Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Persepsi Peran Sosial pada Tokoh Film Mulan (2020) Dengan Teori Feminime Mistique: Betty Friendan Berutu, Almarisa; Sihombing, Citra Rotama; Saragih, Ezra Dwi Astuti; Siagian, Nency; Rahmani, Nurita; Manik, Rut Putriana br
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6384

Abstract

Penelitian ini menganalisis film Mulan (2020) sebagai representasi dinamika gender melalui pendekatan teori feminime mystique yang berakar dari pemikiran Betty Friedan. Meskipun Friedan lebih dikenal melalui kritiknya terhadap stereotip perempuan dalam The Feminine Mystique, kajian ini memfokuskan pada bagaimana tekanan sosial terhadap maskulinitas juga memengaruhi peran gender dalam film. Metode yang digunakan adalah analisis naratif- kualitatif dengan pendekatan teori gender. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh Mulan harus menyamarkan identitasnya dan menyesuaikan diri dengan norma maskulinitas untuk diterima di dunia militer, mencerminkan pembebasan perempuan yang masih bersifat bersyarat. Sementara itu, tokoh pendukung Cricket menunjukkan resistensi terhadap maskulinitas hegemonik melalui ekspresi emosional yang dianggap tidak lazim dalam lingkungan militer. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Mulan tidak hanya mengangkat isu emansipasi perempuan, tetapi juga mengungkap tekanan sosial yang dialami laki-laki akibat konstruksi maskulinitas sempit dalam sistem patriarki.
Etika Berbicara Dalam Promosi Film A Business Proposal: Kajian Pragmatik Atas Ujaran Abidzar Syalsabilla, Najwa; Siagian, Nency; Andika, Arya Dwi; Silaban, Devi; Harahap, Safinatul Hasanah
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5990

Abstract

Penilitan ini bertujuan untuk menganalisis pengggunaan bahasa dalam berkomunikasi atau menyampaikan sebuah statement di wawancara Abidzar pada promosi film A Business Proposal dengan teori Pragmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan melihat bagaimana struktur bahasa, pilihan kata dan konteks sosialnya berkontribusi dalam promosi film A Busniess Proposal. Data analisis yang digunakan berupa rekaman wawancara promosi, berita, dan video yang telah beredar di internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana kebahasan yang digunakan oleh Abidzar saat melakukan promosi. Penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana etika berbicara dan pemilihan kata dalam berkomunikasi yang baik.
Analisis Persepsi Peran Sosial pada Tokoh Film Mulan (2020) Dengan Teori Feminime Mistique: Betty Friendan Berutu, Almarisa; Sihombing, Citra Rotama; Saragih, Ezra Dwi Astuti; Siagian, Nency; Rahmani, Nurita; Manik, Rut Putriana br
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6384

Abstract

Penelitian ini menganalisis film Mulan (2020) sebagai representasi dinamika gender melalui pendekatan teori feminime mystique yang berakar dari pemikiran Betty Friedan. Meskipun Friedan lebih dikenal melalui kritiknya terhadap stereotip perempuan dalam The Feminine Mystique, kajian ini memfokuskan pada bagaimana tekanan sosial terhadap maskulinitas juga memengaruhi peran gender dalam film. Metode yang digunakan adalah analisis naratif- kualitatif dengan pendekatan teori gender. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh Mulan harus menyamarkan identitasnya dan menyesuaikan diri dengan norma maskulinitas untuk diterima di dunia militer, mencerminkan pembebasan perempuan yang masih bersifat bersyarat. Sementara itu, tokoh pendukung Cricket menunjukkan resistensi terhadap maskulinitas hegemonik melalui ekspresi emosional yang dianggap tidak lazim dalam lingkungan militer. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Mulan tidak hanya mengangkat isu emansipasi perempuan, tetapi juga mengungkap tekanan sosial yang dialami laki-laki akibat konstruksi maskulinitas sempit dalam sistem patriarki.
Etika Berbicara Dalam Promosi Film A Business Proposal: Kajian Pragmatik Atas Ujaran Abidzar Syalsabilla, Najwa; Siagian, Nency; Andika, Arya Dwi; Silaban, Devi; Harahap, Safinatul Hasanah
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v2i1.5990

