Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stress and Coping Mechanisms in Thesis Preparation: A Study of Undergraduate Midwifery Students at Universitas Mega Buana Palopo, 2025 Wafiah, Nur; Fadli; Supri, Aisyah; Papayungan, Sutrisno
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress is a condition in which physical, environmental, and social factors become dysregulated. The body responds to stress originating from psychosocial factors—such as emotional pressure or life challenges—through physiological, psychological, or behavioral reactions that can become excessive and unrecognized. This study aimed to examine the relationship between stress levels and coping mechanisms during thesis preparation among undergraduate midwifery students at Universitas Mega Buana Palopo in 2025. A descriptive analytic design with a cross-sectional approach was used. The study population consisted of undergraduate midwifery students currently working on their theses. Total sampling was applied, involving 40 respondents. Data were collected using stress level and coping mechanism questionnaires, and analyzed using SPSS version 26 with the Chi-Square test. Results showed that among 40 respondents, the majority experienced moderate stress (40%). Among them, 3 students (7.5%) used adaptive coping mechanisms, while 13 students (32.5%) applied maladaptive coping mechanisms. Statistical analysis using the Chi-Square test revealed a significant relationship (p = 0.001 < 0.05) between stress levels and coping mechanisms. It can be concluded that there is a significant relationship between stress levels and coping mechanisms during thesis preparation among undergraduate midwifery students at Universitas Mega Buana Palopo in 2025.
Dampak Senam Kaki Diabetik dalam Menurunkan Glukosa Darah pada Lansia Di UPT PPSLU Mappakasunggu Kota Pare Pare Husri, Hasiwulansi; Ida, Ida; Izza, Izza; Helena, Masita; K, Musdalifah; Nirma, Nirma; Aisyah Saleh, Nur; Wafiah, Nur; Kaharuddin, Nurwildah; Fadli, Fadli; Sastria Ahmad, Andi
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/fstw8k49

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan, kurang berolahraga, dan kelebihan berat badan, dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkendali, yang dapat memicu diabetes melitus tipe 2. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan asam urat dan GDS, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan senam kaki diabetik yang bertujuan untuk mengendalikan kadar glukosa darah dan melancarkan sirkulasi darah. Hasil kegiatan diperoleh glukosa darah pada lansia berdasarkan kelompok usia 60-70 tahun (57%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 99 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 262 mg/dL, usia 71-80 tahun (22%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 117 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 199 mg/dL sedangkan  umur ≥ 80 tahun (21%) dengan nilai glukosa darah terendah 102 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 220 mg/dL. Kesimpulan: Semua lansia dalam kegiatan pengabdian masyarakat dapat memahami tentang terapi aktivitas fisik senam kaki diabetik untuk mengontrol kadar glukosa darah. Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan senam kaki diabetik dapat dijadwalkan secara rutin minimal 2-3 kali perminggu, lansia dapat melakukan senam kaki diabetik dirumah secara mandiri serta tenaga kesehatan memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai pengendalian diabetes melitus dan juga gaya hidup sehat yang mendukung penurunan resiko komplikasi.