Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimalisasi Peran Komite Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kota Sungai Penuh Jaya, Edi Putra
Jurnal Al-Ashlah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang “Optimalisasi Peran Komite MadrasahDalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri ModelKota Sungai Penuh”. Latar belakang masalah: Komite dan pihak TsanawiyahModel Kota Sungai Penuh dapat akur dan bekerjasama dalam meningkatkan mutupendidkan di Madrasah, sedangkan pada umumnya hubungan madrasah dengankomite yang lebih banyak bertugas untuk mengawas tidak akur.Hasil penelitian: (1) Komite Madrasah Tsanawiyah Negeri Model KotaSungai Penuh telah ada sejak tahun 1990 dan dibentuk berdasarkan hasilmusyawarah antara wali murid dengan pihak Madrasah. Komite Madrasahberperan aktif mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Madrasah danKomite Madrasah bersifat independen. (2) Komite Madrasah telah melaksanakanperannya sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, sebagaimediator dengan baik. Keberhasilannya ini diawali dengan dilaksanakan ketigaprinsip manajemen modern, yaitu transparan, akuntabel dan demokratis dalamproses pembentukan Komite Madrasah. (3) Kontribusi Komite Madrasah dalamMeningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah adalah meningkatan sarana danprasarana pendidikan, dan meningkatan kemampuan profesionalitas sertakesejahteraan pendidik.Kata Kunci : Peran Komite Madrasah, Mutu Pendidikan
PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU FIQIH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KERINCI PROVINSI JAMBI Edi Putra Jaya
Promis Vol 5 No 2 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Kinerja guru fiqh di MAN 1 Kerinci Provinsi Jambi. 2) Peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam meningkatkan kinerja guru fiqih di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kerinci Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Kinerja guru fiqih di MAN 1 Kerinci juga terlihat dari pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan rancangan proses pembelajaran dan kompetensi profesionalisme guru, yaitu: penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampuh. 2) Peran kepala madrasah sebagai supervisor dalam meningkatkan kinerja guru fiqh di MAN 1 Kerinci Jambi terdapat pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan terdapat pada proses perencanaan jadwal guru mengajar. Evaluasi dalam bentuk penilaian dilakukan untuk menentukan tidak lanjut apa yang cocok diberikan kepada guru yang sudah diawasi. Bentuk tindak lanjut yang diberikan berupa saran, nasihat yang mendidik, solusi terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh guru, serta perbaikan-perbaikan dalam kinerja guru agar menjadi lebih baik. Kata Kunci: Kepala madrasah, supervisor, kinerja.
Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Bimbingan Konseling di Era Digital Edi Putra Jaya; Afrus Nufrizal; Nanang Aria Sandika; Dedi Afrison; Sain, Zohaib Hassan
JoIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/joiem.v6i2.6882

Abstract

This study aims to describe the implementation of Arabic language learning management based on counseling services at MTsN 6 Kerinci in the digital era. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of Arabic language teachers, school counselors, and students. The findings reveal that integrating counseling services into Arabic language learning management enhances students’ motivation, self-confidence, and active participation in the learning process. The use of digital technology, such as online learning applications and communication media, further strengthens the effectiveness of collaboration between teachers and counselors. Supporting factors include teachers’ commitment, institutional support, and student engagement, while challenges involve limited time for counseling services and uneven digital skills among educators. This study concludes that developing Arabic language learning management based on counseling services is relevant to the demands of the digital era and serves as an innovative strategy to improve the quality of language learning in Islamic junior high schools.
Manajemen Pendidikan Berbasis Nilai Tawadhu dan Disiplin di MTsN 6 Kerinci Edi Putra Jaya; Boby Astika Putra; Dedi Afrison
Eureka : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Eureka: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/eureka.v3i2.11806

