Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS DESA NYAMBU SEBAGAI DESA WISATA EKOLOGIS BERBASIS MASYARAKAT Made Lily Dianasari, Dewa Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyambu Village is Ecological Tourism Village which involves the local community in its development and management. The potencies of Nyambu Village as the ecological tourism village are biodiversity of flora and fauna, cultural diversity in the form of Balinese temple, indigenous art and ritual, local-structure community/cultural group and traditional game which still preserved until now. The method in this study is qualitative discriminative by observation, survey and in-depth interviews with community and management of tourism village. Random sampling technique is conducted to the community by distributing questionnaires to find out the public perception of principles factor of ecological tourism village. The development of Nyambu Village as an ecological tourism village is developed based on the principles of nature conservation, cultural conservation, community participation, economy, education and tourism. The result shows, the community perception score for conservation principles is 3.80; cultural conservation principles 3.82; principles of community participation 3.77; economic principles 3.65; 3.83 educational principles and 3.83 tourism principles. Based on the average scores recommends that the dominant factor on the principle of education and tourism.
ANALISIS IMPLEMENTASI TRI HITA KARANA DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI ECO LODGE SARINBUANA Made Lily Dianasari, Dewa Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Tri Hita Karana dalam pengembangan ekowisata, Eco Lodge Sarinbuana mengekspresikan aspek parahyangan ini dengan cara memberikan kesempatan ijin kepada karyawan disaat ada upacara keagamaan di desa, dan melaksakan persembahyangan bersama saat ada piodalan di pura Eco Lodge Sarinbuana sendiri. Pada aspek pawongan untuk mewujudkan visinya, Eco Lodge Sarinbuana sangat berperan aktif dalam mendukung dan memberikan kontribusinya terhadap lingkungan disekitarnya.Sebisa mungkin mempekerjakan staf lokal dengan upah yang adil, berperan aktif dalam pertemuan desa/ pemerintah, dan memberikan informasi mengenai ekowisata kepada semua yang terlibat dalam kegiatan Eco Lodge Sarinbuana.Aspek palemahan pengelolaan lingkungan Eco Lodge Sarinbuana menggunakan strategi pengelolaan lahan dan sistem yang melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan serta menggunakan sistem pengelolaan limbah berkelanjutan, hal ini dapat dilihat dari peraturan yang dibuat oleh pihak pengelola bagi para tamu yang ingin menginap di Eco Lodge Sarinbuanadimana para tamu harus menjadi “tamu eco/ eco guests” agar sisa bahan kimia dari limbah cair yang dibawa aman bagi lingkungan.
PREFERENSI PENGUNJUNG TERHADAP THEME PARK DI BALI Liestiandre, Hanugrah Kristiono; Made Lily Dianasari, Dewa Ayu; Witari, Made
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 14 No 1 (2015): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali sebagai destinasi pariwisata Indonesia, te/ah mengalami perkembangan, baik dari jumlah wisatawan maupun produk wisatanya. Sa/ah satu jenis daya tarik wisata yang berkembang di Bali adalah daya tarik wisata buatan adalah Theme Park. Hingga saat ini te/ah berdiri beberapa theme park di Bali, diantaranya theme park dengan tema air seperti Waterbom, New Kuta Green Park, Circus Waterpark, dan Gran Surya Water Park, theme park dengan tema fauna seperti Bali Zoo, Bali Safari and Marine Park, Bali Bird Park, Elephant Safari Park Lodge, dan Taman Kupu-Kupu, serta theme park dengan tema budaya sepeti Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan Taman Nusa.Preferensi pengunjung terhadap masing-masing atribut Bali Zoo dan Bali Bird Park berada pada kuadran 3 (kanan bawah) dengan keunggulan atribut park attraction dan shows in the park. Agar preferensi wisatawan tetap terjaga, hendaknya Bali Zoo harus dapat mempertahankan keunggulan-keunggulan yang dimi/ikinya. Circus Waterpark berada pada kuadran 1 (kiri alas) dengan keunggulan atribut theme of the park, clean{iness of the park dan park safety and security. Bali Safari and Marine Park, Elephant Safari Park Lodge dan Waterbom berada pada kuadran 2 (kanan atas) dengan keunggulan atribut atmosphere, park reputation,food and drink served in the park dan souvenir and merchandise. New Kuta Green Park berada kuadran 4 (kiri bawah) dengan keunggulan atribut park entrance fee.
