Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Kemantapan Jalan, PDRB Per Kapita, dan TPT terhadap Indeks Pembangunan Manusia pada Kabupaten/Kota di Kalimantan Tahun 2018–2023 Saskia Geofani Sitorus; Dedy Yuliawan
CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus: CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cemerlang.v6i3.9458

Abstract

This study aims to analyze the influence of road soundness, GRDP per capita, and the Open Unemployment Rate on the Human Development Index (HDI) across 28 regencies/cities in East Kalimantan, North Kalimantan, and South Kalimantan provinces during 2018–2023. A quantitative approach with panel data regression was applied to secondary data obtained from Statistics Indonesia (BPS), yielding 168 observations. Model selection through the Chow and Hausman tests established the Fixed Effect Model (FEM) as the best estimator, processed using EViews 12. The results show that road soundness has a positive but insignificant effect on HDI, GRDP per capita has a positive and significant effect, while the Open Unemployment Rate has a negative and significant effect at the 90% confidence level. The post-Covid-19 dummy variable is positive and significant, and all independent variables simultaneously affect HDI significantly. These findings confirm that improving human development in extractive-based regions cannot rely solely on the availability of road infrastructure, but requires equitable economic growth and a reduction in unemployment. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemantapan jalan, PDRB per kapita, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 28 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan selama periode 2018–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga diperoleh 168 observasi. Pemilihan model dilakukan melalui Uji Chow dan Uji Hausman yang menetapkan Fixed Effect Model (FEM) sebagai model estimasi terbaik, dengan pengolahan menggunakan software EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemantapan jalan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap IPM, PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan TPT berpengaruh negatif dan signifikan pada tingkat kepercayaan 90%. Variabel dummy post Covid-19 berpengaruh positif dan signifikan, dan secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap IPM. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia di wilayah berbasis sektor ekstraktif tidak cukup hanya ditopang oleh ketersediaan infrastruktur jalan, melainkan memerlukan pertumbuhan ekonomi yang merata serta penurunan tingkat pengangguran.