Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Taguchi Dalam Optimasi Parameter Pada Proses Electrical Discharge Machining (EDM) Rachman, Farizi Rachman; Setiawan, Tri Andi; Karuniawan, Bayu Wiro; Maya, Risma Aris
J STATISTIKA: Jurnal Imiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Univ. PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.982 KB) | DOI: 10.36456/jstat.vol12.no1.a1991

Abstract

EDM is a non-conventional machining process with feeding material carried out by electric spark (spark) through a gap between the electrode and the workpiece containing liquid in the electric. The usefulness of the liquid is as a medium for rinsing the remnants of erosion material, electrodes and workpieces as electrical conductors. In the manufacturing industry, EDM is widely used for the manufacture of products that demand the quality of surface roughness resulting from smooth cutting and high precision. The Taguchi method is one method in experimental design that can be used to control product quality. This study considers 3 parameters, namely gap voltage, on time, and off time on the SKD-11 material as one of the 13 mm thick dies / dies. This study uses the Taguchi method to obtain optimal parameters with smaller criteria better. Based on the table above the highest voltage parameter gap at level 1 which is 30 volts, the parameters at the most agreed time at level 3 are 120 μs and the most difficult off time parameter to be reached at level 1 is 20 μs to roughness. EDM adalah suatu proses permesinan yang bersifat non konvensional dengan pemakanan material benda kerja yang dilakukan oleh loncatan bunga api listrik (spark) melalui celah antara elektroda dan benda kerja yang berisi cairan di elektrik. Kegunaan cairan tersebut adalah sebagai medium untuk flushing sisa-sisa partikel material hasil erosi,pendinginan elektroda dan benda kerja serta sebagai konduktor listrik. Dalam industri manufaktur, EDM banyak digunakan untuk pembuatan produk-produk yang menuntut kualitas kekasaran permukaan hasil pemotongan yang halus dan kepresisian yang tinggi. Metode Taguchi merupakan salah satu metode dalam desain eksperimen yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas produk. Penelitian ini mempertimbangkan 3 parameter yaitu gap voltage, on time, dan off time pada pengerjaan material SKD-11 sebagai salah satu bahan pembuatan cetakan/dies dengan tebal 13 mm. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan parameter yang optimum dengan kriteria smaller is better. Berdasarkan tabel diatas parameter gap voltage paling berpengaruh pada level 1 yaitu 30 volt, parameter on time paling berpengaruh pada level 3 yaitu 120 µs dan parameter off time paling berpengaruh pada level 1 yaitu 20 µs terhadap kekasaran.
Studi Eksperimental Produk Milling Machine Controlsistem Series 10 Mc Pada Mild Steel Menggunakan End Mild Carbide Cutter Ø 8 Mm Tri Andi Setiawan, Hariyanto
Techno Bahari Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri manufaktur, kualitas produksi ditentukan oleh tingkat ketelitian mesin yang digunakan . Untuk menghsilkan produk yang berkualitas tinggi dibutuhkan proses produksi yang berkualitas tinggi, dimana ketelitian mesin merupakan suatu bagian dari proses produksi. Untuk memenuhi informasi yang diharapkan maka dilakukan Studi Eksperimental Produk sehingga dapat diketahui kualitas produk machine yang telah digunakan dapat memenuhi standart toleransi. Sebagai sample akan dilakukan pada produk Firrst MCV 300 Milling Machine Control Sistem Fanuc Series 10 MC , yang telah digunakan tahun 2006 – 2016 (2560 jam), proses pemotongan dengan menggunakan End Mild Carbide Cutter diameter 8 dan Material Mild Steel, dengan menggunakan Mikrometer Digital 0 – 250 mm , ketelitian 0,001 mm,Vernier Calliper 0- 300 mm ketelitian 0,01 mm, pengukuran dilakukan pada tiap jarak tertentu pada sisi dan permukaan benda. Dengan mengetahui hasil pengukuran menggunakan mikrometer digital dapat diketahui kualitas produk dari Milling Machine.
Optimasi Laju Pengerjaan Material AISI P20 Proses Electrical Discharge Machining (EDM) Sinking Menggunakan Metode Taguchi Farizi Rachman; Dhika Aditya Purnomo; Tri Andi Setiawan; Ridhani Anita Fajardini
Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang
Publisher : Department Statistics, Faculty Mathematics and Natural Science, UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsunimus.8.2.2020.95-102