KARANGASEM REGENCY AS CULTURE HERITAGE DESTINATION IN BALI IN THEME OF CULTURE EVENT Wiarti, Luh Yusni; Made Lily Dianasari, Dewa Ayu; Sabantini, Ni Luh; Sri Puspaadi, Ida Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karangasem di Bali sangat kaya akan berbagai atraksi yang dapat dipernmjukkan kepada wisatawan. Karangasem memiliki banyak warisan budaya yang hingga sekarang masih diteruskan oleh generasi saat ini.Penelitian ini difokuskan pada 3 hal: even budaya yang dimiliki Kabupaten Karangasem yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung, bagaimana masyarakat local berpartisipasi dalam even tersebut dalam proses berbagi dan melestarikan kesakralan yang dimiliki, dan bagaimana persepsl wisatawan terhadap even budaya yang ada di Kabupaten Karangasem. Penelitian menghasilkan bahwa even yang berkaitan dengan ritual dan upacara yang dilaksanakan di Kabupaten Karangasem hampir sama dengan yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali secara umum yakni berdasarkan klas1fikasi yadnya, berdasarkan calendar Bali, berdasarkan kalender caka, dan upacara spesifik yang disebut "ngusabha". Masyarakat lokal di Kabupaten Karangasem terlibat dalam even budaya melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat adat. Wisatawan yang berkunjung ke Karangasem sangat jarang mengetalmi even budaya yang ada di Karangasem. Yang sangat familiar bagi mereka adalah upacara religi di desa oleh karena mereka memperoleh pengalaman dan berpartisipasi pada kegiatan tersebut.
PERAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA NYAMBU SEBAGAI DESA WISATA EKOLOGIS Made Lily Dianasari, Dewa Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan desa wisata di Indonesia meningkat setiap tahun, dimana terdapat 144 desa wisata pada tahun 2009 dan meningkat menjadi 980 desa wisata pada tahun 2014. Desa Nyambu ditetapkan sebagai desa wisata ekologis oleh Bupati Tabanan, dan pengembangan Desa Nyambu sebagai Desa Wisata Ekologis (DWE) melalui tiga tahapan yaitu dari tahap persiapan, perencanaan dan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat Desa Nyambu dalam pengembangan desa wisata dengan cara menyebarkan 100 kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis factor konfirmatori. Bentuk partisipasi manipulative tertinggi adalah masyarakat mengetahui program kegiatan Desa Nyambu sesuai dengan program yang dicanangkan oleh badan pengelola (0,848), Partisipasipasif dengan nilai factor 0,802; partisipasi konsultatif yang dilakukan masuarakat adalah turut memberikan pemdapat dan saran tentang pegembangan desa kepada pengelola desa wisata (0,773); Partisipasi intensif yang dilakukan oleh masyarakat tertinggi adalah menyediakan sarana/fasilitas dan aksesibilitas dalam kegiatan pariwisata (0,922); Partisipasi fungsional adalah masyarakay aktif dalam pengusulan rencana dan program terkait pengembangan Desa Nyambu (0,881); Partisipasiinteraktif yang dilakukan masyarakat adalah menyumbangkan gagasan / ide dalam pengembangan kegiatan pariwisata di Desa Nyambu (0,962); Partisipasi Mandiri tertinggi yang dilakukan oleh masyarakat adalah berinisiatif dapat mengambil keputusan yang dapat mempengaruhi pengembangan Desa Nyambu kedepannya (0,724). Berdasarkan hasil tersebut diharapkan masyarakat semakin aktif berperan dalam pengembangan DWE Nyambu sehingga memberikan manfaat terhadap peningkatanekonomi masyrakat.
ANALISIS PENGELOLAAN WISATAWAN MANCANEGARA DI DESTINASI PARIWISATA NUSA LEMBONGAN KABUPATEN KLUNGKUNG BALI Lily Dianasari, Dewa Ayu Made; Tirtawati, Ni Made; Kristiono Liestiandre, Hanugerah; Negarayana, IB Putra; Gian Saputra, I Gede
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 19 No 1 (2020): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap destinasi pariwisata Nusa Lembongan dan pengelolaan wisatawan mancanegara di destinasi pariwisata Nusa Lembongan. Penentuan sampel pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan data mengenai karakteristik wisatawan yang berkunjung ke Nusa Lembongan sebanyak 103 responden dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian adalah persepsi wisatawan terhadap destinasi Nusa Lembongan dari indikator awareness 58,43% (setuju), attractiveness 65,2 % (setuju), availability 63,08% (setuju), accessibility 62,95% (setuju), destination appreciation (66,3%), assurance 58,2%, activity 45,6%, appearance 58,3% (setuju)
KARANGASEM REGENCY AS CULTURE HERITAGE DESTINATION IN BALI IN THEME OF CULTURE EVENT Wiarti, Luh Yusni; Made Lily Dianasari, Dewa Ayu; Sabantini, Ni Luh; Sri Puspaadi, Ida Ayu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v13i2.223

