Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSEPSI WISATWAN TERHADAP PRODUK WISATA WATERSPORT DI KAWASAN PANTAI TANJUNG BENOA Widuri, Setyowati Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 12 No 1 (2013): Kepariwisataan-Maret
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PRODUK WISATA WATERSPORTS DI KAWASAN PANTAI TANJUNG BENOA Ayu Widuri, Setyowati
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 12 No 1 (2013): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap produk watersports di kawasan pantai Tanjung Benoa, serta untuk mengetahui indikator tingkat kepentingan wisatawan terhadap produk watersports di kawasan pantai Tanjung Benoa yang perlu mendapat perhatian dan prioritas utama demi tercapainya kepuasan wisatawan. Ukuran sampel usaha watersports dalam penelitian ini adalah 7 watersport dengan jumlah responden sebanyak 93 wisatawan. Variabel yang diteliri ada sebanyak 15 indikator yang dikembangkan oleh Cooper et al ( 1998). Analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mengenai persepsi wisatawan terhadap produk watersport di kawasan pantai Tanjun·g Benoa, rata-rata wisatawan merasa puas. Diagram analisis kepentingan kinerja (important peiformance analysis) memperlihatkan bahwa dari 15 indikator yang dinilai oleh wisatawan, secara umum produk watersport di kawasan pantai Tanjung Benoa cukup memuaskan.
PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS TEA COCKTAIL PADA USAHA BAR DI BALI Ayu Widuri, Setyowati; Dewi Hendriyani, I Gusti Ayu; Eni Juniari, Ni Kadek
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 3 (2018): Jurnal Kepariwisataan (edisi spesial)
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman tertua di Dunia dan dinikmati semua kalangan dari kaum Bang-sawan hingga masyarakat lapisan bawah. Teh di tangan peracik minuman atau Bartender dapat menjadi minuman nikmat nan eksotis. Di industri saat ini berkembang minuman Tea Cocktail yang diprediksi ke depannya akan sangat popular dan diminati oleh pelanggan. Kesulitan dalam meracik teh yaitu rasanya sangat kuat, sehingga kalau di mix dengan bahan lain harus dicoba satu persatu agar dapat sesuai dengan rasa tehnya.Teh merupakan minuman universal dan dapat dicampur dengan bahan lain. Para Bartender seringkali merasa kesulitan membuat Cocktail (minuman mengandung alkohol) dan Mocktail (non alcohol) berbahan dasar teh, karena rasa dan aroma teh sangat kental sehingga keti-kadikombinasikan dengan bahan lain harus sesuai komposisinya agar menghasilkan minuman yang nikmat. Dalam hal ini, Bartender diharapkan dapat berinovasi dengan teh khususnya mencampur teh dengan minuman alcohol sehingga dapat menyajikan rasa teh yang spektakuler dan eksotis. Minuman Tea Cocktail saat ini banyak dijual pada bar atau restoran dan dikonsumsi oleh masyarakat. Berdasar-kan data survey awal penelitian ini, minuman Tea Cocktail ditawarkan pada beberapa bar yang ada di Bali. Melihat perkembangan minuman Tea Cocktail ini maka persepsi pelanggan perlu mendapat perhatian dari pengusaha bar di Bali.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pelanggan terhadap kualitas Tea Cocktail pada usaha Bar di Bali yang nantinya dapat di jadikan sebagai masukan dalam mengambil keputusan untuk peningkatan kualitas Tea Cocktail pada usahanya masing-masing. Responden penelitian ini yai-tu pelanggan usaha bar yang sudah menikmati minuman Tea Cocktail sebanyak 100 responden yang tersebar di 14 usaha bar yang berada di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Badung 7 lokasi, Kabupaten Gi-anyar 3 lokasi dan Kabupaten Karangasem 1 lokasi. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriftif kuantitatif dengan menggunakan analisis frekwensi karena terdapat pengolahan data menggunakan angka-angka. Variabel atau indikator diukur secara ordinal dengan menggunakan skala Likert. Variabel dalam penelitian ini sesuai dengan teori Ristiyana, dkk (2000) dan Katsigris and Thomas (2007), yang terdiri dari 6 indikator yaitu :Taste of Cocktail, Flavour of Cocktail, Texture of Cocktail, Colour of Cocktail, Standar Glassware (Quantity of Drink), Standar Drink Size (Minimum Spirits).Hasil uji deskriptif dengan menggunakan 6 indikator kualitas cocktail menemukan bahwa terdapat dua indikator yang mendapat nilai baik yaitu, flavour of cocktail (4.10 ) dan colour of cocktail (4.10). Sedangkan indikator taste of cocktail (4.30), standard glassware of cocktail (4.30), standard drink size of cocktail (4.20) mendapatkan nilai yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa minuman Tea Cocktail saat ini dapat diterima dan dinikmati oleh para pelanggan sebagai salah satu jenis minuman campuran, sehingga minuman ini sudah dapat disejajarkan dengan minuman campuran (cocktail) lain-nya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa persepsi pelanggan terhadap kualitas minuman Tea Cocktail yang dijual di beberapa bar sudah sesuai dengan harapan dari para pelanggan, untuk itu perlu dikembangkan lagi minuman campuran dengan berbahan dasar teh lainnya yang lebih variatif, meng-ingat banyaknya responden menikmati minuman cocktail yang berbahan dasar teh ini.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PRODUK WISATA WATERSPORTS DI KAWASAN PANTAI TANJUNG BENOA Ayu Widuri, Setyowati