Abstract

Penilitan ini bertujuan untuk menganalisis pengggunaan bahasa dalam berkomunikasi atau menyampaikan sebuah statement di wawancara Abidzar pada promosi film A Business Proposal dengan teori Pragmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan melihat bagaimana struktur bahasa, pilihan kata dan konteks sosialnya berkontribusi dalam promosi film A Busniess Proposal. Data analisis yang digunakan berupa rekaman wawancara promosi, berita, dan video yang telah beredar di internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana kebahasan yang digunakan oleh Abidzar saat melakukan promosi. Penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana etika berbicara dan pemilihan kata dalam berkomunikasi yang baik.
KRITIK TERHADAP PENGINJILAN DAN PEMAHAMAN ALKITAB DALAM GERAKAN KRISTEN PROGRESIF Nainggolan, Mangido; Siagian, Nency; Pardosi, Yessa Ronauli; Sianturi, Yosia R. E.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36081

Abstract

Tulisan ini mengkritik penginjilan dan pemahaman Alkitab dalam Gerakan Kristen Progresif, dengan menyoroti pendekatan liberal gerakan ini terhadap teologi yang menekankan keadilan sosial, inklusivitas, dan kesetaraan hak, termasuk dukungan untuk hak-hak LGBTQ+ dan kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika berdasarkan teori Paul Ricoeur, yang menganjurkan interpretasi teks Alkitab yang berbasis konteks. Sementara sebagian orang melihat Kristen Progresif sebagai dialog yang diperlukan untuk relevansi modern, para kritikus berpendapat bahwa hal ini melemahkan ajaran Alkitab tradisional dan mempromosikan pemahaman yang relatif tentang keselamatan, menyimpang dari keyakinan bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Tulisan ini mengungkap implikasi pergeseran ini terhadap nilai-nilai gereja tradisional dan menyerukan dialog yang berkelanjutan antara perspektif teologis progresif dan konservatif untuk menjaga ajaran inti Kekristenan.
Analisis Komparatif Mitos Roro Jonggrang dan Dayang Sumbi: Tinjauan Psikoanalisis Jacques Lacan Tentang Hasrat dan Hukum Simbolik Andika, Arya Dwi; br Sitepu, Ecka Libertyta; Siagian, Nency; br Manik, Rut Putriana; Sianturi, Sukma Pebri; Sianturi, Yosia
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif terhadap mitos Roro Jonggrang dan Dayang Sumbi menggunakan tinjauan psikoanalisis Jacques Lacan untuk mengidentifikasi dinamika hasrat (desire), kekurangan (lack), dan hukum simbolik (Symbolic Law) yang membentuk konflik dan penyelesaian tokoh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis teks (close reading) yang berfokus pada identifikasi konsep-konsep Lacanian (Real, Imajiner, Simbolik, dan objet petit a) dalam struktur naratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua legenda berfungsi sebagai mekanisme kultural untuk menegaskan batas-batas peradaban dan hukum moral masyarakat. Dalam kisah Dayang Sumbi, ketidakhadiran struktur paternal (lack dan Name-of-the-Father) akibat trauma ranah Real (kelahiran yang di luar logika simbolik) memicu hasrat inses Sangkuriang dalam ranah Imajiner. Dayang Sumbi kemudian bertindak sebagai representasi Hukum Simbolik yang memulihkan tatanan melalui penanda (signifier) dan syarat mustahil. Sementara itu, kisah Roro Jonggrang menampilkan hasrat Bandung Bondowoso sebagai objet petit a (objek hasrat yang tak pernah terpenuhi) yang diatasi melalui tindakan spektakuler ranah Imajiner. Ketika Roro Jonggrang meretas hukum simbolik (syarat candi) dengan tipu daya, konsekuensinya adalah pembalasan Simbolik brutal berupa kutukan. Pengubahan Roro Jonggrang menjadi arca merefleksikan fetishisasi kekurangan—substitusi simbolik untuk kekosongan hasrat yang hilang. Secara keseluruhan, kedua mitos ini menunjukkan bahwa ketegangan antara hasrat pribadi (Imaginary) dan hukum etika kolektif (Symbolic) akan selalu diselesaikan oleh Tatanan Simbolik, seringkali dengan transformasi abadi yang monumental (gunung dan arca).