Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SEJARAH INDONESIA I MELALUI MODEL CTL BERBANTUAN BAHAN AJAR Amar, Syahrul; Rasyad, Abdul; Sulastri, Andi
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.304 KB) | DOI: 10.29408/edc.v9i2.75

Abstract

Problems historical learning process is the low activity and student learning outcomes. This is due to lack of appropriate learning model in learning. Learning model that can be used to overcome this problem is the model CTL-aided instructional materials. Contextual Learning (CTL) presents the events of the past into the real world who directly witnessed the student. This study aims to improve the activity and learning outcomes through CTL model-aided instructional materials Indonesian History course I .. This research is a class action that includes planning, implementation, observation / evaluation and reflection. The research activities conducted on the activities and learning outcomes and student responses to deploy lecture. The subject of the first semester students study History Education Studies Program. Activity data were collected using the observation sheet. Data were collected using a test of learning outcomes. Student response data on the implementation of the course through observation and interviews. The results showed activity in the learning cycle I had an average score of 5.27 with a fairly active category. The second cycle of increased activity learning with an average score of 7.5 with Active category. Results of study subjects Indonesian History I through CTL Model-aided instructional materials increased from the first cycle to the second cycle where the average value of learning outcomes in the first cycle is 63, 77 (enough) and the second cycle of the average value increased by 73.40 (high). Student response to the application of the model identified CTL strongly agree.Keywords: CTL, Instructional Materials, Activity, Learning Outcomes
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN SETTING KOOPERATIF GI TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN EVALUASI HASIL BELAJAR Sulastri, Andi
Educatio Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.249 KB) | DOI: 10.29408/edc.v7i1.127

Abstract

Penelitian ini berfokus pada efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Setting Kooperatif GI terhadap peningkatan Aktivitas dan Hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan Evaluasi Hasil belajar di program Studi Pendidikan  Ekonomi STKIP Hamzanwadi Selong. Tujuan penelitian ini yaitu  Untuk mengetahui efektivitas penerapan  Model pembelajaran Berbasis Masalah dengan settting kooperatif GI terhadap peningkatan Aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada perperkuliahan Evaluasi Hasil Belajar di program studi Pendidikan Ekonomi. Prosedur penelitian yaitu dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus dengan 4 tahap yaitu Perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan Refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengampu matakuliah Evaluasi Hasil Belajar semester IV kelas C dengan jumlah 27 orang . Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan metode tes untuk Hasil belajar dan Observsi untuk mengamati peningkatan aktivitas belajar mahasiswa.  Hasil penelitian terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II untuk hasil belajar adalah dari 55,56% (cukup) menjadi 81,48,% (Tinggi), ini berarti mahasiswa telah dapat menyelesaikan tes/tugasnya dalam memecahkan masalah dengan meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya tanpa mendapat bantuan dosen sebesar 81,48%.atau 22 orang dengan nilai B, dan  hanya 2 orang siswa atau sebesar 7,41% siswa saja menyelesaikan tugasnya dengan baik tetapi dengan bantuan dosen,  diberikan nilai C. Sedangkan mendapatkan nilai sangat tinngi sebanyak 3 orang atau 11,11%  dengan nilai A yang mendapatkan nilai sangat tinggi,mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan tes/tugas yang diberikan oleh dosen tanpa bantuan yang begitu banyak karena mahasiswa tersebut tergolong aktif dan cepat memahami dan mengerti penjelasan dosen dan lebih aktif dalam mencari bahan materi yang terdapat di literatur yang mereka bawa /dipinjam di perpustakaan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kooperatif GI,  Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI DEBAT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN BERPIKIR KRITIS PADA PERKULIAHAN TEORI AKUNTANSI Sulastri, Andi; Amar, syahrul
Educatio Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.332 KB) | DOI: 10.29408/edc.v10i2.159

