Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

THE VARIATIONS OF TRANSLATING CONJUNCTIVE ADVERB ‘THEN’ IN JUDY BLUME’S NOVEL INTO INDONESIAN System, Administrator; Tri Lilasari, Luh Nyoman
Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra Vol 9 No 2 (2017): Sphota
Publisher : Sphota : Jurnal Linguistik dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.026 KB)

Abstract

ABSTRAK Proses penerjemahan sangatlah komplek karena tidak hanya melibatkan dua bahasa yang berbeda namun juga dua budaya, dimana setiap bahasa memiliki sistemnya sendiri. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis variasi terjemahan ‘then’ke dalam bahasa Indonesia. Data diambil, dikumpulkan, dan dianalisis dari buku terjemahan karya Judy Blume yang terkenal berjudul “Just As Long As We’re Together” dan terjemahannya yang berjudul “Selama Kita Bersama”. Buku ini dipilih karena ceritanya memberikan inspirasi bagi kawula muda yang bercerita tentang persahabatan dan mengandung banyak kata penghubung ‘then’ yang menarik untuk dianalisis. Metode kuantitatif dan kualitatif diterapkan berdasarkan teori Dynamic Equivalence oleh Nida yang menyatakan bahwa penerjemahan bertujuan untuk mengekspresikan segala sesuatunya secara natural atau alami dan merupakan kombinasi dari seni/estetika, keahlian, dan pengetahuan. Analisa kuantitatif digunakan untuk menujukkan jumlah kemunculan kata ‘then’ dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menjabarkan variasi terjemahannya. Variasi kata yg dipilih oleh penerjemah untuk menerjemahkan kata penghubung ‘then’, antara lain lalu, kemudian, kalau begitu, dengan begitu, maka. Kata yang paling sering dipergunakan adalah lalu. Selain itu ditemukan pula beberapa yang tanpa terjemahan. Penggunaan variasi bahasa ini berdasarkan pada pilihan, seni/estetika, dan rasa yang didapatkan oleh penerjemah berdasarkan pemahaman dan keahliannya dalam memahami isi dari konteks cerita. Kata kunci: penerjemahan, kata penghubung ‘then’, pilihan, seni/estetika, dan rasa penerjemah
FIRST LANGUAGE INTERFERENCE IN THE CORRESPONDENCE OF HOTELS AND VILLAS STAFF INBADUNG Tri Lilasari, Luh Nyoman
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 1 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk me11jabarkan interferensi bahasa khususnya bagi penutur bahasa Indonesia asli yang dapat mempengaruhi penutur Indonesia yang mempelajari bahasa hlggris. Selain itu juga menektmkan pada beberapa aspek dalam penggunaan bahasa Inggris da11 bahasa Indonesia yang dapat memunculkan ban yak kesalahan bagi penutur bahasa Indonesia yang mempelajari bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengana/isis pengaruh struktur dan semantik bahasa pertama terhadap bahasa kedua, dan juga untuk memperbaiki kesalahan yang dihasilkan akibat interferensi bahasa lersebut dalam koresponden yang dibuat oleh s1af reservasi hole[ dan vita di Badung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen for!nal bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama digunakan dalam konlek bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dimana struktur kedua bahasa lersebut berbeda sehingga menimbulkan kesalahan penggunaan bahasa. Pada beberapa situasi, para staf reservasi langsung menerjemahkan ke bahasa tujuan tanpa mempertimbangkan struktur da11 semantik bahasa kedua tersebut.
FIRST LANGUAGE INTERFERENCE IN THE CORRESPONDENCE OF HOTELS AND VILLAS STAFF INBADUNG Tri Lilasari, Luh Nyoman
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk me11jabarkan interferensi bahasa khususnya bagi penutur bahasa Indonesia asli yang dapat mempengaruhi penutur Indonesia yang mempelajari bahasa hlggris. Selain itu juga menektmkan pada beberapa aspek dalam penggunaan bahasa Inggris da11 bahasa Indonesia yang dapat memunculkan ban yak kesalahan bagi penutur bahasa Indonesia yang mempelajari bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengana/isis pengaruh struktur dan semantik bahasa pertama terhadap bahasa kedua, dan juga untuk memperbaiki kesalahan yang dihasilkan akibat interferensi bahasa lersebut dalam koresponden yang dibuat oleh s1af reservasi hole[ dan vita di Badung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen for!nal bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama digunakan dalam konlek bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dimana struktur kedua bahasa lersebut berbeda sehingga menimbulkan kesalahan penggunaan bahasa. Pada beberapa situasi, para staf reservasi langsung menerjemahkan ke bahasa tujuan tanpa mempertimbangkan struktur da11 semantik bahasa kedua tersebut.
FIRST LANGUAGE INTERFERENCE IN THE CORRESPONDENCE OF HOTELS AND VILLAS STAFF INBADUNG Luh Nyoman Tri Lilasari
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v13i2.218

