, dan management asset dimana masing-masing memiliki indikator kinerja. Penilaian kinerja dilakukan dengan membandingkan data aktual dengan data historis perusahaan, dimana mengacu pada kejadian nyata yang mencerminkan kondisi kinerja dari yang terburuk hingga yang terbaik untuk setiap indikator. Nilai kinerja rantai pasok terdiri atas tiga kategori yaitu  superior-advantage-parity (terbaik-baik-rendah). Indikator yang memiliki status kinerja superior adalah indikator total biaya pelayanan (72,64%) dan siklus cash-to-cash (1 hari). Sedangkan indikator dengan status kinerja advantage adalah indikator pemenuhan pesanan sempurna (80%), siklus pemenuhan pesanan (5 hari), dan fleksibilitas pemenuhan pesanan (5 hari). Indikator dengan status kinerja superior perlu dipertahankan, sedangkan indikator kinerja dengan status advantage perlu ditingkatkan dengan rekomendasi perbaikan yang disarankan.
A review on the digitalization of integrated halal assurance and quality management system Puspaningtyas, Shinta Diah; Hidayati, Luki; Ni'maturrakhmat, Viko Nurluthfiyadi
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2026.009.01.3

Abstract

Complex global food chains and rising demand for high-quality halal product requires better and more efficient management. Traditionally, the Halal Assurance System (HAS) and Quality Management System (QMS) have been implemented separately, resulting in overlapping processes and redundant documentation. In the era of digital transformation and Industry 4.0, integrating these systems digitally improves traceability, compliance, and overall organization’s performance. This review aimed to examine current trends, technologies, and research gaps related to the digitalization of integrated Halal and Quality Management Systems (HAS–QMS). A comprehensive literature analysis highlights the role of emerging technologies—such as blockchain, the Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), cloud computing, and big data analytics—in supporting halal integrity and quality assurance across the food value chain. The findings indicated that digital integration facilitates real-time monitoring, automated documentation, and improved audit readiness. However, challenges persist in areas such as data interoperability, standard harmonization, regulatory acceptance, and the digital readiness of small and medium enterprises. The paper proposed a conceptual framework for the digitalized integration of HAS and QMS, aligning technological capabilities with halal and quality compliance requirements. To align with industry 5.0, future research should standardize models, test performance, and integrate sustainability and ethical standards.