Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Buah Pala (Myrisca Fragnant Houtt) Setyawan, Dheny Chandra; Sasmito, Laksono Bagus; Angkasa, Alexander
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dan antidiabetes dari ekstrak buah pala (Myristica fragrans Houtt.). Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk mengukur kemampuan ekstrak dalam menangkap radikal bebas. Aktivitas antidiabetes diuji dengan menggunakan model tikus yang diinduksi diabetes melitus melalui pemberian alloksan. Parameter yang diukur meliputi kadar glukosa darah, serta analisis histopatologi pankreas untuk menilai kerusakan sel pankreas akibat diabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah pala memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan, yang tercermin dari penurunan kadar radikal bebas. Selain itu, ekstrak buah pala juga menunjukkan potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gambaran histopatologi pankreas pada tikus diabetes. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak buah pala berpotensi sebagai agen terapeutik dalam mengatasi stres oksidatif dan diabetes melitus.
Risk factors associated with dengue hemorrhagic fever incidence in the Belawan II Community Health Center Sari, Juwita Purnama; Ginting, Rapael; Sihotang, Widya Yanti; Fioni, Fioni; Tarigan, Antje Irmella; Malau, Reghita Claudia; Angkasa, Alexander; Lizar, Budi Septhian
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i2.7813

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in tropical regions such as Indonesia, where environmental and behavioural factors play crucial roles in its transmission. This study aimed to analyse the factors associated with the incidence of DHF in the working area of the Belawan II Community Health Centre in Medan. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. A sample of 110 housewives was selected via purposive sampling from a population of 150 housewives in the area. Data were collected through questionnaires and observation, then analysed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression) methods. Bivariate analysis revealed significant associations between DHF incidence and the following factors: education level (p=0.001), housewives' knowledge (p=0.000), 3M Plus behaviour (p=0.000), health promotion services (p=0.000), and the presence of mosquito larvae (p=0.000). In contrast, variables for age (p=0.161) and occupation (p=0.898) showed no significant association. Multivariate analysis identified health promotion services as the dominant factor associated with DHF incidence (OR=0.029; 95% CI=0.010-0.084; p=0.000), with housewives' knowledge serving as a supporting factor. In conclusion, DHF prevention efforts in the Belawan II area should prioritise enhancing the quality and coverage of effective health promotion services, complemented by improving household-level knowledge and preventive practices, alongside sustainable control of mosquito breeding sites.