Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Mesin Perajang Otomatis dalam Produksi Kunyit Kering untuk Peningkatan Kemandirian Ekonomi Petani Desa Kalipang Purnomo, Dhika Aditya; Fipka Bisono; Tri Andi Setiawan; Rizal Indrawan; Riananda, Dimas Pristovani; Wicaksono, Zaki; Raditya, Pandu Pradipa
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v9i1.82

Abstract

Kunyit (Curcuma longa Linn.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Kediri dengan potensi ekonomi tinggi, namun pengelolaan pascapanen masih terkendala penggunaan metode manual yang tidak efisien. Proses perajangan tradisional menggunakan osrok menghasilkan irisan tidak seragam, sehingga menurunkan mutu kunyit kering dan daya saing produk di pasar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil melalui penerapan mesin perajang otomatis serta penguatan kapasitas manajerial petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis teknologi tepat guna, meliputi survei awal, pengadaan dan uji mesin, pelatihan teknis berbasis praktik langsung, pendampingan operasional, serta pelatihan manajerial. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pre–post test, catatan produksi, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil menunjukkan kapasitas produksi meningkat dari 40 kg/jam dengan metode manual menjadi 80 kg/jam dengan mesin otomatis, dengan mutu rajangan lebih seragam. Skor pemahaman mitra meningkat dari 2,8 menjadi 4,6 (skala 1–5), menandakan peningkatan signifikan dalam keterampilan operasional. Selain itu, mitra mulai menerapkan pencatatan usaha sederhana. Kesimpulan utama dari program ini adalah integrasi teknologi tepat guna dengan pelatihan dan pendampingan terbukti efektif meningkatkan produktivitas, mutu produk, serta kemandirian petani. Kontribusi program terletak pada model integratif yang dapat direplikasi pada komunitas tani lain untuk memperkuat ekosistem pertanian herbal lokal dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
PRODUKSI PROPELLER ALUMINIUM MEMANFAATKAN LIMBAH GERAM MESIN CNC PPNS Gilang Yuka Prahara; Widya Emilia Primaningtyas; Rizal Indrawan
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol. 9 No. 1 (2025): 9th Proceedings of Conference on Design Manufacture Engineering and its Applica
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cdma.v9i1.3631

Abstract

Propeller merupakan komponen vital dalam sistem propulsi kapal karena berfungsi mengubah energi kinetik menjadi gaya dorong. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah aluminium hasil pemesinan CNC dari Laboratorium CNC PPNS sebagai bahan baku alternatif pembuatan propeller dengan metode sand casting. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus mendukung pengelolaan limbah industri berkelanjutan. Proses pengolahan limbah dilakukan melalui tahap pencucian menggunakan larutan sabun sebanyak empat kali untuk menghilangkan minyak coolant, serta pemisahan logam ferro dengan metode magnetik sebanyak dua kali pada setiap siklus pencucian. Setelah pengeringan, material dilebur pada suhu 800°C sebelum dituangkan ke dalam cetakan pasir. Untuk memastikan kualitas pengecoran, tiga konsep gating system dirancang dan disimulasikan menggunakan perangkat lunak ProCast 2018. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konsep merupakan desain terbaik dengan berat total layout 34,52 gram, volume sistem saluran 6,30 cm3, waktu tuang 3 detik, total porositas 0,423 cm3 (3,31%), dan yield casting 65%. Validasi pengecoran aktual mendukung hasil simulasi dengan ditemukannya cacat visual berupa porosity dan sirip cor yang masih dapat diperbaiki melalui penggerindaan. Namun, terjadi penurunan berat produk dari 17,9 gram menjadi 14,5 gram akibat cacat porosity. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rancangan gating system yang baik dapat meningkatkan kualitas pengecoran limbah aluminium, meskipun optimalisasi proses pembersihan dan pengendalian parameter masih diperlukan agar material daur ulang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembuatan propeller kapal.