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 12 No 1 (2013): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap produk watersports di kawasan pantai Tanjung Benoa, serta untuk mengetahui indikator tingkat kepentingan wisatawan terhadap produk watersports di kawasan pantai Tanjung Benoa yang perlu mendapat perhatian dan prioritas utama demi tercapainya kepuasan wisatawan. Ukuran sampel usaha watersports dalam penelitian ini adalah 7 watersport dengan jumlah responden sebanyak 93 wisatawan. Variabel yang diteliri ada sebanyak 15 indikator yang dikembangkan oleh Cooper et al ( 1998). Analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mengenai persepsi wisatawan terhadap produk watersport di kawasan pantai Tanjun·g Benoa, rata-rata wisatawan merasa puas. Diagram analisis kepentingan kinerja (important peiformance analysis) memperlihatkan bahwa dari 15 indikator yang dinilai oleh wisatawan, secara umum produk watersport di kawasan pantai Tanjung Benoa cukup memuaskan.
PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS TEA COCKTAIL PADA USAHA BAR DI BALI Ayu Widuri, Setyowati; Dewi Hendriyani, I Gusti Ayu; Eni Juniari, Ni Kadek
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 17 No 3 (2018): Jurnal Kepariwisataan (edisi spesial)
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman tertua di Dunia dan dinikmati semua kalangan dari kaum Bangsawan hingga masyarakat lapisan bawah. Teh di tangan peracik minuman atau Bartender dapat menjadi minuman nikmat nan eksotis. Di industri saat ini berkembang minuman Tea Cocktail yang diprediksike depannya akan sangat popular dan diminati oleh pelanggan. Kesulitan dalam meracik teh yaitu rasanya sangat kuat, sehingga kalau di mix dengan bahan lain harus dicoba satu persatu agar dapat sesuai dengan rasa tehnya.Teh merupakan minuman universal dan dapat dicampur dengan bahan lain. Para Bartender seringkali merasa kesulitan membuat Cocktail (minuman mengandung alkohol) dan Mocktail (non alcohol) berbahan dasar teh, karena rasa dan aroma teh sangat kental sehingga ketikadikombinasikan dengan bahan lain harus sesuai komposisinya agar menghasilkan minuman yang nikmat. Dalam hal ini, Bartender diharapkan dapat berinovasi dengan teh khususnya mencampur teh dengan minuman alcohol sehingga dapat menyajikan rasa teh yang spektakuler dan eksotis. Minuman Tea Cocktail saat ini banyak dijual pada bar atau restoran dan dikonsumsi oleh masyarakat. Berdasarkan data survey awal penelitian ini, minuman Tea Cocktail ditawarkan pada beberapa bar yang ada di Bali. Melihat perkembangan minuman Tea Cocktail ini maka persepsi pelanggan perlu mendapat perhatian dari pengusaha bar di Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pelanggan terhadap kualitas Tea Cocktail pada usaha Bar di Bali yang nantinya dapat di jadikan sebagai masukan dalam mengambil keputusan untuk peningkatan kualitas Tea Cocktail pada usahanya masing-masing. Responden penelitian ini yaitu pelanggan usaha bar yang sudah menikmati minuman Tea Cocktail sebanyak 100 responden yang tersebar di 14 usaha bar yang berada di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Badung 7 lokasi, Kabupaten Gianyar 3 lokasi dan Kabupaten Karangasem 1 lokasi. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriftif kuantitatif dengan menggunakan analisis frekwensi karena terdapat pengolahan data menggunakan angka-angka. Variabel atau indikator diukur secara ordinal dengan menggunakan skala Likert. Variabel dalam penelitian ini sesuai dengan teori Ristiyana, dkk (2000) dan Katsigris and Thomas (2007), yang terdiri dari 6 indikator yaitu :Taste of Cocktail, Flavour of Cocktail, Texture of Cocktail, Colour of Cocktail, Standar Glassware (Quantity of Drink), StandarDrink Size (Minimum Spirits). Hasil uji deskriptif dengan menggunakan 6 indikator kualitas cocktail menemukan bahwa terdapat dua indikator yang mendapat nilai baik yaitu, flavour of cocktail (4.10 ) dan colour of cocktail (4.10). Sedangkan indikator taste of cocktail (4.30), standard glassware of cocktail (4.30), standard drink size of cocktail (4.20) mendapatkan nilai yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa minuman Tea Cocktail saat ini dapat diterima dan dinikmati oleh para pelanggan sebagai salah satu jenis minuman campuran, sehingga minuman ini sudah dapat disejajarkan dengan minuman campuran (cocktail) lainnya.Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa persepsi pelanggan terhadap kualitas minuman Tea Cocktail yang dijual di beberapa bar sudah sesuai dengan harapan dari para pelanggan, untuk itu perlu dikembangkan lagi minuman campuran dengan berbahan dasar teh lainnya yang lebih variatif, mengingatbanyaknya responden menikmati minuman cocktail yang berbahan dasar teh ini.
Pembuatan minuman tradisional loloh daun belimbing wuluh sebagai atraksi wisata kuliner alternatif di desa beraban, tabanan – bali setyowati ayu widuri; Ni Ketut Arismayanti
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.236 KB) | DOI: 10.22334/jihm.v12i2.208