Abstract

Kabupaten Karangasem di Bali sangat kaya akan berbagai atraksi yang dapat dipernmjukkan kepada wisatawan. Karangasem memiliki banyak warisan budaya yang hingga sekarang masih diteruskan oleh generasi saat ini.Penelitian ini difokuskan pada 3 hal: even budaya yang dimiliki Kabupaten Karangasem yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung, bagaimana masyarakat local berpartisipasi dalam even tersebut dalam proses berbagi dan melestarikan kesakralan yang dimiliki, dan bagaimana persepsl wisatawan terhadap even budaya yang ada di Kabupaten Karangasem. Penelitian menghasilkan bahwa even yang berkaitan dengan ritual dan upacara yang dilaksanakan di Kabupaten Karangasem hampir sama dengan yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali secara umum yakni berdasarkan klas1fikasi yadnya, berdasarkan calendar Bali, berdasarkan kalender caka, dan upacara spesifik yang disebut "ngusabha". Masyarakat lokal di Kabupaten Karangasem terlibat dalam even budaya melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat adat. Wisatawan yang berkunjung ke Karangasem sangat jarang mengetalmi even budaya yang ada di Karangasem. Yang sangat familiar bagi mereka adalah upacara religi di desa oleh karena mereka memperoleh pengalaman dan berpartisipasi pada kegiatan tersebut.
Penerapan Konsep Green Hotel di Nusa Lembongan Bali Putu Gede Eka Darmaputra; Dewa Ayu Lily Dianasari; Ida Ayu Kalpikawati
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jbh.v9i2.507

Abstract

Nusa Lembongan is currently one of the favorite tourist attractions among foreign and domestic tourists because of its pristine natural beauty. As one of the areas in Klungkung Regency, Bali Nusa Penida also provides accommodation in both star and non-star hotels, villas, bungalows, and homestays. This study aims to determine the implementation of the green hotel concept in Nusa Lembongan Bali. Data was collected by distributing questionnaires to 47 accommodations in Nusa Lembongan by means of purposive sampling. The results of the study show the following: hotel perceptions and assessments of environmental policies and actions (4.23), use of environmentally friendly products (4.39), collaboration with local communities and organizations (4.27), resource development (3.91) , solid waste treatment system (3.99), energy efficiency (3.96), efficiency and water quality (3.97).  
PERAN DESA PAKRAMAN DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA BERKELANJUTAN DI DESA BATUAN, SUKAWATI, GIANYAR I Ketut Sakrabawa Diana; Dewa Ayu Lily Dianasari; Anom Hery Suasapha
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 19 No 2 (2020): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v19i2.423

Abstract

Batuan is visited by domestic and international visitor for its cultural tourism attraction, in the form of a temple known as Pura Puseh Batuan or Puseh Batuan Temple. Puseh Batuan Temple is managed by the Batuan Customary Village as a sustainable cultural tourist attraction. But until now, little are known about the role of the customary village in developing the temple. This article discussed the role of Batuan Customary Village in developing it’s Puseh Temple as a sustainable tourism attraction. The research upon which this article written is a quantitative research done for the completion of a Bachelor Study. Data collected through survey to research sample selected from the villagers of Batuan Customary Village as the population. Quota sampling were used to determine the number of respondent surveyed from each of 8 localities in the Batuan Customary Village. Data collected were then analysed using regression technique. Results shows that the 3 (three) roles of Customary Village observed are partially and collectively significant in the evelopment of Puseh Batuan Temple as a cultural tourist attraction.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP EKONOMI DAN LINGKUNGAN FISIK DI DESA WISATA DI BALI Dewa Ayu Made Lily Dianasari
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v20i2.469

Abstract

The COVID-19 pandemic had a very significant impact on tourism in Bali, as evidenced by decreasing tourist visits to Bali. The decline of tourist visits had an impact on the economy and the physical environment in Bali, especially in Tourism Villages. The survey was conducted on the local communities involved in the management of tourist villages in Bali as many as 100 respondents to get the community's perception of the impact given to the economy and the physical environment during the COVID-19 pandemic. The sampling technique used was purposive sampling and quota sampling then analyzed by using confirmatory factor analysis. Community perceptions in tourist villages in Bali about the impact of the COVID-19 pandemic on the economy have a negative impact. This can be seen from the highest average value which has the highest loading factor matrix value of 0,773. The perception of communities in tourist villages in Bali about the impact of Covid-19 on the environment tends to have a positive impact. This can be seen from the results of the highest loading factor value in a positive statement with a value of 0,868; that is cleaner water conditions in the tourism village.