Abstract

Abstrak. MTsN 6 Kerinci merupakan salah satu madrasah yang berada di pinggiran kota dengan keterbatasan sarana dan prasarana, namun mampu menunjukkan daya saing dan prestasi yang tidak kalah dibanding madrasah lain yang lebih favorit dan berada di pusat kota. Fenomena ini menunjukkan adanya kekuatan nilai yang mendasari manajemen pendidikan di madrasah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai tawadhu (rendah hati) dan disiplin dalam manajemen pendidikan di MTsN 6 Kerinci, serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan karakter dan pencapaian prestasi peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis pemikiran (thought analysis), melalui kajian literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tawadhu menjadi landasan etika kepemimpinan dan interaksi sosial di lingkungan madrasah, sedangkan nilai disiplin menjadi pilar pengelolaan kegiatan belajar mengajar dan tata tertib sekolah. Penerapan kedua nilai tersebut tidak hanya berkontribusi pada terciptanya iklim belajar yang kondusif, tetapi juga membentuk karakter siswa yang santun, tekun, dan berprestasi baik di tingkat kabupaten maupun kota. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan berbasis nilai tawadhu dan disiplin merupakan strategi efektif dalam mengelola lembaga pendidikan dengan keterbatasan sarana prasarana. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi nilai-nilai Islami dalam praktik manajemen pendidikan untuk mewujudkan madrasah yang unggul dan berkarakter. Kata Kunci: disiplin, manajemen pendidikan, MTsN 6 Kerinci, tawadhu Abstract. MTsN 6 Kerinci is a madrasa located on the outskirts of the city with limited facilities and infrastructure, but is able to demonstrate competitiveness and achievements that are not inferior to other, more popular madrasas located in the city center. This phenomenon indicates the strength of values ​​​​underlying educational management in the madrasa. This study aims to describe the application of the values ​​​​of tawadhu (humility) and discipline in educational management at MTsN 6 Kerinci, and analyze their implementation on character formation and student achievement. The method used is a qualitative approach with thought analysis (thought analysis), through literature studies, field observations, and interviews with related parties. The results of the study indicate that the value of tawadhu is the foundation of ethics, leadership and social interaction in the madrasa environment, while the value of discipline is a pillar of the management of teaching and learning activities and school rules. The application of these two values ​​​​not only contributes to the creation of a conducive learning climate, but also forms the character of students who are polite, diligent, and achievers both at the district and city levels. The conclusion of this study confirms that educational management based on the values ​​​​of tawadhu and discipline is an effective strategy in managing educational institutions with limited facilities and infrastructure. The implication of this research is the importance of integrating Islamic values ​​into educational management practices to create superior and character-based madrasas. Keywords: discipline, educational management, MTsN 6 Kerinci, tawadhu
MANAJEMEN KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SANTRI DI PESANTREN Edi Putra Jaya; Hairul Fauzi; Suhadi Suhadi; Maryam Maryam
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.1965

Abstract

Objective: This study aims to analyze the management of interpersonal communication between kiai and students in developing students’ character in Islamic boarding schools, as well as to examine the process of internalizing Islamic religious education values through such communication within the context of contemporary Islamic education. Method: This study employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving kiai, boarding school administrators, and students as research participants. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing in a systematic and continuous manner. Results: The findings indicate that interpersonal communication between kiai and students occurs through both formal and informal patterns that are not yet systematically structured, yet significantly contribute to the development of students’ religious character, discipline, responsibility, and moral values. Novelty: The novelty of this study lies in positioning interpersonal communication as a managerial instrument within Islamic boarding schools that functions as an integrative bridge between educational management and Islamic religious education in fostering holistic and sustainable character development among students.
MANAJEMEN BERJENJANG PEMBELAJARAN AL-QUR’AN MELALUI METODE IQRA’ DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TPQ Boby; Dedi Afrison; Safyalmi; Edi Putra Jaya
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen berjenjang pembelajaran Al-Qur'an melalui metode Iqra' dalam pendidikan agama Islam di TPQ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pengelola TPQ, ustaz, dan ustazah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an di TPQ dikelola secara berjenjang, dimulai dari Iqra' hingga pembelajaran Al-Qur'an, dengan intensitas pembelajaran enam kali dalam satu minggu. Pengelolaan pembelajaran didukung oleh pembagian jadwal siang untuk peningkatan Iqra' dan jadwal malam untuk pembelajaran Al-Qur'an, sehingga proses belajar dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan karakteristik santri. Sistem evaluasi dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi dasar peningkatan jenjang pembelajaran. Penerapan manajemen berjenjang ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran Al-Qur'an, baik dari aspek keteraturan proses belajar, peningkatan kelancaran membaca santri, maupun pembentukan kedisiplinan belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Al-Qur'an di TPQ tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran, tetapi juga oleh kualitas manajemen pendidikan agama Islam yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan.