Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMASARAN PUPUK DI INDONESIA Karyati; Karmini; Widiati, Kusno Yuli
Jurnal AGRIBIS Vol. 11 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/agribis.v11i1.1203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengguna pupuk, mendeskripsikan saluran pemasaran pupuk, mencatat harga pupuk, menganalisis biaya pemasaran pupuk, mengetahui efisiensi kegiatan pemasaran pupuk, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran pupuk, dan merumuskan strategi pemasaran pupuk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai April 2024 dan menggunakan pendekatan deskriptif. Mayoritas usaha budidaya tanaman dan perikanan di Indonesia (sekitar 65,50% pada tahun 2023) menggunakan pupuk dalam kegiatan produksinya. Pemasaran pupuk menggunakan beberapa bentuk saluran pemasaran yang melibatkan berbagai lembaga pemasaran. Hal ini menimbulkan perbedaan harga beli, harga jual, biaya pemasaran, dan margin pemasaran. Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah perlu ditinjau secara berkala agar pemanfaatan subsidi dan kegiatan pemasaran lebih efisien. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran dapat berasal dari internal dan eksternal, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan efisiensi pemasaran.
Microclimate And Visitors Perception Of Comfort At Ulin Park, Paud Park, And Pintar Park In Tenggarong Kutai Kartanegara City: Iklim Mikro Dan Persepsi Pengunjung Terhadap Kenyamanan Pada Taman Ulin, Taman Paud, Dan Taman Pintar Di Kota Tenggarong Kutai Kartanegara Karyati, Karyati; Juwita; Syafrudin, Muhammad; Karmini; Widiati, Kusno Yuli
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 14 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v14i2.3708

Abstract

Keberadaan ruang terbuka hijau perkotaan penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman di tengah isu pemanasan global dan peningkatan populasi. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kenyamanan pengunjung taman kota adalah kondisi iklim mikro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi iklim mikro, menghitung indeks kenyamanan (THI), dan menganalisa persepsi pengunjung terhadap tingkat kenyamanan pada Taman Ulin, Taman PAUD, dan Taman Pintar di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Data iklim mikro (intensitas cahaya, suhu udara, dan kelembapan udara) diukur langsung di lapangan, sedangkan persepsi pengunjung dikumpulkan melalui survei. Hasil penelitian menunjukkan tiga taman kota yang diteliti memiliki kondisi iklim mikro yang berbeda disebabkan perbedaan jumlah vegetasi yang ditanam pada setiap taman kota. Indeks kenyamanan di Taman Ulin (27,66), Taman PAUD (28,02), dan Taman Pintar (27,88) termasuk dalam kategori “nyaman”. Persepsi pengunjung terhadap kenyamanan berdasarkan indikator iklim memiliki rata-rata penilaian secara berturut-turut di Taman Ulin sebesar 4,32 (kategori sangat baik), Taman PAUD sebesar 2,84 (kategori kurang baik), dan Taman Pintar sebesar 4,13 (kategori baik). Informasi kondisi iklim mikro dan persepsi pengunjung serta tingkat kenyamanan pada taman kota dapat dijadikan bahan pertimbangan dan menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan dan perencanaan taman kota yang lebih baik, termasuk penempatan vegetasi, kawasan teduh, dan fasilitas pendukung lainnya, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan prinsip-prinsip kenyamanan iklim.
Indeks Kenyamanan Berdasarkan Kondisi Iklim Mikro dan Persepsi Pengunjung di Bukit Pelangi, Kota Sangatta: Comfort Index Based on Microclimate Conditions and Visitor Perceptions in Bukit Pelangi, Sangatta City Gunawan, Sahrul; Karyati, Karyati; Sarminah, Sri; Karmini
PERENNIAL Artikel Terkini
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v22i1.46354

Abstract

Bukit Pelangi is one of the areas that has urban green open spaces in Sangatta City. Venus Park, which is located in the Bukit Pelangi area, has many functions, including absorbing carbon dioxide (CO₂), producing oxygen (O₂), lowering the environmental temperature, and providing a cool atmosphere, making it a choice place to relax.This study aims to determine the microclimate conditions and the level of comfort in three different land cover types (Venus Park, built-up areas, and open land) as well as to understand visitor perceptions of the comfort and available facilities in Venus Park, Sangatta City. Data collection was conducted using an environment meter for 30 days, measuring indicators such as light intensity, air temperature, air humidity, and visitor perceptions through questionnaires. The results showed that the average light intensity in Venus Park was 897.2 lux, in built-up areas 1,690.5 lux, and in open land 2,006.9 lux. The average air temperature in Venus Park was 28.1°C, in built-up areas 29.3°C, and in open land 29.9°C. The average air humidity in Venus Park was 81.1%, in built-up areas 76.2%, and in open land 75.2%. The comfort index (Temperature Humidity Index) for Venus Park (27.3), built-up areas (27.9), and open land (28.4) are included in the comfortable category. Based on visitor perceptions, the level of comfort in Venus Park was categorized as good. The information about comfort index and visitor perception can be used as a reference in planning the development of green open spaces, such as city parks, urban forests, and other open areas.