Nurlaela Widyarini
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN STRATEGI COPING PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) Twining Presta Mintari; Nurlaela Widyarini
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v11i2.318

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui gambaran strategi coping orang tua yangmemiliki ABK ditinjau dari usia, jenis kelamin, status sosial sosial, dan tingkatpendidikan orang tua di sentra ABK Cahaya Nurani Jember. Penelitian inimerupakan penelitian populasi yang berjumlah 24 subyek dengan karakteristikorangtua dengan anak autis, down syndrom, ADHD, retardasi mental, lambatperkembangan, slow learner, dan tuna rungu.Alat ukur yang digunakan berupa skala strategi coping yang terdiri dari 20aitem (α = 0.856). Hasil penelitian menunjukkan orang tua yang melakukanproblem focused coping kategori tinggi sebanyak 10 orang (41,7%), kategorirendah sebanyak 14 orang (58,4%). Orang tua yang melakukan emotion focusedcoping kategori tinggi sebanyak 18 orang (75%), kategori rendah sebanyak 6orang (25%).Selanjutnya tidak ada perbedaan jenis strategi coping ditinjau dari usia(F=1,347;p0,05), jenis kelamin (F=2,163;p0,05), status sosial ekonomi dilihatdari pekerjaan (F=1,363;p0,05) dan pendapatan (F=1,063;p0,05). Adaperbedaan jenis strategi coping ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua(F=3,385;p0,05).
Dari Keyakinan Menjadi Intensi: Protokol Kesehatan dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Nurlaela Widyarini; Asiva Salma
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi intensi mahasiswa dalam melaksanakan protocol kesehatan selama pembelajaran tatap muka.  Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yang disusun berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) dan melibatkan sampel secara convenience.  Tahap pertama (tahap elisitasi keyakinan) menggunakan desain penelitian kualitatif pada 15 partisipan (rerata usia 21,9 tahun; SD= 1,98) dan bertujuan mengungkap keyakinan tentang manfaat melaksanakan protokol kesehatan, pihak-pihak yang memengaruhi partisipan dan kemampuan kendali dalam melaksanakan protokol kesehatan. Tahap kedua merupakan penelitian kuantitatif. Peneliti menggunakan 4 skala (Skala Sikap, Norma Subjektif, Kendali yang dipersepsikan dan Intensi) yang diberikan kepada 148 mahasiswa (rerata usia 20,5 tahun; SD=1,35) dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif dan kendali perilaku terhadap intensi untuk melaksanakan protokol kesehatan pada pembelajaran tatap muka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif dan kendali perilaku merupakan prediktor yang kuat dalam menentukan intensi untuk melaksanakan protokol kesehatan pada pembelajaran tatap muka. Faktor kendali perilaku memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan sikap dan norma subjektif. Implikasi teoritis dan praktis penelitian ini terkait dengan proses yang kompleks dan dinamis pada perilaku sehat selama masa pandemi.
Peran Komunikasi dengan Orang Tua dan Perilaku Seksual Remaja: Studi Metaanalisis Nurlaela Widyarini; Sofia Retnowati; Diana Setiyawati
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 12 No. 2 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.749 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2019.12.2.126

Abstract

Previous research on parent-adolescent communication and adolescent sexual behavior showed some inconsistent results. A meta-analysis was performed for the purpose of determining the magnitude of association between parent-adolescent communication and adolescent’s sexual behavior. Adolescent’s sexual behavior encapsulates knowledge about sexual and reproductive health (healthy sexual behavior, reproductive health and risky sexual behavior), attitude on sexuality, intention and sexual behavior (dating, intercourse and pregnancy), self efficacy and sel control in abstinence and condom use. This study is conducted by analysis of scientific articles from EBSCO, ProQuest, Science Direct, Taylor & Francis, Willey, and Sage Publication. The study selected studies published from 2001-2015 that were written in English. The participants of the studies had age ranged from 10-24 years, based on WHO definition of young people. Based on inclusion criteria, the initial searched yielded 121 articles, 20 articles with 55 studies of which were eligible. The results of the meta-analysis showed that parent-adolescent communication determined adolescent sexual behavior (r=0,08). Meanwhile, communication has more significant influence on adolescent’s sexual behavior based on parent perceived (r=0,62) compared with perceived by adolescents (0,43) or adolescents-parents (0,48). Future studies based on the limitations are needed for further understanding the effect of parent-adolescent communication in term of sexuality regarding on culture and gender differences.