Penelitian ini menyelidiki hubungan antara sikap membaca siswa dan pemahaman membaca pada siswa kelas delapan di MTsN 1 Pasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tiga masalah utama: (1) beberapa siswa kurang terlibat dalam kegiatan membaca, (2) beberapa siswa memiliki pengetahuan kosa kata yang terbatas sehingga mempengaruhi pemahaman, dan (3) beberapa siswa memiliki pola pikir negatif dan efikasi diri dalam tugas membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasinya terdiri dari 369 siswa kelas VIII, dengan sampel 30 siswa kelas VIII.1 yang dipilih melalui cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket sikap membaca dan tes pemahaman membaca, kemudian dievaluasi menggunakan product moment Pearson karena memenuhi persyaratan pengujian statistik parametrik. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara sikap membaca dan pemahaman membaca (r = 0,749, p <0,001). Peneliti menemukan bahwa banyak komponen sikap membaca, seperti karakteristik kognitif, afektif, konatif, dan perilaku, kemungkinan besar berkontribusi positif terhadap keterampilan pemahaman membaca siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sikap membaca meningkat, pemahaman membaca cenderung meningkat, dan sebaliknya. Skor afektif yang tinggi (1639) kemungkinan besar bertanggung jawab atas skor konatif yang kuat (1296), karena perasaan senang tentang membaca sering kali mengarah pada rencana untuk membaca lebih lanjut. Meskipun komponen perilaku (915) lebih kecil dibandingkan komponen afektif dan konatif, namun komponen ini menunjukkan praktik membaca aktual yang ekstensif, yang kemungkinan besar akan menghasilkan kinerja yang baik dalam menemukan rincian (236) dan gagasan utama (179). Singkatnya, hubungan yang kuat antara sikap membaca dan pemahaman menekankan perlunya mengembangkan sikap membaca yang positif untuk meningkatkan pemahaman membaca.