Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TEORI DEMOKRASI DAN TEORI ASHABIYAH IBNU KHALDUN DAN KAITANNYA DENGAN PANCASILA Muhammad Azrul Amirullah; Muhammad Sabilillah; Muhammad Akbar Hilman
Journal Central Publisher Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i3.411

Abstract

Latar Belakang : Agama Islam mengatur sistem pemerintahan untuk melindungi hak umatnya, ada seorang tokoh muslim yang sangat terkenal akan pemikiran politiknya yaitu Ibnu Khaldun, pada analisis kali ini bagaimana pandangan Ibnu Khaldun terhadap sistem demokrasi yang sudah lama berkembang sejak Yunani kuno hingga sekarang dan penerapan pemikiran demokrasi menurut Ibnu Khaldun terhadap Pancasila. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan teori demokrasi dan teori Ashabiyah Ibnu Khaldun dan kaitannya dengan pancasila. Metode : Metode penelitian menggunakan pendekatan kepustakaan yaitu dengan memanfaatkan sumber yang berasal dari jurnal-jurnal yang berkaitan dengan teori demokrasi dan teori Ahabiyah. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan sistem demokrasi Pancasila, yang didalamnya terdapat asas-asas kemanusiaan, kebersamaan, kekuatan pemerintahan, hal tersebut mmeiliki kesamaan pada karakter Ashabiyah yang di cetuskan oleh Ibnu Khaldun pada abad ke 13 M berupa tatanan kebersamaan dalam bermasyarakat serta sistem pemerintahan. Kesimpulan : Teori Ashabiyah dan teori demokrasi memiliki kesamaan dalam pemberian jaminan kebersamaan terhadap kelompok minoritas (terkecil) dan hal itu menkankan kepada kehendak rakyat.
An Islamic Review of the Ineffectiveness of Western Politics in Supporting the Social Order of Society Saipul Nasution; Muhammad Azrul Amirullah; Muhammad Akbar Hilman
Proceeding of the International Conference on Economics, Accounting, and Taxation Vol. 3 No. 1 (2026): Proceeding of the International Conference on Economics, Accounting, and Taxati
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/iceat.v3i1.241

Abstract

Western political concepts rooted in secularism, liberalism and rationalism have become the dominant currents in organizing the lives of modern societies. However, in practice, this model often fails to ensure social justice, societal stability, and the integration of moral values in the power structure. This article aims to analyze the fundamental weaknesses in the Western political system, especially in terms of ensuring a harmonious and just social order. Through a normative and descriptive approach, this study uses the perspective of Islamic law as a tool of criticism, which emphasizes the importance of the values of tawhid, justice (al-ilah), benefit (maṣlaḥah), and the responsibility of power (al-mas'ūliyyah). The anal-ysis shows that Islamic politics offers a more complete ethical and transcendental framework in sus-taining social life, compared to Western politics that tends to be technocratic and pragmatic. Thus, it is necessary to reorient global political thought so that it does not only focus on legal-formal aspects, but also on the spiritual and moral dimensions that are at the core of Islamic law.