Abstract

Saat ini perkembangan wisata kuliner di Bali sudah mulai banyak di lirik dan menjadi salah satu tujuan orang berwisata ke Bali. Kuliner tradisional Bali selama ini yang terkenal adalah jenis makanan sedangkan untuk minuman belum begitu di ketahui oleh wisatawan padahal minuman tradisional Bali sangat banyak jenis dan ragamnya. Salah satu minuman tradisional Bali adalah Loloh. Loloh adalah ramuan herbal khas Bali yang bermanfaat bagi kesehatan dan juga sebagai minuman segar pelepas dahaga. Salah satu loloh yang memiliki khasiat kesehatan dan juga melepas dahaga adalah loloh daun belimbing wuluh, daerah penghasil loloh daun belimbing wuluh dengan pengolahan tradisional di Bali berada di Kabupaten Tabanan tepatnya di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan obsevasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian kualitatif berupa teknik perekaman dengan kamera. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive yaitu informan terpercaya. Informan dalam penelitian ini adalah pembuat loloh belimbing wuluh di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Teknik analisis data yang di pakai dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif Proses pengolahan loloh daun belimbing wuluh ini bisa di jadikan atraksi kuliner alternative di desa Beraban, Tabanan – Bali dengan keunggulan proses pengolahan yang masih di lakukan secara tradisional dan memiliki rasa yang khas serta bermanfaat untuk tubuh. Loloh daun belimbing wuluh ini bisa di promosikan pada wisatawan yang berkunjung ke desa Beraban Tabanan – Bali sebagai salah satu alternative atraksi wisata kuliner yang akan sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat setempat. Kata kunci : minuman tradisional, loloh, bali
Strategi Pengembangan Pariwisata Alternatif Berbasis Pelestarian Minuman Arak Bali di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng Arcana, I nyoman; Widuri, Setyowati Ayu; Suastuti, Ni Luh; Wiratnaya, I Nyoman
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Gastronomi Indonesia
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v11i2.1178

Abstract

This study aims to examine feasible development strategies for the development of alternative tourism based on the preservation of Bali Arak Drink in Les Village, Tejakula, Buleleng using a SWOT analysis. There are two groups of respondents, the first is tourists totaling 125 people, and the second is the stakeholder group totaling 25 people. Data collection through questionnaire dissemination.  This study concludes that the strength factors include: the cultural traditions, arak production process, Balinese food and arak pairing, natural attractions, close to the Tulamben, and souvenirs. The weaknesses include: lack of social media promotion, regulation and sales licenses. The opportunities include: the economy post Covid-19 Pandemic, the ease of bank credit, alcohol testing technology and product standardization. Threat factors are: the increases of fuel price, world geopolitics, licensing of spirits production, and enthusiasts of the younger generation to cultivate palm plantations. This research recommend to developing tour packages in the form of glamping in the coconut plantation area, Balinese culinary and educational tour packages, collaborations with influencers.
Implementation of the 7P Marketing Mix at Manyi Bali Café in Nusa Dua Dewi, Kadek Budhistina; Widuri, Setyowati Ayu; Juniari, Ni Kadek Eni
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 2 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v2i12.11342

Abstract

This study aims to determine the application of the 7P marketing mix to Manyi Bali in Nusa Dua. The data analysis technique of this research is descriptive quantitative. This technique is used to explain the implementation of the 7P marketing mix at Manyi Bali Café. Overall, the implementation of the 7P marketing mix at Manyi Bali Café got an average value of 3.97 in the agreed interval class. This indicates that Manyi Bali Café has implemented the 7P marketing mix well to continue to develop its business well and can provide the best for all consumers. However, there is still one indicator that has not gotten the maximum value, namely the price, which is in the less agreeable interval class. This indicates that there are still some respondents who disagree with statement that the price offered is affordable and the price is in accordance with the quality of the product. Overall, the implementation of the 7P marketing mix at Manyi Bali Café got an average value of 3.97 which was in the agreed interval class. This shows that the application is in a good category. A good and well-calculated marketing concept will of course have a positive impact on the development of the business being undertaken.