Abstract

Electrical Discharge Machining atau EDM merupakan proses permesinan non-konvensional. Sistem kerja EDM dengan memanfaatkan energi panas dari proses loncatan bunga api listrik (spark) akibat adanya perbedaan muatan di antara elektroda dan benda kerja yang terisi cairan dielektrik. EDM sinking secara digunakan untuk memproduksi mold dan dies. Salah satu material yang digunakan dalam industri pembuatan mold adalah AISI P20. Pada proses pembuatan mold menggunakanEDM sinking perlu memperhatikan laju pengerjaan material yang memiliki karakteristik kualitas semakin besar nilainya maka semakin baik. Nilai laju pengerjaan material yang besar dapat meminimalkan biaya produksi. Metode Taguchi digunakan dalam penelitian ini untuk menghasilkan nilai optimal laju pengerjaan material. Desain eksperimen menggunakan orthogonal array L18 untuk mengkombinasikan empat variabel proses yaitu jenis elektroda, gap voltage, on time, dan off time. Berdasarkan hasil analisa setting parameter untuk laju pengerjaan material yang optimal menggunakan tembaga, gap voltage 40 volt, on time 150 μs, dan off time 20 μs.
Penerapan Metode Taguchi Dalam Optimasi Parameter Pada Proses Electrical Discharge Machining (EDM) Farizi Rachman Rachman; Tri Andi Setiawan; Bayu Wiro Karuniawan; Risma Aris Maya
J STATISTIKA: Jurnal Imiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika
Publisher : Faculty of Science and Technology, Univ. PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.982 KB) | DOI: 10.36456/jstat.vol12.no1.a1991

Abstract

EDM is a non-conventional machining process with feeding material carried out by electric spark (spark) through a gap between the electrode and the workpiece containing liquid in the electric. The usefulness of the liquid is as a medium for rinsing the remnants of erosion material, electrodes and workpieces as electrical conductors. In the manufacturing industry, EDM is widely used for the manufacture of products that demand the quality of surface roughness resulting from smooth cutting and high precision. The Taguchi method is one method in experimental design that can be used to control product quality. This study considers 3 parameters, namely gap voltage, on time, and off time on the SKD-11 material as one of the 13 mm thick dies / dies. This study uses the Taguchi method to obtain optimal parameters with smaller criteria better. Based on the table above the highest voltage parameter gap at level 1 which is 30 volts, the parameters at the most agreed time at level 3 are 120 μs and the most difficult off time parameter to be reached at level 1 is 20 μs to roughness. EDM adalah suatu proses permesinan yang bersifat non konvensional dengan pemakanan material benda kerja yang dilakukan oleh loncatan bunga api listrik (spark) melalui celah antara elektroda dan benda kerja yang berisi cairan di elektrik. Kegunaan cairan tersebut adalah sebagai medium untuk flushing sisa-sisa partikel material hasil erosi,pendinginan elektroda dan benda kerja serta sebagai konduktor listrik. Dalam industri manufaktur, EDM banyak digunakan untuk pembuatan produk-produk yang menuntut kualitas kekasaran permukaan hasil pemotongan yang halus dan kepresisian yang tinggi. Metode Taguchi merupakan salah satu metode dalam desain eksperimen yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas produk. Penelitian ini mempertimbangkan 3 parameter yaitu gap voltage, on time, dan off time pada pengerjaan material SKD-11 sebagai salah satu bahan pembuatan cetakan/dies dengan tebal 13 mm. Penelitian ini menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan parameter yang optimum dengan kriteria smaller is better. Berdasarkan tabel diatas parameter gap voltage paling berpengaruh pada level 1 yaitu 30 volt, parameter on time paling berpengaruh pada level 3 yaitu 120 µs dan parameter off time paling berpengaruh pada level 1 yaitu 20 µs terhadap kekasaran.
Penerapan Metode Taguchi untuk Optimasi Setting Parameter CNC Milling Terhadap Kekasaran Permukaan Material Farizi Rachman Farizi Rachman; Bayu Wiro K; Tri Andi Setiawan; Pradita Nurkholies
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 2 No 2 (2020): Vol 2 No 2 (2020): Volume: 2 | Nomor: 2 | Oktober 2020
Publisher : Pusat Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarat (P4M) Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48182/jtrm.v2i2.70

