Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Harga Adil Menurut Ibnu Taimiyah Relevansi dalam Ekonomi Modern Maryam Fany; Sindi Setiawati; Shinta Puja Rinjani; Lina Marlina
Maslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2025): Maslahah : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/maslahah.v3i2.2294

Abstract

This study examines the concept of fair pricing according to Ibn Taymiyyah and its relevance in modern economics. In Ibn Taymiyyah’s perspective, fair pricing is not solely determined by market mechanisms but also by moral values and social balance. The aim of this study is to analyze Ibn Taymiyyah’s thoughts on fair pricing and its implications for today’s economic system. The research method used is a qualitative approach with literature analysis of Ibn Taymiyyah’s works and contemporary Islamic economic studies. The findings show that Ibn Taymiyyah’s concept of fair pricing reflects a balance supply and demand, based on principles of justice, transparency, and public welfare. This concept has the potential to serve as a solution to price disparities in the current global economy.
Peran Sertifikasi Halal dalam Menjamin Kepercayaan Konsumen Global Gita Puji Lestari; Salsabila; Shinta Puja Rinjani; Lina Marlina
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5923

Abstract

Penelitian ini membahas peran sertifikasi halal dalam menjamin kepercayaan konsumen global di tengah meningkatnya tren industri halal. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya keseragaman standar sertifikasi halal antarnegara yang menimbulkan keraguan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme sertifikasi halal serta pengaruhnya terhadap kepercayaan konsumen. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi pustaka, melalui penelaahan literatur relevan dari buku, jurnal. Artikel, dan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya memberikan jaminan kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga berfungsi sebagai sinyal kualitas, keamanan produk, serta integritas produsen. Keberadaan sertifikasi halal terbukti meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar internasional. Kesimpulannya, sertifikasi halal merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global, meskipun masih mengahadapi tantangan harmonisasi standar global internasional. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menyamakan standar halal untuk mendukung perdagangan global yang lebih inklusif.
Perkembangan dan Ragam Produk Asuransi Syariah di Indonesia Via Nurpadilah; Adrian Santris Chaniago; Shinta Puja Rinjani; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i2.5966

Abstract

Artikel ini membahas perkembangan dan ragam produk asuransi syariah di Indonesia serta menganalisis tantangan dan peluang pengembangannya dalam sistem keuangan nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil kajian menunjukkan bahwa industri asuransi syariah mengalami pertumbuhan positif, tercermin dari peningkatan aset dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis nilai-nilai Islam. Produk asuransi syariah kini mencakup perlindungan jiwa, kesehatan, pendidikan, hingga pembiayaan, dengan prinsip operasional berbasis akad tabarru’, wakalah bil ujrah, dan mudharabah. Meskipun berkembang pesat, industri ini masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah, keterbatasan inovasi produk, serta kurangnya sumber daya manusia yang kompeten di bidang syariah dan aktuaria. Namun, peluang besar terbuka melalui digitalisasi layanan, dukungan regulasi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keuangan sesuai prinsip syariah. Dengan optimalisasi inovasi dan kolaborasi lintas lembaga, industri asuransi syariah berpotensi menjadi pilar penting dalam memperkuat sistem keuangan nasional yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
Manajemen Permodalan Bank Syariah Nadia Yuliani; Shinta Puja Rinjani; Atya Zahra Rizqina; Rida Nugraha; Joni; Raihani Fauziah
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 4 (2026): Maret
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i4.7194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen permodalan dalam perbankan syariah serta perannya dalam menjaga stabilitas dan kesehatan lembaga keuangan. Modal merupakan komponen penting dalam sistem perbankan karena berfungsi sebagai penyangga terhadap berbagai risiko yang timbul dari aktivitas pembiayaan, risiko pasar, maupun risiko operasional. Oleh karena itu, bank syariah dituntut untuk mampu mengelola permodalannya secara efektif agar dapat mempertahankan stabilitas keuangan serta menjamin keberlanjutan kegiatan operasionalnya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, serta regulasi yang berkaitan dengan perbankan syariah. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif untuk menjelaskan konsep serta mekanisme manajemen permodalan dalam perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen permodalan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kegiatan operasional bank syariah. Tingkat kecukupan modal umumnya diukur menggunakan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencerminkan kemampuan bank dalam menyerap potensi kerugian yang berasal dari aktiva tertimbang menurut risiko. Selain itu, indikator seperti Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan Kualitas Aset Produktif (KAP) juga menjadi faktor penting dalam menilai kinerja dan stabilitas keuangan bank syariah. Pengelolaan permodalan yang efektif dapat memperkuat ketahanan bank syariah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah.