Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PENCERNAAN SISWA SEKOLAH DASAR Karyati; Zamsolih, Inti; Suciana, Dola
Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru Vol. 15 No. 1 (2023): TING XV 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patterns of interaction between teachers and students are strongly influenced by developments in the digital world in education. When traditional education is practiced, most students who have a good level of ability to use technology tend to become disinterested. The purpose of this research is to describe the use of audio-visual media to improve learning outcomes. Classroom action research is used as a descriptive research method. The method used to collect data in this study is a test technique that is carried out once in each cycle. The instrument used is a description test to find out how far students' understanding and ability to receive and absorb learning material. The data obtained were then analyzed using a percentage descriptive analysis method. This technique is used to measure the increase in student learning outcomes after the use of audiovisual media is applied. Based on the results of the study, during the pre-cycle the average student score was only 60 with classical completeness of 38.46%. In cycle 1 the average value of students rose to 64 with classical completeness of 46.15%. Then in cycle 2 the average value of students experienced a significant increase, namely 69 with 69.23% classical completeness. In the final cycle, namely cycle 3, the increase in student learning outcomes was seen to increase significantly with the class 77 average with classical completeness reaching 92.31%. Based on this description, researchers can draw conclusions that the use of audiovisual media has a significant impact on improving student learning outcomes.
UPAYA MEREDUKSI PERILAKU BULLYING MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING PADA SISWA MTS NEGERI 1 PADANGSIDIMPUAN Torang Siregar; Marsigit; Atmini; R Rosnawati; Karyati
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): MEI 2024
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v1i3.1349

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya mereduksi perilaku bullying melalui bimbingan dengan teknik role playing pada siswa MTs Negeri 1 Padangsidimpuan. Manfaat penelitian tindakan bimbingan konseling adalah sebagai berikut : Meningkatkan pemahaman siswa tentang perilaku bullying, Membuat tindakan kuratif yang tepat yang bisa dilakukan oleh steakholder madrasah, Mengurangi perilaku bullying di madrasah. Bullying yang terjadi di MTsN 1 Padangsidimpuan tidak hanya terjadi antar siswa laki-laki saja, hal ini juga umum terjadi pada siswa perempuan. Namun bullying yang terjadi antar siswa laki-laki biasanya berupa bully fisik dan verbal sedangkan bullying yang biasanya terjadi antar siswa perempuan dengan verbal dan/atau melalu media sosial (cyber bully). Frekuensi pengaduan yang tinggi di madrasah menggambarkan kasus bullying sering terjadi. Terkadang kasus bully terjadi karena disengaja maupun tidak disengaja. Role play adalah campuran antara terapi conditioned refleks (reflek terkondisi) dari salter, teknik psikodrama dari Moreno,dan fixed role terapy (terapi peran tetap) dari Kelly. Pada kebanyakan role play pemeran memainkan peranannya sendiri, peran orang lain, sebuah keadaan di seputar situasi, atau rekasi-raksinya sendiri. Orang itu kemudian menerima umpan balik oleh konselor professional atau para anggota kelompok jika role play dilakukan dalam konteks kerja kelompok. Teknik ini di pilih karena membuat siswa dapat merasakan secara langsung berperan sebagai pelaku, korban maupun saksi. Sehingga emosi, perasaan dan penilaian yang positif dapat langsung dirasakan oleh siswa. Maka dari itu, peneliti mengambil PTBK dengan judul “Upaya Mereduksi Perilaku Bulliying Dengan Teknik Role Playing Pada Siswa Mts Negeri 1 Padangsidimpuan”
Limpasan Permukaan dan Erosi Tanah pada Tegakan Akasia dan Sengon Umur 11 Tahun: Limpasan Permukaan dan Erosi Tanah pada Tegakan Akasia dan Sengon Difa, Geva Alfinda; Karyati; Sarminah, Sri; Karmini, Karmini
PERENNIAL Vol 20 No 2 (2024): Vol. 20 No. 2, Oktober 2024
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v20i2.36538

Abstract

Indonesia is a country with geographical conditions located in tropical rain climates, causing variations in rainfall levels. High and varied rainfall can lead to surface run-off and soil erosion. This study aims to determine (1) the rate of surface run-off and soil mass erosion in acacia (Acacia mangium/A. mangium) stand, sengon (Falcataria moluccana/F. moluccana) stand, and open land; (2) the status of erosion hazard index, erosion hazard class, and erosion hazard levels occurring in A. mangium stand, sengon stand, and open land; (3) the relationship between rainfall and surface run-off and soil mass erosion. Erosion Measurement Plots (EMP) measuring 4 m × 10 m were established in the study site, consisting of three plots namely EMP A. mangium, EMP sengon, and EMP open land with steep slopes (25-45%). The total measured surface runoff (SR) during the study period at EMP A. mangium was 335.37 m³/ha/year, EMP sengon was 950.77 m³/ha/year, and EMP open land was 2,646.95 m³/ha/year. Meanwhile, Eroded Soil Mass (ESM) during the study period at EMP A. mangium was 0.85 tons/ha/year, EMP sengon was 2.39 tons/ha/year, and EMP open land was 195.45 tons/ha/year. The Erosion Hazard Index (EHI) value at EMP A. mangium and EMP sengon was classified as low, while at EMP open land was classified as very high. The Erosion Hazard Class (EHC) in EMP A. mangium and EMP sengon belongs to EHC I (very low), while in EMP open land belongs to EHC IV (high). Erosion Hazard Level (EHL) at EMP A. mangium and EMP sengon was included in the currently class, while at EMP open land was included in the very heavy class. The information about surface runoff and soil erosion on different land covers can be used as considerations in soil management, especially for post-mining lands.
PEMASARAN PUPUK DI INDONESIA Karyati; Karmini; Widiati, Kusno Yuli
Jurnal AGRIBIS Vol. 11 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/agribis.v11i1.1203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengguna pupuk, mendeskripsikan saluran pemasaran pupuk, mencatat harga pupuk, menganalisis biaya pemasaran pupuk, mengetahui efisiensi kegiatan pemasaran pupuk, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran pupuk, dan merumuskan strategi pemasaran pupuk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai April 2024 dan menggunakan pendekatan deskriptif. Mayoritas usaha budidaya tanaman dan perikanan di Indonesia (sekitar 65,50% pada tahun 2023) menggunakan pupuk dalam kegiatan produksinya. Pemasaran pupuk menggunakan beberapa bentuk saluran pemasaran yang melibatkan berbagai lembaga pemasaran. Hal ini menimbulkan perbedaan harga beli, harga jual, biaya pemasaran, dan margin pemasaran. Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah perlu ditinjau secara berkala agar pemanfaatan subsidi dan kegiatan pemasaran lebih efisien. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran dapat berasal dari internal dan eksternal, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan efisiensi pemasaran.
Manajemen Persiapan dan Pelaksanaan Panen Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kebun Kalisat Jampit, Jawa Timur Karyati; zaman, sofyan
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61534

