Fuji Rahayu
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BUILDING SMART CLASSROOMS: UTILIZING TECHNOLOGY TO ENHANCE SOCIAL STUDIES EDUCATION Fuji Rahayu; Aramudin
El Midad Vol. 17 No. 3 (2025): elmidad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v17i3.14675

Abstract

In this digital era, technology plays a crucial role in education, particularly in the teaching of SocialStudies. This article aims to explore how the utilization of technology in building smart classrooms canenhance the quality of learning in Social Studies subjects. The research employs a descriptive qualitativemethodology, utilizing literature studies and interviews with educators and education experts. Thefindings indicate that the use of technology, such as advanced hardware, educational applications, andthe internet, can enhance student interactivity, broaden access to learning resources, and create moreengaging and compelling learning experiences. By optimally integrating technology, smart classroomscan help students better understand complex Social Studies concepts through more dynamic andinteractive media. This research concludes that technology can be a highly effective tool for enrichingSocial Studies education, and its proper application will positively impact education as a whole
Analisis Kesulitan Pembelajaran IPAS Siswa Sekolah Dasar Fuji Rahayu; Rian Vebrianto; Aramudin Aramudin; Yovita Yovita
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.440

Abstract

Pembelajaran IPA pada siswa kelas V sekolah dasar kerap mengalami kesulitan, terutama pada materi sistem pencernaan dan pernapasan. Kesulitan tersebut disebabkan oleh pemahaman konseptual yang rendah serta keterbatasan media pembelajaran yang kurang interaktif, sehingga menyebabkan minimnya keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan siswa dalam mempelajari materi IPAS serta menganalisis efektivitas media digital GIMTIK berbasis Project Based Learning (PJBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan melibatkan 30 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes diagnostik dan angket, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung persentase dan rata-rata skor pemahaman siswa, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% siswa mengalami kesulitan dalam memahami urutan proses pencernaan dan fungsi organ pernapasan, terutama pada soal yang membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Implementasi media digital GIMTIK berbasis PJBL terbukti meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan, di mana nilai rata-rata posttest meningkat 18 poin dibandingkan pretest dan 80% siswa berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu, media ini juga memfasilitasi peningkatan kreativitas dan kolaborasi siswa melalui kegiatan proyek kelompok yang melibatkan pembuatan produk pembelajaran yang dipresentasikan secara bersama-sama. Data kualitatif mendukung temuan ini dengan menunjukkan respons positif dari siswa dan guru mengenai interaktivitas dan keterlibatan dalam pembelajaran. Kesimpulannya, media digital GIMTIK berbasis PJBL efektif dalam mengatasi kesulitan belajar IPA serta mendukung pengembangan kreativitas dan kolaborasi siswa dalam proses pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi guru untuk mengimplementasikan media digital interaktif berbasis PJBL dalam pembelajaran IPAS guna meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan abad 21 siswa sekolah dasar.
EPISTIMOLOGI, FENOMENOLOGI, HERMUNEUTIKA DAN DEKONSTRUKSIONISME Fuji Rahayu; Amril Mansur
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.430

Abstract

  Tiga cabang utama dalam filsafat ilmu antara lain Fenomenologi, Hermeneutika dan Dekonstruksionisme. Filsafat ilmu mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan aspek pengetahuan, realitas dan pemahaman manusia terhadap dunia. Ketiga cabang ilmu ini memiliki focus dan pendekatan yang berbeda dalam memahami hakikat pengetahuan. Tujuan dari penulisan ini untuk mendalami aspek – aspek dari Fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman subjektif dan kesadaran manusia, konsep Hermeneutika berfokus pada penafsiran teks dan konteks social dan Dekonstruksionisme yang berfokus pada membongkar makna dan struktur dalam bahasa serta teks. Dari ketiga pendekatain ini, meskipun berbeda tetapi dapat menggali pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana manusia membangun pengetahuan dan makna. Penulis menyarankan agar setiap individu mempertimbangkan pemikiran rasional dalam setiap tindakan untuk mencapai hasil yang lebih baik dan memuaskan.
EKSPLORASI KERAJINAN TANGAN DAN PANTANG LARANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA MELAYU RIAU Fuji Rahayu; Yasnel
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.451

Abstract

Penelitian ini membahas seni budaya Melayu Riau dengan fokus pada kerajinan tangan dan pantang larang. Kerajinan tangan, seperti tenun, ukiran kayu, dan anyaman, berfungsi sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat, serta mencerminkan kearifan lokal. Sementara itu, pantang larang berperan sebagai pedoman moral yang menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi upaya pelestarian budaya melalui pendidikan dan festival, serta tantangan yang dihadapi, seperti globalisasi dan kurangnya minat generasi muda. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan seni budaya Melayu Riau di era modern.