Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Menstruasi untuk Meningkatkan Pemahaman Fiqh Wanita Dasar pada Anak-anak di Dusun Ngambar Gresik Muchammad Catur Rizky; Khoirun Niswatin; Wanda Citra Dewi
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v2i2.1411

Abstract

This community service aims to provide education on menstruation to enhance the basic understanding of women's fiqh for children in the Ngambar village of Gresik. The method used is the PAR (Participatory Action Research) method which includes counseling, direct demonstrations, and discussions. The results of the activities show that the children in Ngambar village, who previously had a limited understanding of the basic concepts of menstruation and the related Islamic laws, experienced a significant increase in understanding after participating in this educational activity. This menstruation education program can create awareness about the importance of maintaining hygiene, understanding the menstrual cycle counts, as well as understanding the prohibitions of prayer and fasting during menstruation, how to purify oneself after menstruation, and also boost their confidence, while preparing the children mentally for the menstruation period
Problematika Pendidikan Islam dalam Kajian Filsafat Pendidikan Islam: Problems of Islamic Education in the Study of the Philosophy of Islamic Education Safira Martania Putri; Nur Aniqa Pernaningtik; Khoirun Niswatin; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.996 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.473

Abstract

Filsafat Pendidikan Islam memiliki beberapa persoalan di zaman modern ini. Dalam kajian Filsafat Pendidikan Islam, problematika yang menjadi tantangan pendidikan Islam saat ini mencakup permasalahan buta huruf dan ketidaktahuan akan makna Al-Qur’an, agenda paradigma atau dualisme konseptual, serta ketidakakuratan program dan arah yang salah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika dalam kajian filsafat pendidikan Islam. Penulisan artikel ini menggunakan metode library riset atau penelitian pustaka yang berkesinambungan terhadap problematika, pendidikan, filsafat Islam. Penulisan ini membahas tentang Filsafat Pendidikan Islam yang mempunyai objek kajian dan problematika yang ada didalamnya. Objek kajiannya meliputi objek ontologis, objek epistemologi serta objek aksiologis.
PELATIHAN AL-BANJARI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DAN KREATIVITAS SISWA DI SMA Al-ISLAM KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO Amir Bandar Abdul Majid; Mohammad Fajar Shodiq; Khoirun Niswatin
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.18692

Abstract

Pelatihan Al-Banjari di SMA Al-Islam Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter religius sekaligus mengembangkan kreativitas peserta didik melalui seni Islami yang sarat nilai spiritual. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik tabuhan rebana dan lantunan shalawat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keikhlasan, disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menekankan pada pengembangan masyarakat dengan menggali, mengenali, dan memanfaatkan aset serta potensi yang telah dimiliki oleh komunitas. Melalui metode ABCD, pelaksanaan pelatihan Al-Banjari difokuskan pada pemberdayaan potensi siswa, guru, dan lingkungan sekolah sebagai sumber daya utama. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif seluruh pihak dalam mengembangkan kegiatan seni Islami sebagai aset sosial yang memperkuat identitas religius sekolah. Siswa diajak untuk mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui musik Islami yang menjadi media dakwah sekaligus sarana pembentukan akhlak mulia. Pelatihan ini menjadi wadah pengembangan diri yang mampu mengarahkan potensi siswa secara positif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat hubungan sosial di antara peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan Al-Banjari berperan penting dalam membangun lingkungan sekolah yang religius, harmonis, dan kreatif, sekaligus memperkuat identitas budaya Islami di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH Amir Bandar Abdul Majid; Khoirun Niswatin
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8049

Abstract

This paper critically examines the book Marriage Guidance for Prospective Brides and Grooms published by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia by highlighting the absence of integration of Islamic Religious Education (PAI) in the construction of family education. This study uses a qualitative-descriptive approach based on content analysis of the substance of the book's material. The results of the study indicate that the book emphasizes administrative, psychological, and reproductive health aspects, but does not yet present a systematic framework for family education based on PAI values. The concept of family education, both the relationship between husband and wife, wife and husband, and both towards children, is not formulated as a continuous pedagogical process. In fact, from an Islamic perspective, the family is the first madrasah (al-madrasah al-ūlā) for the formation of children's faith, worship, and morals. In addition, the book does not include procedures, stages, or strategies for resolving family conflicts that are structured as an effort to achieve a sakinah family. The absence of this normative-educational framework has implications for weak theological and pedagogical foundations in building a family oriented towards Islamic values. Therefore, it is necessary to reconstruct the guidance materials for prospective brides and grooms by integrating the Islamic Religious Education paradigm as the basis for family education. This ensures that the family is understood not only as a social institution but also as an educational institution for faith, morals, and civilization.