Abstract

Manajemen panen dan pelaksanaan panen memegang peranan penting dalam menjamin kelancaran kegiatan serta pencapaian hasil yang optimal. Manajemen ini mencakup fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengawasan (controlling), dan evaluasi (evaluation). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2020 di Kebun Kalisat Jampit, Jawa Timur, dengan tujuan menganalisis dan mengevaluasi manajemen persiapan serta pelaksanaan panen kopi Arabika. Pengamatan yang dilakukan yaitu taksasi produksi, persiapan sarana dan prasarana, pemetaan rotasi panen, tenaga petik, kualitas dan kuantitas hasil petik, faktor kehilangan hasil dan tingkat kehilangannya, transportasi hasil, serta sistem upah. Data dianalisis menggunakan uji statistik t-student, rata-rata, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja per Januari 2020 berjumlah 1,410 orang dengan luas panen 1,332.23 ha dengan rata-rata luas blok panen 1,617 ha. Setiap afdeling dibagi menjadi 15 blok petik, dengan rotasi panen setiap 8–12 hari. Penentuan luas areal panen didasarkan pada kondisi tanaman menghasilkan (TM) dan kondisi tanaman. Rata-rata kualitas petik pada awal panen mencapai 84.39% buah merah. Usia dan jenis kelamin tenaga pemetik tidak berpengaruh nyata terhadap hasil panen. Pengolahan kopi dilakukan dengan dua metode, yaitu pengolahan basah (wet process/WP) dan pengolahan kering (dry process/DP). Kata kunci: kriteria pemanenan, pengolahan kopi, perkebunan kopi, persiapan panen
Socialization on the Dangers of Excessive Gadget Use for Early Childhood in Klandasan Ilir Subdistrict, Balikpapan: Sosialisasi Bahaya Gadget Berlebihan Bagi Anak Usia Dini di Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Karyati; Dwiningtyas, Aji Meidhita Diandra; Cahya, Alsya Adinda; Rizal, Achmad; Awaliyah, Shohifatul; Afifah, Annisa; Azhari, Kanayya Desvita; Faradila, Futri; Hutahaean, Joy Ryan Fernandez; Yaser, Muhammad Ibnu; Nurmafirah, Kayla Virrly
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2026): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/kc0bbd29

Abstract

The use of gadgets in early childhood is currently increasing along with technological advances. Although gadgets have benefits as a medium for learning and entertainment, excessive use can also have negative impacts on children's physical, social, and emotional development. This community service activity aims to provide information about the dangers of excessive gadget use for children in five Early Childhood Education (PAUD) units, namely PAUD Ananda, PAUD Pelita Hati, PAUD Anggrek Permai, PAUD Cahaya Jabal Rahmah, and PAUD At-Thoyyibah. located in Klandasan Ilir Village, Balikpapan, East Kalimantan. The method used was counseling activities through material delivery and interactive discussions with teachers, parents, and students. The results show that teachers' and parents' understanding of the negative effects of excessive gadget use increased after the outreach activities. This socialization program is effective in increasing awareness and the active role of parents and teachers in preventing the negative impacts of gadgets that can hinder the growth and development of early childhood. Parents need to limit and supervise their children's gadget use with appropriate time and content regulations, as well as encourage physical and social activities, supported by ongoing collaboration between cadres, PAUD educators, and the sub-district.
Analysis of Regional Clusters in Indonesia based on Factors Causing Stunting using Self Organizing Map Algorithm Karyati; Bellapurani, Larrachita Rizka
Jurnal Sains Dasar Vol. 14 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v14i1.76468

Abstract

This study aimed to classify regions in Indonesia based on the causes of stunting which are included in specific intervention and sensitive intervention framework, so that related parties can use them to address the biggest causal factors in each region. This research used the Self Organizing Map (SOM) method. The variables used were the percentage of children aged less than 6 months who were exclusively breastfed, the percentage of children aged 12-23 months who received complete basic immunization, the percentage of ever-married women aged 15-49 years whose last birth was facilitated by health workers and assisted by health workers, the percentage of households that have access to proper drinking water sources, and the percentage of households that have access to proper sanitation. The results obtained 6 clusters with their respective characteristics. Cluster 1 consists of 27 districts/cities, cluster 2 consists of 59 districts/cities, cluster 3 consists of 23 districts/cities, cluster 4 consists of 264 districts/cities, cluster 5 consists of 103 districts/cities and cluster 6 consists of 38 districts/cities.