Abstract

The manufacturing industry in Indonesia is increasing along with the level of diverse human needs and triggering the development of technology, one of which is the machining process industry. Good product quality can be seen from the level of surface roughness, because surface roughness can affect performance related to the functional aspects of the product. In this study, analyzed the optimization of CNC milling parameters setting to surface roughness with 8 mm HSS end mill. S50C materials are widely used in manufacturing machinery such as mechanical base plate, gears, standart puch heads and other machine components. This research uses the Taguchi method. The Parameter used are spindle speed, feed rate and depth of cut with coolant as a constant variabel. The optimum parameters for surface roughness is obtained as spindle speed of 1100 rpm, feed rate of 46 mm/min and 0.5 depth of cut. With a significance level of 0.1 indicating that spindle speed has a significance effect with a contribution of 38.41% followed by feed rate of 34.16%
ANALISIS PENGARUH PARAMETER PROSES PADA PENGGERINDAAN BAJA PERKAKAS UNTUK KOMPONEN PERMESINAN SISTEM PENGGERAK KAPAL Fipka Bisono; Tri Andi Setiawan
Jurnal Teknologi Maritim Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v1i2.434

Abstract

Permesinan kapal merupakan bagian dari sebuah kapal sebagai suatu sistem. Oleh karena itu, dalam permesinan kapal terdapat banyak komponen permesinan, antara lain: sistem roda gigi, sistem poros, dan lain sebagainya. Dalam pembuatan komponen mesin penggerak kapal tentu melibatkan banyak mesin perkakas, salah satunya adalah mesin gerinda.Proses gerinda adalah suatu proses manufaktur yang penting dan digunakan untuk membentuk benda kerja sesuai dengan persyaratan geometri, dimensi dan toleransi tertentu. Suatu penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh tipe abrasif, kecepatan makan dan kedalaman potong terhadap surface integrity dan bentuk geram pada proses gerinda permukaan baja perkakas SKD-61.Surface Integrityyang dianalisis adalah kekasaran permukaan dan microcrack. Rancangan eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah faktorial 2 x 3 x 3 karena faktor tipe abrasif memiliki 2 level, sedangkan faktor lain masing-masing memiliki 3 level. Replikasi dilakukan sebanyak 2 kali. Cairan pendingin yang digunakan pada penelitian ini adalah soluble oil.Pengukuran kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan surftest, selanjutnya bentuk geram dan microcrack diamati dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan peningkatan kedalaman potong maka kekasaran permukaan akan semakin besar. Jenis abrasif dan kedalaman potong juga mempengaruhi besarnya kepadatan microcrack.Hasil proses gerinda permukaan dengan kedalaman pemakanan rendah menghasilkan bentuk geram lamellardan leafy. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme pembentukan geram didominasi oleh proses shearing.Hasil proses gerinda permukaan dengan kedalaman pemakanan yang tinggi menghasilkan bentuk geram leafy, spherical, lamellar danirregular. Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme pembentukan geram terdiri dari proses shearing, rubbing, plowing dan fracturing.
Perancangan Alat Angkut Roda Pada Proses Penggantian Roda Truk Melalui Pendekatan Brainstorming Tri Andi Setiawan
Jurnal Teknologi Maritim Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/jtm.v6i2.2819

Abstract

Artikel ini disusun berbasis studi kasus dalam perancangan pengembangan produk di usaha kecil menengah. Obyek studi adalah bengkel penggantian ban mobil dan truk. Tujuan penelitian dari perancangan alat angkut roda ini adalah untuk mempermudah dan memperingan pekerjaan tukang tambal ban dalam proses penggantian roda, terutama roda truk yang berukuran besar. Alat angkut roda dirancang untuk mempermudah proses bongkar pasang roda dan proses pemindahan roda dari area bengkel ke kendaraan atau sebaliknya. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah melalui Brainstorming. Dari diskusi dan wawancara tersebut diperoleh data informasi maupun keluhan pengguna yang dimanfaatkan sebagai faktor-faktor kritis yang selanjutnya dijadikan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam penentuan kebutuhan desain.
HOW TO UTILIZE AUTODESK FUSION 360 THAT REINFORCES PRODUCT REDESIGN SIMULATION? Setiawan, Tri Andi; Juniani, Anda Iviana; Purnomo, Dhika Adhitya; Rinanto, Noorman; Faruq, Habib Ngumar
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 6 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v6i1.48-54

