Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal Of Pharmacy

Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Ayu Rahwamati; Lubis, Nursyafni; Putri Tri Adhani; Novtafia Endri
The Journal Of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2025): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penyakit infeksi menjadi salah satu masalah penyakit terbesar dan masuk kedalam sepuluh besar penyakit terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data WHO 2015 menyatakan bahwa penyebab kematian pada anak <5 tahun di Indonesia disebabkan oleh penyakit infeksi dengan persentase 1-20 %. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan antibiotik pada masyarakat di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan menggunakan metode survey cross- sectional dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel penelitian ini menggunakan 100 responden dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data penelitian yang dilakukan antara lain analisa univariat, bivariat dengan metode uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan dalam penggunaan obat antibiotik.
Analisis Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kompetensi Hipertensi Di RS Kota Pekanbaru Rahmawati, Ayu; Lubis, Nursyafni; Nawwar Irfan; Muhammad Arif; Putri Afriani
The Journal Of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2025): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patients with type 2 Diabetes Mellitus accompanied by hypertension commonly receive multiple medications, increasing the risk of polypharmacy and potential drug interactions. This study aimed to analyze the relationship between the number of drugs used and the occurrence of potential drug interactions among patients with type 2 Diabetes Mellitus and hypertension at Hospital Ini Pekanbaru City. This study employed a non-experimental observational design with retrospective data collection. Samples were selected using purposive sampling, and data were analyzed using IBM SPSS Statistics version 27. A total of 98 medical records met the inclusion criteria. The results showed that 57 patients experienced potential drug interactions, with a total of 67 interaction events. All identified interactions were classified as moderate in severity (100%). Based on the interaction mechanisms, pharmacodynamic interactions were predominant, accounting for 64 events (95.52%), while pharmacokinetic interactions accounted for 3 events (4.48%). Statistical analysis demonstrated a significant association between the number of drugs prescribed and the occurrence of potential drug interactions (p = 0.001). Close monitoring of potential drug interactions is essential to ensure the effectiveness and safety of therapy, particularly in patients undergoing polypharmacy.
Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi Dan Outcome Klinisnya Pada Pasien Di RSUD Rokan Hulu Provinsi Riau Novtafia Endri; Lubis, Nursyafni; Rahmadhani, Sari; Ratna Sari
The Journal Of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2025): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang memerlukan pengelolaan terapi yang rasional untuk mencapai outcome klinis yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat antihipertensi, tingkat rasionalitas terapi, serta hubungannya dengan outcome klinis pada pasien hipertensi di RSUD Rokan Hulu Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional retrospektif dengan data rekam medis pasien rawat jalan periode Januari–Desember 2024. Sebanyak 104 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Evaluasi rasionalitas terapi meliputi ketepatan indikasi, pemilihan obat, dosis, dan interval pemberian. Outcome klinis dinilai berdasarkan pencapaian target tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan indikasi mencapai 100%, ketepatan dosis 98,1%, dan ketepatan interval 99%, namun ketepatan pemilihan obat masih 80,8%. Kombinasi dua obat merupakan regimen paling banyak digunakan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan ketepatan penggunaan obat, namun terdapat hubungan antara ketepatan terapi dan outcome klinis. Evaluasi penggunaan obat antihipertensi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil terapi pasien hipertensi.
Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi Dan Outcome Klinisnya Pada Pasien Di RSUD Rokan Hulu Provinsi Riau Lubis, Nursyafni; Risky Dinda Pratama
The Journal Of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2025): Journal Of Pharmacy UMRI
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian banyak obat dalam satu resep dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi atau menimbulkan efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada resep polifarmasi di Apotek Keluarga 1 Kota Pekanbaru periode Mei 2024–Juni 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional retrospektif dengan teknik purposive sampling. Analisis potensi interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi Medscape, situs Drugs.com, dan literatur Stockley’s Drug Interaction. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan perangkat lunak SPSS versi 26. Dari 127 resep yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 46 resep (43%) mengalami potensi interaksi obat dengan total 57 kejadian interaksi. Interaksi farmakodinamik merupakan mekanisme yang paling dominan (77%) dan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (67%). Nilai p sebesar 0,037 (p < 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah kombinasi obat dengan potensi terjadinya interaksi obat.