Dini Chairunnisa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Bentuk serta Faktor Penyebab Pelecehan Seksual Pada Generasi Alpha : Literature Review Dini Chairunnisa; Fitniwilis, Fitniwilis; Savitri, Hurin Nabila; Nate, Fitria; Syahman, Yudhia Azzahra; Fatihah, Tsalsa Amani
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2025): Volume 6 Nomor 1: Mei 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v6i1.3551

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak merupakan isu global yang semakin mendesak, terutama di Indonesia, di mana data menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam kasus-kasus tersebut. Penelitian ini menganalisis tren konseptual yang dialami oleh Generasi Alpha, yang tumbuh di era digital dan media sosial. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2022) mendefinisikan pengertian pelecehan seksual pelecehan yang berasal dari kata kerja melecehkan yang berarti menghinakan, memandang rendah, serta mengabaikan, sementara itu seksual berarti hal yang berkenan dengan seks ataupun jenis kelamin, hal yang berkenan dengan permasalahan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan. Melalui pendekatan kajian pustaka atau literature review yang dilakukan dengan penelusuran penelitian yang relevan dari lima tahun terakhir, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pemahaman, faktor, bentuk, penyebab, dan dampak psikologis pada korban. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor kurangnya edukasi seksual, pengaruh media sosial, dan lemahnya perlindungan anak berkontribusi pada meningkatnya kasus-kasus yang terungkap. Penelitian ini menekankan perlunya pendidikan yang lebih baik, penguatan regulasi, dan kesadaran masyarakat untuk melindungi anak-anak dari ancaman seksual.
Toxic Relationship In Gen Z: Systematic Literature Review Dini Chairunnisa; Audya Nursyifa Febrianti; Nadia Maghvira Ramadhan; Alkaf, Nadia; Khairunnisa, Najwaa
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66950

Abstract

Toxic relationship adalah suatu hubungan yang bertujuan untuk menghancurkan kesehatan mental dengan berbagai cara, seperti dengan merendahkan diri sendiri dan orang lain, sehingga menimbulkan penolakan diri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika toxic relationship di kalangan Gen Z, dengan fokus pada dampak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 10 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic relationship pada Gen Z ditandai dengan pola interaksi manipulatif, pengendalian berlebihan, dan kekerasan emosional maupun fisik. Faktor-faktor penyebabnya meliputi karakteristik kepribadian pelaku, pengalaman masa lalu yang disfungsional, serta pengaruh media sosial. Dampak toxic relationship mencakup gangguan kesehatan mental semacam depresi dan kecemasan, masalah kesehatan fisik, dan isolasi sosial. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi emosional, dan akses terhadap intervensi psikologis untuk mengatasi dampak toxic relationship di kalangan Gen Z
Self-Efficacy Pada Siswa: Systematic Literatur Review Sahin, Arif; Renatha Ernawati; Rizki Amalia; Raudah Zaimah Dalimunthe; Amalia Rizki Pautina; Sya'ban Maghfur; Dini Chairunnisa; Ahmad Fasya AlfayyadI
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5549

Abstract

Dunia pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di masa yang akan datang. Self Efficacy memiliki andil yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, seseorang akan berupaya memanfaatkan potensi dirinya secara optimal apabila self efficacy–nya mendukung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana dampak dari Self-efficacy rendah dan Self-efficac tinggi dan faktor-faktor penyebab Self efficacy rendah dan Self-efficacy tinggi pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review. Penelitian ini menghasilkan 1) dampak dari Self-efficacy tinggi siswa mampu beradaptasi karir, prestasi akademik dan minat karir yang lebih baik 2) dampak dari Self-efficacy rendah yaitu siswa melakukan tindakan tidak jujur atau menyontek untuk meraih nilai tinggi 3) Faktor dari self-efficacy adalah prestasi, motivasi akademik, kesuksesan, dan pilihan karier di masa depan dan 4) faktor dari Self-efficacy siswa yang rendah yaitu bingung dengan materi pelajaran yang banyak dan  mengeluh dengan soal yang sulit. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu self-efficacy memiliki peran penting dalam proses keberhasilan akademik dan pemilihan karier  siswa. Kata kunci: self-efficacy, pendidikan, tinjauan
Perspektif Mahasiswa Mengenai Nilai Konseling Multikultural : Studi Kasus Dimensi Religiusitas dan Orientasi Seksual Fitriyani, Nina; Dini Chairunnisa; Oktafiana Kiranida; Anisa Melamita; Agus Sukirno
Al-Shifa Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alshifa.v7i1.12685

Abstract

The multicultural counseling course plays an important role in the process of developing culturally competent practitioners, yet only a small number understand how students themselves perceive the benefits of the multicultural counseling course experience. Previous research has only focused on general outcomes related to the multicultural competence of counselors, with limited attention to the subjective perspectives of students who undergo training for one semester. This study aims to explore how Islamic guidance and counseling students conceptualize the benefits of multicultural counseling training over one semester, identifying students' understanding that shapes their learning focus and engagement with the course content. This research involves five undergraduate students in their sixth semester as subjects, using interviews to analyze students' perspectives in identifying shared subjective viewpoints that illustrate different learning preferences and interpretations regarding the value of multicultural counseling training. The results of this study indicate that students understand multicultural counseling as an effort to appreciate the differences in clients' identities and values, although the level of understanding varies. Practical-based learning experiences (case discussions, role play, field practice) are considered more effective than theory alone. Religious issues are viewed as an important factor in counseling; students recognize the need for professionalism in dealing with differences in beliefs. Issues of sexual orientation remain a significant challenge, but students are beginning to develop empathetic and non-judgmental attitudes. Multicultural counseling training provides benefits such as openness, empathy, confidence, and readiness to face a pluralistic society.