Abstract

Dalam industri desain saat ini, konsep desain generatif untuk perancangan dan pengembangan produk semakin berkembang. Ketika sebuah produk telah berada di pasar dalam jangka waktu yang lama, kebutuhan redesain produk menjadi hal yang tak terelakkan. Konsep redesain produk memodifikasi produk yang sudah ada untuk meningkatkan fungsionalitas, kegunaan, atau efisiensi manufaktur. Ini melibatkan perubahan desain produk, material, dan aspek lain untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah tertentu. Komunikasi antara desainer dan insinyur saat proses redesain produk muncul melalui perbedaan perangkat lunak. Kesulitan juga terletak pada komunikasi pemikiran desain dan strategi pemesinan. Autodesk Fusion 360 adalah perangkat lunak CAD/CAM dan CAE yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan Fusion 360 untuk memperkuat simulasi desain ulang produk. Desain ulang produk yang lengkap mencakup beberapa bidang penting, termasuk desain industri, desain mekanik, rendering dan animasi, emulasi dengan dibantu komputer (CAE), dan manufaktur yang terintegrasi (CAM). Fusion 360 menyajikan ikhtisar kolaborasi, mendobrak batasan antara seni dan manufaktur, serta mengkritisi konsep desain dan proses manufaktur. Dengan menggunakan perangkat Fusion 360 untuk simulasi, analisis FEA statis dapat divisualisasikan. Untuk studi kasus, diamati bahwa hasil kekuatan, tegangan berada dalam nilai kekuatan luluh kritis dari masing-masing bahan, dengan kustomisasi massal dalam analisis struktur. Sebagai hasil dari analisis struktural selama tahap desain, penilaian sepeda motor kargo roda tiga dalam hal daya tahan dan ketahanan mekanisnya dapat dilakukan tanpa membahayakan pengguna.ABSTRACT In today's design industries, the concept of generative design for product development is progressively evolving. When a product has been on the market for an extended period of time, redesigning becomes inevitable. Product redesign refers to modify an existing product to improve functionality, usability, or manufacturing efficiency. It involves changing the product's design, materials, and other aspects to address specific goals and problems. The communication between designers and engineers used to go on through different software products, tool commands, and even industry terms. However, the difficulty also lies in communicating design thoughts and machining strategies. Autodesk Fusion 360 is a comprehensive CAD/CAM and CAE software tool. This article proposes to utilize Fusion 360 for reinforcing product redesign simulation. A complete product redesign covers several significant areas, including industrial design, mechanical design, rendering and animation, computer-aided emulation (CAE), and computer-aided manufacturing (CAM). Fusion 360 presents an overview of collaboration, breaks the barriers between art and manufacturing, and blocks between design and processing. Using Fusion 360 user interface for simulation, the static FEA simulation results can be visualized. For the case study, it is observed that the results for stress and global displacement are within the critical yield strength values of the respective material, with mass customization. As a result of structural analysis during the design stage, the assessment of three-wheeled cargo motorcycle in terms of their durability and mechanical resistance is possible without putting the user at risk. Based on the obtained results, the structure strength was compared.
Analisa Sifat Mekanik Komposit Serat Gelas Pada Lapisan Yang Berbeda Setiawan, Andi Tri; Salimin, Salimin; Endriatno, Nanang
Enthalpy : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 4, No 2 (2019): Enthalpy: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.955 KB) | DOI: 10.55679/enthalpy.v4i2.9960

Abstract

Nowadays, fiberglass composites are widely applied to the construction that receives tension and bending loads. The purpose of this research is to know and analyze the mechanical properties of fiberglass by using different layers. In this research the manufacture of composites using hand-lay-up method. The manufacture of specimen for the tensile test refers to the standard ASTM D 638-02 and standard ASTM D 790-02 bending test. The method used in data analysis is graph data analysis to see the relationship between interconnected parameters and dependence on the size of the specimen 13 mm and the number of variations in the composition of the specimen mixture. The results showed that the composition of the mixture with the highest tensile voltage of 60.2719 N/mm2 was in the variation of 5 layers and the bending test with a value of 116.93 N/mm2. While the lowest tensile strength is 33.2882 N/mm2 and the lowest bending of 100.84 N/mm2 is found in the composition of variation 2 layers.Keywords: composite, fiberglass, polyester resin
Embracing Risk Factors into Product Redesign Model based on DFMA and Concurrent Engineering: A Review for Research Opportunities Setiawan, Tri Andi; Juniani, Anda Iviana; Sarena, Sryang Tera; Purnomo, Dhika A; Ningrum, Pranidiya O
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 22, No 1 (2024): December 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v22i1.32908