Abstract

The study aims to determine the effect of contextual learning through debate on the understanding of concepts and critical thinking skills in Accounting Theory lectures. With contextual learning through debates the students are able to: 1) Acquire knowledge and analyze problems, issues that are hot are contextually related to the concept in the theory of accounting, 2) Think critically and logically, and 3) Generate creative ideas clear and systematic as well as issued an opinion in discussions with a clear concept with broad-minded critical thinking about the Theory of Accounting. Quasi-experimental research methods with non equivalent control group design. The research design used Post-Test Only Control Group Design. IV semester student study sample that administer accounting theory courses in the academic year 2014/2015 . Instruments used: 1). Syllabus, SAP and textbooks, 2). Test understanding of concepts and critical thinking skills. Test Hipotesis1 and 2 used Independent Sample T-Test, the PC SPSS 16.0 for windows.uji Hypothesis 3 used test Manova. From the results of hypothesis testing, the significance level of 5% (1.232 <2.000), which means that Ho received, meaning there is no difference H1 understanding of the concept among the students who follow contextual learning through debate and students who attend the Learning Conventionally, while H 2: With t = 5.297, the significant level of 5% (5.297> 2.000) which means Ha accepted, meaning Differences in Thinking Skills Critical significant Among students who attend Contextual learning through debate and students who followed the conventional learning. And 3 simultaneously using current hypothesis test obtained Multivariate statistical values Pillai's Trace, Wilk's lambda, Hotelling's Trace, and Roy's Largest Root each with F = 14.304 with significance = 0.00. so it can be concluded that the adoption of Contextual learning through debate there is a significant impact on the understanding of concepts and Critical Thinking Skills students.Keywords: Contextual learning, debate, understanding of concepts and critical thinking skills
PENTINGNYA METODE PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS BUDAYA MARITIM UNTUK SISWA SMA Amar, Syahrul; Sulastri, Andi; Murdi, Lalu
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Fajar Historia
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.484 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan menghasilkan metode Pembelajaran Sejarah berbasis Budaya Maritim untuk siswa SMA. Produk ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang Kelautan. Penelilitian ini adalah penelitian pengembangan. Langkah penelitian pengembangan meliputi : 1) studi pendahuluan; 2) pengembangan desain metode dan bahan ajar, 3) Validasi Produk. Penelitian  menghasilkan produk bahan Ajar Sejarah berbasis Budaya Maritim. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Rambu-rambu dalam analisis data hingga menghasilkan kesimpulan merujuk metode Huberman yakni kegiatan reduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa SMA Kota Selong mengalami kesulitan menjelaskan materi ajar Sejarah yang berhubungan dengan Sejarah dan budaya maritim. Guru belum mampu menyampaikan materi ajar secara integral antara materi Sejarah dengan dunia kemaritiman Indonesia termasuk dengan budaya maritim Pulau Lombok. Kondisi ini berpengaruh pada rendahnya wawasan siswa terhadap budaya maritim yang berdampak pada rendahnya minat kebaharian siswa pada hal Indonesia dan Pulau Lombok adalah wilayah maritim yang sangat potensial dalam bidang perdagangan, pariwisata dan perikanan.Bahan ajar Sejarah yang berbasis Budaya maritim belum ada di sekolah sehingga Guru dan siswa mengharapkan adanya Metode pembelajaran dan bahan ajar Sejarah berbasis Budaya Maritim. Penelitian ini menghasilkan Metode pembelajaran dan bahan ajar Sejarah berbasis budaya Maritim dan menunjukkan metode pembelajaran dan bahan ajar yang dirancang tergolong sangat baik dan relevan dalam pembelajaran sejarah. DOI: 10.29408/fhs.v3i2.2147
Causal Comparatif Pendidikan Karakter Dan Kegiatan Imtaq Dalam Membangun Sikap Disiplin Siswa Di Masa Pandemi Covid 19 SDN 2 Pancor Sulastri, Andi; Amar, Syahrul; Rohini, Rohini; Mukti, Husnul
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v7i1.3847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan sebab akibat yang positif dan signifikan antara pendidikan karakter dan kegiatan imtaq dalam membangun sikap disiplin siswa di masa pandemi Covid 19 di SDN 2 PANCOR tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini termasuk penelitian causal komparatif ( expos facto) kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini secara keseluruhan berjumlah 113 siswa. Sampel penelitian ini diambil dari kelas III, IV, V, dan VI masing-masing delapan orang siswa sehingga berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket skala lima. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik parametris multiple correlation dengan pengujian signifikan menggunakan uji-F.Hasil yang didapatkan r-hitung r-tabel (0,5510,349) dan F-hitung F-tabel (8,5203,33), jadi hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat hubungan sebab akibat yang positif dan signifikan antara pendidikan karakter dan kegiatan imtaq dalam membangun sikap disiplin siswa SDN 2 PANCOR tahun ajaran 2020/2021 dan korelasi ganda tersebut dapat digeneralisasikan atau dapat diberlakukan untuk semua populasi penelitian. 
MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SEJARAH INDONESIA I MELALUI MODEL CTL BERBANTUAN BAHAN AJAR Syahrul Amar; Abdul Rasyad; Andi Sulastri
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.75