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk me11jabarkan interferensi bahasa khususnya bagi penutur bahasa Indonesia asli yang dapat mempengaruhi penutur Indonesia yang mempelajari bahasa hlggris. Selain itu juga menektmkan pada beberapa aspek dalam penggunaan bahasa Inggris da11 bahasa Indonesia yang dapat memunculkan ban yak kesalahan bagi penutur bahasa Indonesia yang mempelajari bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengana/isis pengaruh struktur dan semantik bahasa pertama terhadap bahasa kedua, dan juga untuk memperbaiki kesalahan yang dihasilkan akibat interferensi bahasa lersebut dalam koresponden yang dibuat oleh s1af reservasi hole[ dan vita di Badung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen for!nal bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama digunakan dalam konlek bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dimana struktur kedua bahasa lersebut berbeda sehingga menimbulkan kesalahan penggunaan bahasa. Pada beberapa situasi, para staf reservasi langsung menerjemahkan ke bahasa tujuan tanpa mempertimbangkan struktur da11 semantik bahasa kedua tersebut.
PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK MILENIAL TERHADAP KUALITAS DESA CANGGU SEBAGAI DESTINASI PARIWSATA DI BALI Putu Haris Chandra Hartana; Dewa Ayu Made Lily Dianasari; Luh Nyoman Tri Lilasari
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 21 No 1 (2022): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v21i1.609

Abstract

The quality of tourist destinations is one of the important things for the success of Canggu Village as a tourist destination in Bali. Perception is the process of a person how to selects, organizes, and interprets input information to create a meaningful overall picture. The existence of a good tourist perception of Canggu Village will affect return visits, as well as indirect promotion media among tourists. This study aims to determine the perception of millennial domestic tourists on the quality of Canggu Village as tourist destination in Bali. The sampling technique used purposive sampling technique with 96 tourists as respondents. For the analysis technique using quantitative descriptive analysis technique by looking for the average value of each variable. The perception of millennial domestic tourists who visited Canggu Village showed good results on the quality of Canggu Village as a tourism destination in Bali with a score of 3.68 included in the good category and including a positive value, while the lowest variable value was accessibility with a score of 3.21 including neutral value and fairly good value category.
Penguatan Storytelling Produk Desa Wisata Bakas Kabupaten Klungkung Hartanti Woro Susianti; Dewa Ayu Made Lily Dianasari; Ni Made Tirtawati; Hanugerah Kristiono Liestiandre; Ida Bagus Putra Negarayana; Ni Luh Nyoman Tri Lilasari; I Gede Gian Saputra Saputra; Dewa Ayu Nyoman Aridayanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabddian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/makardhi.v2i1.766

Abstract

Bakas Village is a MKP Study Program assisted village that already has a cooperation agreement. With the concept of Community Base Tourism, finally a tourism village governance has been formed as a result of a joint decision between the official village and the Bakas traditional village. After the establishment of governance, efforts are still needed to strengthen products in the form of storytelling, as part of marketing, so that Bakas Village can develop priority programs for its tourism village products. This community service is in the form of training which consists of two stages. The first stage is in the form of training related to strengthening storytelling how to describe an attraction and managing visitors as well as managing the interpretation of tourist village products. The second stage is in the form of technical training in packaging storytelling for digital-based tourism village products. The results of this community service activity are increasing the understanding of Bakas tourism village managers about the components of tourist village products, managing visitors in tourist villages, and managing tourist village product interpretations, as well as strengthening the ability of managers to provide digital-based storytelling of Bakas Village products.
Tata Kelola Desa Wisata Berbasis CHSE di Desa Bakas Kabupaten Klungkung Hanugerah Kristiono Liestiandre; Lily Dianasari Dewa Ayu Made; Ni Made Tirtawati; Hartanti Woro Susianti; Ida Bagus Putra Negarayana; Ni Luh Nyoman Tri Lilasari; Gede Gian Saputra; Dewa Ayu Nyoman Aridayanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.617 KB) | DOI: 10.52352/makardhi.v1i2.581

Abstract

The managers and community leaders of Bakas Village admit that they are not ready to manage their village as a tourism village. Another problem is that good governance has not been established in terms of developing a tourism village and there are several conditions for local communities who are not ready to provide services to tourists who come because there is no clear management system. This community service is carried out in 3 stages with participants from all stakeholders. tourist village. The end result of this community service is to increase public understanding of the CHSE-based tourism village governance system, the formation of a tourism management system managed by a professional management agency in the Bakas Village area that accommodates the aspirations of local communities, and increasing the community's ability to provide excellent service with CHSE-based.
Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Desa Wisata Paksebali di Kabupaten Klungkung Putu Sukma Wahyuni Dewi; Luh Nyoman Tri Lilasari; I Gede Gian Saputra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.65 KB) | DOI: 10.52352/makardhi.v1i1.606

