Yovita Yovita
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPA: ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI DAN SOLUSINYA Susilasari Susilasari; Rian Vebrianto; Muh Habibi; Yovita Yovita
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 10, No 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/muallimuna.v10i2.18840

Abstract

Education in the era of globalization that demands learning that is all technology according to the 21st century, on the other hand, remote areas have difficulty reaching learning according to the demands of the times. However, students must still understand the learning material. The purpose of this study was to determine the material that is considered difficult in the subject of science for grade IV of elementary school. And how to find solutions to solve this problem in elementary school. The methodology of this study uses the Mixmethod research type, which is presented with quantitative data then clarified with qualitative data. In this study, involving 32 respondents of grade IV students from elementary school and 2 science teachers, This study used questionnaire instruments, interview sheets, and observation sheets. Data were collected by going directly to the field and analyzed using descriptive analysis for qualitative and interview analysis for qualitative so that the data obtained became comprehensive, The results of this study are known that 3 materials are considered difficult for material, Changes in the form of objects there are 13 students (40.62%) and energy there are 11 students (36.67%) and there are 8 students or (25%) have difficulty understanding the material force. It can be concluded that the solution for difficult material in science subjects, especially learning using audio-visual media, image media, and learning videos, is maximized by learning by implementing a contextual learning approach so that students can develop more efficient learning skills
Analisis Kesulitan Pembelajaran IPAS Siswa Sekolah Dasar Fuji Rahayu; Rian Vebrianto; Aramudin Aramudin; Yovita Yovita
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.440

Abstract

Pembelajaran IPA pada siswa kelas V sekolah dasar kerap mengalami kesulitan, terutama pada materi sistem pencernaan dan pernapasan. Kesulitan tersebut disebabkan oleh pemahaman konseptual yang rendah serta keterbatasan media pembelajaran yang kurang interaktif, sehingga menyebabkan minimnya keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan siswa dalam mempelajari materi IPAS serta menganalisis efektivitas media digital GIMTIK berbasis Project Based Learning (PJBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan melibatkan 30 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes diagnostik dan angket, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung persentase dan rata-rata skor pemahaman siswa, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% siswa mengalami kesulitan dalam memahami urutan proses pencernaan dan fungsi organ pernapasan, terutama pada soal yang membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Implementasi media digital GIMTIK berbasis PJBL terbukti meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan, di mana nilai rata-rata posttest meningkat 18 poin dibandingkan pretest dan 80% siswa berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu, media ini juga memfasilitasi peningkatan kreativitas dan kolaborasi siswa melalui kegiatan proyek kelompok yang melibatkan pembuatan produk pembelajaran yang dipresentasikan secara bersama-sama. Data kualitatif mendukung temuan ini dengan menunjukkan respons positif dari siswa dan guru mengenai interaktivitas dan keterlibatan dalam pembelajaran. Kesimpulannya, media digital GIMTIK berbasis PJBL efektif dalam mengatasi kesulitan belajar IPA serta mendukung pengembangan kreativitas dan kolaborasi siswa dalam proses pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi guru untuk mengimplementasikan media digital interaktif berbasis PJBL dalam pembelajaran IPAS guna meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan abad 21 siswa sekolah dasar.