Abstract

Problems historical learning process is the low activity and student learning outcomes. This is due to lack of appropriate learning model in learning. Learning model that can be used to overcome this problem is the model CTL-aided instructional materials. Contextual Learning (CTL) presents the events of the past into the real world who directly witnessed the student. This study aims to improve the activity and learning outcomes through CTL model-aided instructional materials Indonesian History course I .. This research is a class action that includes planning, implementation, observation / evaluation and reflection. The research activities conducted on the activities and learning outcomes and student responses to deploy lecture. The subject of the first semester students study History Education Studies Program. Activity data were collected using the observation sheet. Data were collected using a test of learning outcomes. Student response data on the implementation of the course through observation and interviews. The results showed activity in the learning cycle I had an average score of 5.27 with a fairly active category. The second cycle of increased activity learning with an average score of 7.5 with Active category. Results of study subjects Indonesian History I through CTL Model-aided instructional materials increased from the first cycle to the second cycle where the average value of learning outcomes in the first cycle is 63, 77 (enough) and the second cycle of the average value increased by 73.40 (high). Student response to the application of the model identified CTL strongly agree.Keywords: CTL, Instructional Materials, Activity, Learning Outcomes
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN SETTING KOOPERATIF GI TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN EVALUASI HASIL BELAJAR Andi Sulastri
Educatio Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v7i1.127

Abstract

Penelitian ini berfokus pada efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Setting Kooperatif GI terhadap peningkatan Aktivitas dan Hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan Evaluasi Hasil belajar di program Studi Pendidikan  Ekonomi STKIP Hamzanwadi Selong. Tujuan penelitian ini yaitu  Untuk mengetahui efektivitas penerapan  Model pembelajaran Berbasis Masalah dengan settting kooperatif GI terhadap peningkatan Aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada perperkuliahan Evaluasi Hasil Belajar di program studi Pendidikan Ekonomi. Prosedur penelitian yaitu dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus dengan 4 tahap yaitu Perencanaan,pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan Refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengampu matakuliah Evaluasi Hasil Belajar semester IV kelas C dengan jumlah 27 orang . Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan metode tes untuk Hasil belajar dan Observsi untuk mengamati peningkatan aktivitas belajar mahasiswa.  Hasil penelitian terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II untuk hasil belajar adalah dari 55,56% (cukup) menjadi 81,48,% (Tinggi), ini berarti mahasiswa telah dapat menyelesaikan tes/tugasnya dalam memecahkan masalah dengan meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya tanpa mendapat bantuan dosen sebesar 81,48%.atau 22 orang dengan nilai B, dan  hanya 2 orang siswa atau sebesar 7,41% siswa saja menyelesaikan tugasnya dengan baik tetapi dengan bantuan dosen,  diberikan nilai C. Sedangkan mendapatkan nilai sangat tinngi sebanyak 3 orang atau 11,11%  dengan nilai A yang mendapatkan nilai sangat tinggi,mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan tes/tugas yang diberikan oleh dosen tanpa bantuan yang begitu banyak karena mahasiswa tersebut tergolong aktif dan cepat memahami dan mengerti penjelasan dosen dan lebih aktif dalam mencari bahan materi yang terdapat di literatur yang mereka bawa /dipinjam di perpustakaan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kooperatif GI,  Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI DEBAT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN BERPIKIR KRITIS PADA PERKULIAHAN TEORI AKUNTANSI Andi Sulastri; syahrul Amar
Educatio Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v10i2.159