Abstract

This research aims to study the role of local government in the development of Paksebali Tourism Village, from the perspective of local community, tourism village team, and the Klungkung District Government. Data were collected by observation, survey, interviews, documentation and analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that local people and tourism village team strongly agreed with the government's Paksebali Tourism Village development programe. As a facilitator the government facilitated tourism programs, projects and activities, provided innovations, involved the community to participate, socialization and financial assistance. As evaluators, the government assessed the programs, monitored tourism development and made  satisfaction surveys, as implementers, the government leaded and coordinated programs, projects and activities for the development of tourist villages, established good relationships with relevant agencies and regulated tourism development such as making environmental sustainability, health and safety standards. Of the four roles, the role of the government as facilitator obtained the highest score of 4.35, and as the evaluator obtained the lowest score of 4.21. To maximize the role of the government,  this study recommended the government conduct monitoring and evaluation on the development of Paksebali Tourism Village at least once a month by involving the community and leaders.
THE VARIATIONS OF TRANSLATING CONJUNCTIVE ADVERB ‘THEN’ IN JUDY BLUME’S NOVEL INTO INDONESIAN Luh Nyoman Tri Lilasari
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2017): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.026 KB)

Abstract

ABSTRAK Proses penerjemahan sangatlah komplek karena tidak hanya melibatkan dua bahasa yang berbeda namun juga dua budaya, dimana setiap bahasa memiliki sistemnya sendiri. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis variasi terjemahan ‘then’ke dalam bahasa Indonesia. Data diambil, dikumpulkan, dan dianalisis dari buku terjemahan karya Judy Blume yang terkenal berjudul “Just As Long As We’re Together” dan terjemahannya yang berjudul “Selama Kita Bersama”. Buku ini dipilih karena ceritanya memberikan inspirasi bagi kawula muda yang bercerita tentang persahabatan dan mengandung banyak kata penghubung ‘then’ yang menarik untuk dianalisis. Metode kuantitatif dan kualitatif diterapkan berdasarkan teori Dynamic Equivalence oleh Nida yang menyatakan bahwa penerjemahan bertujuan untuk mengekspresikan segala sesuatunya secara natural atau alami dan merupakan kombinasi dari seni/estetika, keahlian, dan pengetahuan. Analisa kuantitatif digunakan untuk menujukkan jumlah kemunculan kata ‘then’ dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menjabarkan variasi terjemahannya. Variasi kata yg dipilih oleh penerjemah untuk menerjemahkan kata penghubung ‘then’, antara lain lalu, kemudian, kalau begitu, dengan begitu, maka. Kata yang paling sering dipergunakan adalah lalu. Selain itu ditemukan pula beberapa yang tanpa terjemahan. Penggunaan variasi bahasa ini berdasarkan pada pilihan, seni/estetika, dan rasa yang didapatkan oleh penerjemah berdasarkan pemahaman dan keahliannya dalam memahami isi dari konteks cerita. Kata kunci: penerjemahan, kata penghubung ‘then’, pilihan, seni/estetika, dan rasa penerjemah
Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Dukuh Penaban di Kabupaten Karangasem Woro Susianti; Dewa Ayu Made Lily Dianasari; Ni Made Tirtawati; Hanugerah Kristiono Liestiandre; Ida Bagus Putra Negarayana; Luh Nyoman Tri Lilasari; I Gede Made Sukariyanto; Dewa Ayu Nyoman Aridayanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/makardhi.v3i1.1030

Abstract

The Dukuh Penaban Traditional Village was the chosen location for community service in the Tourism Management Study Program because in Dukuh Penaban there has not been good governance in terms of developing a tourist village. There are still some conditions where local people are not ready to provide services for tourists who come, because there is no clear management system. This community service is therefore, carried out in the form of Tourism Village Management Training, with participants from all stakeholders in the Dukuh Penaban Tourism Village. The outputs of this activity are: The increase of public understanding of the tourism village governance system, the formation of a tourism governance system managed by a professional management agency in the Dukuh Penaban Traditional Village area that accommodates the aspirations of the local community, as well as the increase of community capability in providing excellent service for tourists, thus making Dukuh Penaban a favorite destination in Karangasem Regency. It is highly expected that this activity will provide benefits in the form of increasing human resources from the Dukuh Penaban Tourism Village who are skilled and independent in managing tourism potential in their area in a sustainable manner.