Abstract

Product redesign strategies can reduce production costs and shorten design lead times in developing new variants. In the manufacturing design model, identifying the function of components based on customer demand and quality standards becomes vital information for enhancing product reliability, even though design reliability analysis needs to be more frequently addressed. The Design for Manufacturing & Assembly (DFMA) model has been implemented to simplify product structure, reduce risk and manufacturing and assembly costs, and analyze and identify improvement targets. DFMA has evolved into a philosophy for optimizing total production costs from the perspective of assembly, part design, and total life cycle costs. In many studies, the design and development of remanufactured products have been conducted with quality and compliant initiatives. The form and behavior of failure and repair activities obtained during the conceptual design phase have yet to be systematically considered as the basis for product design enhancements. Risk considerations and failure analysis have yet to be utilized as an integrated model during the product redesign phase. This study aims to evaluate the existing DFMA model and develop a new product redesign model and repurposed product with the integration of the Concurrent Engineering (CE)-based Redesign for the Manufacturing & Assembly model by considering reliability and risk factors. Incorporating the model concept is anticipated to contribute to a dependable, efficient design and reduce manufacturing expenses
Co-Authors Abdul Hamid Assidiqi Ahmad Syaifudin Ahyad Bagas Nur Hidayatulloh Aifa Naufal Zahron Akmal Haidar Derry Farras Al'ma Arif Arrahman Ali Imron Amin, Khoirul Anda Iviana Juniani Andriani Parastiwi Anggrik Dwi Merari Bagus Brillian Putra Kharisma Bayu Wiro K Bayu Wiro Karuniawan Bayu Wiro Karuniawan Bayu Wiro Kurniawan Clarinsa Kireina Soedjana Defi Ramdani Wira Buana Denta Firmanda Dhika Aditya Purnomo Fais Hamzah Fajardini, Ridhani Anit Faraby Nasr Bestita Farihatul Jannah Faris Dawwas Farizi Rachman Faruq, Habib Ngumar Fipka Bisono Hamzah, Fais Heroe Poernomo Hikmah Wijayanti I Putu Sindhu Asmara Indrawan, Rizal Isa Rachman Karuniawan, Bayu Wiro Kusuma, George Endri Luthfia Indah Harian M. Faiz Fazlur Rahman Maulana Putra Setiawan Maulana Tanziilal Aziizir Rohiim Maya, Risma Aris Mega Haryo Orlando Moch. Rizal Rinaldy Mochammad Imron Awalludin Mohamad Hakam Mohammad Hakam Mohammad Jauhar Firdaus Muchammad Ragil Prawira Muh Khusairi Arief Fitriyanto Muh. Halim Nur Aziz Muhammad Abdul Nashr Muhammad Rifai Mutiara, Arun Sukma Nanang Endriatno Nanda Evan Renato Ningrum, Pranidiya O Ningrum, Pranidiya Otaviya Pradita Eko Kuncahyo Pradita Nurkholies Primaningtyas, Widya Emilia Priyo Agus Setiawan Purnomo, Dhika A Purnomo, Dhika Adhitya Purnomo, Dhika Adithya Purnomo, Dhika Aditya Purwa Bimantara Ratna Ramadani Renanda Nia R Rezky Fardhan Fahrezy Ridhani Anita Fajardini Rina Sandora Rinanto, Noorman Riska, Bimmanda Muhammad Risma Aris Maya Rizal Indrawan Romy Miftach Abdillah Salimin Salimin, Salimin Salma Binti Astsalisa Sarena, Sryang Tera Setiawan, Budhy Sidi, Pranoto Sudiyono Sudiyono Syahrial Virdan Ichwanushofa Thina Ardliana Wahyudi Wahyudi Wardani, Lintang Aditya Widyka Kidunging Pangadhuh Wildan Nur Rohman