Abstract

The study aims to determine the effect of contextual learning through debate on the understanding of concepts and critical thinking skills in Accounting Theory lectures. With contextual learning through debates the students are able to: 1) Acquire knowledge and analyze problems, issues that are hot are contextually related to the concept in the theory of accounting, 2) Think critically and logically, and 3) Generate creative ideas clear and systematic as well as issued an opinion in discussions with a clear concept with broad-minded critical thinking about the Theory of Accounting. Quasi-experimental research methods with non equivalent control group design. The research design used Post-Test Only Control Group Design. IV semester student study sample that administer accounting theory courses in the academic year 2014/2015 . Instruments used: 1). Syllabus, SAP and textbooks, 2). Test understanding of concepts and critical thinking skills. Test Hipotesis1 and 2 used Independent Sample T-Test, the PC SPSS 16.0 for windows.uji Hypothesis 3 used test Manova. From the results of hypothesis testing, the significance level of 5% (1.232 2.000), which means that Ho received, meaning there is no difference H1 understanding of the concept among the students who follow contextual learning through debate and students who attend the Learning Conventionally, while H 2: With t = 5.297, the significant level of 5% (5.297 2.000) which means Ha accepted, meaning Differences in Thinking Skills Critical significant Among students who attend Contextual learning through debate and students who followed the conventional learning. And 3 simultaneously using current hypothesis test obtained Multivariate statistical values Pillai's Trace, Wilk's lambda, Hotelling's Trace, and Roy's Largest Root each with F = 14.304 with significance = 0.00. so it can be concluded that the adoption of Contextual learning through debate there is a significant impact on the understanding of concepts and Critical Thinking Skills students.Keywords: Contextual learning, debate, understanding of concepts and critical thinking skills
Pengaruh Model Pembelajaran Eth (Everyone Is A Teacher Here) dengan bantuan Ice Breaking Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 4 MI Husnul Abror Ititi Fitrianti; Andi Sulastri; Zalia Muspita; Muhammad Sururuddin
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.667 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5851

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ETH (everyone is a teachere here) dengan bantuan ice breaking untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa kelas 4 MI Husnul Abror. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental designs jenis one group pretest-postest designs. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada H1 terdapat pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran Everyone is A Teacher Here dengan bantuan Ice Breaking terhadap minat belajar matematika siswa,dilihat dari hasil uji t antara nilai postes dan minat menunjukkan hasil sign.(2 tailed) sebesar 0,000 yang artinya 0,05. Adapun hasil uji H2 terhadap pengaruh pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran Everyone is A Teacher Here dengan bantuan Ice Breaking terhadap hasil belajar matematika siswa, dilihat dari hasil uji t antara nilai postes dan Hasil Belajar menunjukkan hasil sign.(2 tailed) sebesar 0,000 yang artinya 0,05. Sedangkan untuk H3 terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa kelas 4, dilihat dari uji f diperoleh nilai sign. 0,03 0,05. Sehingga peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang sigifikan/positif antara model pembelajaran Everyone is A Teacher Here dengan bantuan Ice Breaking dengan minat dan hasil belajar matematika siswa kelas 4 MI Husnul Abror.
Faktor Penyebab Menurunnya Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Peresak Reni Hidayati; Muchamad Triyanto; Andi Sulastri; Muhammad Husni
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 3 (2022): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i3.3223

Abstract

Rendahnya motivasi belajar memang masih menjadi masalah bagi beberapa siswa sekolah dasar di Indonesia. Salah satunya dialami para siswa kelas IV SDN 1 Peresak Kecamatan Sakra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya motivasi belajar siswa kelas IV SDN 1 Peresak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang terindikasi mengalami penurunan motivasi belajar sebanyak 11 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Ada pun teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab siswa mengalami penurunan motivasi dalam belajar adalah menurunnya minat, sikap siswa dan aspek jasmani pada siri siswa. Faktor lain yang juga mempengaruhi diantaranya lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan lingkungan sekolah. Guru perlu meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran dengan menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, serta penggunaan media pembelajaran yang konkrit.