Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Limbah Peternakan Unggas Menggunakan Mikroba Menjadi Produk Bernilai Ekonomis dan Ramah Lingkungan Universitas Teuku Umar, Aceh Barat Allaily, Allaily; Fahrina, Yuyun; Yaman, M. Aman; Khalida, Qoryna; Rifni, Ulvira; Akhir, Jumadil; Rizki, Agam
Peternakan Abdi Masyarakat (PETAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Departemen of Animal Science, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/petamas.v5i1.46216

Abstract

Limbah kotoran ternak unggas merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Melalui program pengabdian ini dilakukan edukasi dan pelatihan mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah peternakan unggas menggunakan mikroorganisme menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan, yaitu dengan pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Teuku Umar, Kabupaten Aceh Barat, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis mikroba, serta pendampingan teknis. Kegiatan ini berdampak positif terhadap pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola limbah secara mandiri serta potensi peningkatan pendapatan peternak. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Potensi Susu Fermentasi Menggunakan Bifidobacterium longum Sebagai Inhibitor Enzim Alfa Glukosidase Hidayati, Nurul; Hanum, Zuraida; Yurliasni, Yurliasni; Khalida, Qoryna; Rifni, Ulvira
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.65721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.  . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase. 
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER: STUDI KASUS SRI LESTARI FARM LHOKSEUMAWE: Financial Feasibility Analysis of a Broiler Chicken Farming Business: A Case Study of Sri Lestari Farm, Lhokseumawe Rifni, Ulvira; Khalida, Qoryna; Fahrina , Yuyun; Mirza, Said; Ridhana, Fita
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3096

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kelayakan dan keuntungan usaha peternakan ayam pedaging pada Sri Lestari Farm di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah studi kasus dengan pendekatan analisis finansial yang meliputi perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha berdasarkan R/C Ratio, B/C Ratio, dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan rata-rata per periode pemeliharaan mencapai Rp 13.952.750 dengan nilai R/C Ratio 1,16 yang berarti setiap Rp 1,00 yang dikeluarkan peternak mampu menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1,16 sehingga menunjukkan penggunaan biaya produksi yang efisien. Nilai B/C Ratio 0,16 memberikan indikasi bahwa peternak memperoleh margin keuntungan bersih sebesar 16% dari total yang dikeluarkan, sehingga usaha ini layak untuk terus dipertahankan dan dikembangkan secara mandiri. Payback period sebesar 0,66 tahun (±8 bulan) mengindikasikan bahwa modal dapat kembali dalam waktu relatif singkat meskipun usaha menghadapi fluktuasi harga pakan dan risiko mortalitas awal. Temuan ini menegaskan bahwa usaha broiler mandiri tetap memiliki prospek yang menguntungkan apabila dikelola dengan efisiensi biaya, terutama pada komponen pakan yang menyumbang sekitar 70% dari total produksi, dan memperketat manajemen pemeliharaan fase brooding untuk menekan angka kematian awal agar risiko keuntungan tetap optimal.   Kata kunci: ayam broiler, evaluasi, kelayakan usaha, studi kasus
Analisis Strategi Meningkatkan Pendapatan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Karo: Analisis Strategi Pengelolaan Usaha Sapi Potong Untuk Meningkatkan Pendapatan Di Kabupaten Karo Sumatera Utara Khalida, Qoryna; Hidayati, Nurul; Rifni, Ulvira; Ammar, Muhammad; Fahrina, Yuyun
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 28 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.28.1.23-35.2026

Abstract

Pendapatan peternak di Kabupaten Karo masih cukup rendah hanya mencapai Rp20.970.000 juta per tahun, atau sekitar Rp1,7 juta per bulan untuk itu diperlukan strategi yang mampu memberikan (1) solusi dan (2) rencana yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pendapatan usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Karo. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tigapanah, Kecamatan Tigabinanga dan Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo. Reponden dalam penelitian ini adalah sebanyak 78 peternak di Kabupaten Karo. Analisis SWOT digunakan sebagai metode mengevaluasi strategi dengan memahami (a) kekuatan dan (b) peluang serta (c) meminimalkan kelemahan dan (d) ancaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai faktor internalnya adalah 2,31 dan analisis faktor eksternalnya adalah 2,62. Matriks strategi utama berada di kuadran I, yang berarti menggunakan strategi agresif, Strategi agresif ini adalah memiliki peluang dan kekuatan dalam meningkatkan strategi dalam meningkatkan usaha.