Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : bulletin of geology

RESERVOIR CHARACTERIZATION AND COMPARTMENT IN POSTRIFT DEPOSITED, UPPER TALANGAKAR FORMATION, BELUT FIELD, SOUTH SUMATRA BASIN Pramudito, Dimas; Nugroho, Dwiharso; Abdurrachman, Mirzam
Bulletin of Geology Vol 5 No 2 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.2.6

Abstract

Lapangan Belutmerupakan salah satu asetPertamina EP yang telah berproduksi lebih dari 50 tahun. Lapangan ini terletaksekitar 120 km di sebelahbarat dari Kota Palembang, Sumatera Selatan. Reservoir utama merupakan batupasir dan batugamping yang diendapkan pada awal Miocene dan termasuk ke dalam kelompok bagian atas Talangakar atau Transgresive Member (TRM). Penemuan hidrokarbondi area yang lebih down flank (utara) berawal dari pemboran step out di area penelitian. Berdasarkan pemboran tersebut diperoleh minyak dari reservoir batupasir dengan tekanan lebih besar dibandingkan di area eksisting. Saat ini Lapangan Belutsudah dalam tahap pengembangan, sehingga dibutuhkan model reservoir yang lebih komprehensif untuk strategi pengembangan lebih lanjut.Data yang digunakan dalam penelitianini adalah data batuan inti dari tigasumur, data rekaman talikawat dari 47 sumur, analisis fosil, borehole image, dan data seismik tiga dimensi (3D Karbela) serta data tekanan reservoir. Tahapan pertama penelitian adalah menentukanlitofasies dan asosiasi fasies dari data batuan inti dan biostratigrafi. Selanjutnya menentukan marker parasikuen dan sikuen dari pola electrofacies tiap sumur. Korelasi stratigrafisikuendilakukan untuk menentukan pola penyebaran fasies pengendapan. Karakterisasi reservoir secara tiga dimensi dilakukan melalui pemodelan fasies, volume serpih, porositas, permeabilitas, rock type, dansaturasi. Berdasarkan korelasi stratigrafisikuendan seismik stratigrafi, penyebaran fasies secara lateralmenunjukkan arah basinwardkesebelah selatan. Dalam penelitian ini semakin ke area selatan akan didominasi oleh endapan distal atau marine sebaliknya semakin ke utara maka akan ditemukan endapan terrestrial yang bersifat lebih sand prone. Adanya kenaikan muka air laut selama pengisian cekungan (retrogradational) menyebabkan perubahan fasies secara vertikal yaitu mulai dari sistem pengendapan channel, delta, hingga shallow marine.Data tekanan menunjukkan bagian utara (setelah di datumkan) memiliki tekanan sebesar 0.85 –0.99 (SG ekuivalen) sedangkan di area existing mempunyai tekanan 0.67 –0.78 (SG ekuivalen). Perbedaan tekanan disebabkan karena perbedaanasosiasi fasiespada sikuen yang sama antara area utara dengan area selatan. Berdasarkan analisis tekanan formasidan adanya penemuan potensi hidrokarbon di area down flank menunjukkan terdapat kompartemen antara area utara dan selatan (stratigraphic trap). Kata kunci: Formasi Talang Akar, down flank, pemodelan facies, kompartemen
VOLCANOSTRATIGRAPHY IN THE LOKON VOLCANO AREA AND ITS SURROUNDINGS, NORTH SULAWESI Senduk, Kevin Gerald; Abdurrachman, Mirzam
Bulletin of Geology Vol 7 No 2 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.2.2

Abstract

Gunung Api Lokon adalah gunung api Kuarter aktif yang berada di busur gunung api Sulawesi – Sangihe. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan stratigrafi batuan gunung api Lokon berdasarkan analisis geomorfologi dan karakteristik petrologi.Berdasarkan analisis geomorfologi, area Gunung Lokon dibagi menjadi sembilan domain geomorfologi (Kayawu, Woloan, Kamasi, Irang, Lokon, Tatawiran, Galean, Kinilow dan Empung) pemisahan dilakukan berdasarkan pola kelurusan topografi, relief dan polasebaran topografi. Berdasarkan deskripsi litologi lapangan, litologi dibedakan menjadi 18 satuan geologi berupa aliran lava, aliran piroklastik, jatuhan piroklastik dan aliran lumpur. Satuan batuan Gunung Lokon dan sekitarnya sesuai SSI (Sandi Stratigrafi Indonesia) diklasifikasikan kedalam Khuluk Tatawiran, Khuluk Kinilow, Khuluk Empung dan Khuluk Tou Lokon. Khuluk Kinilow didominasi oleh endapan piroklastik dengan komposisi basal bertekstur skorius, sedangkan Khuluk Empung didominasi oleh aliran lava basal. Khuluk Tou Lokon terdiri dari 3 Gumuk yaitu Gumuk Lokon yang didominasi oleh aliran piroklastik, Gumuk Irang yang dimonasi oleh aliran lava dengan tekstur holohyalin dan Gumuk Tompuluan yang didominasi oleh jatuhan piroklastik. Fasies gunungapi Gunung Lokon dibagi menjadi Fasies Proksimal Tatawiran, Sentral Tatawiran, Fasies Proksimal Tatawiran, Fasies Sentral Kinilow, Fasies Proksimal Kinilow, Fasies Medial Kinilow, Fasies Sentral Empung, Fasies Proksimal Empung, Fasies Sentral Lokon, Fasies Proksimal Lokon, Fasies Midial Lokon, Fasies Sentral Irang, Fasies Proksimal Irang, Fasies Sentral Tompuluan danFasies Proksimal Tompuluan. Kata Kunci: Domain, gunung api, Lokon, SSI, vulkanostratigraf