Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIVITAS DETACHED BREAKWATER DAN GROIN TERHADAP PERUBAHAN MORFOLOGI PANTAI PASIR PANJANG SINGKAWANG Nikodemus Nikodemus; Khusnul Setia Wardani; Handika Setya Wijaya; Dian Noorvy Khaerudin
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2023.v22i1.7926

Abstract

Pantai Pasir Panjang merupakan destinasi wisata di Provinsi Kalimantan Barat yang sedang berkembang dicirikan oleh proses erosi dan sedimentasi pantai. Untuk melindungi pantai dari permasalahan tersebut telah dibangun struktur pelindung pantai. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendapatkan karakteristik gelombang signifikan, pasang surut, dan arus; mendapatkan laju erosi dan sedimentasi; dan mengetahui efektivitas bangunan pantai eksisting terhadap erosi dan sedimentasi. Penelitian ini diawali dengan survei identifikasi kondisi bangunan pantai selanjutnya dilakukan model numerik Delft3D dengan coupling modul flow-morphology dan wave dengan mempertimbangkan dua musim, yaitu muson barat dan muson timur; kondisi tidak ada struktur dan adanya struktur; dan waktu simulasi dari tanggal 17 September hingga 1 Oktober 2022. Berdasarkan hasil simulasi numerik dalam waktu yang relatif singkat, perbedaan perubahan topografi setelah mengerahkan gelombang muson barat deposisi sedimen terjadi di belakang detached breakwater karena transpor sedimen menuju laut terhambat oleh bangunan detached breakwater, sementara itu penumpukan sedimen di sekitaran Groin tidak terlalu signifikan. Sedimen bergerak sepanjang pantai ke arah Barat Daya pada masing-masing struktur tergantung pada perubahan musim arah gelombang lepas pantai. Struktur detached breakwater dan groin terlihat efektif pada saat mengerahkan gelombang muson timur dengan cenderung terjadi keseimbangan pada pantai. Sedangkan setelah mengerahkan gelombang muson barat struktur groin terlihat kurang efektif cenderung terjadi erosi pada pantai dan sedimentasi terjadi di belakang struktur detached breakwater.
Analisis Kinerja Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Plunturan Kabupaten Ponorogo Mus Mulyadi Retang; Dian Noorvy Khaerudin; Suhudi; Pamela Dinar Rahma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.119

Abstract

Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo terdapat Daerah Irigasi Plunturan yang luas operasionalnya 18 hektar. Kebutuhan air untuk pertanian memerlukan infrastruktur irigasi yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas dan efisiensi aset jaringan irigasi Daerah Irigasi Plunturan. Sesuai dengan Kinerja Pengelolaan Aset Elektronik dan Sistem Pengairan (e-PAKSI) dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/PRT/2015, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan mekanisme survei berbasis e-PAKSI, data indeks kinerja sistem irigasi (IKSI) dan survei pengelolaan aset irigasi (PAI) dikumpulkan mulai dari tahapan jaringan irigasi sekunder hingga tersier. Sebelas ruas saluran dan empat belas sarana irigasi yang masing-masing mempunyai cirri khas membentuk jaringan irigasi Daerah Irigasi Plunturan, menurut data PAI. Nilai kondisi aset saluran sebesar 72,12% dan nilai kondisi aset bangunan irigasi jika dianggap bersama-sama termasuk dalam kelompok kondisi Sedang. Nilai kondisi aset saluran diketahui sebesar 56,24%. Kinerja jaringan irigasi Daerah Irigasi Plunturan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan skor kinerja sebesar 63,79%, sistem irigasi primer tergolong memerlukan pemeliharaan cepat, sedangkan sistem irigasi tersier masuk dalam kategori sama dengan nilai kinerja sebesar 53,42%. Temuan kajian data IKSI menguatkan kesimpulan tersebut. Jika pelayanan pengoperasian dan pemeliharaan irigasi buruk, jaringan irigasi tidak terpelihara dengan baik. Tanggung jawab pemeliharaan meliputi melakukan pemeliharaan rutin dan sporadic serta perbaikan dan pemeliharaan kecil dan besar.
Analisis Kesesuaian Debit Banjir Rencana Dengan Membandingkan Metode SCS dan Gama 1 dengan Cara Creager sebagai Pengendalian Banjir Di Kali Konto Kediri Hilir Rupiyana, Seto; Khaerudin, Dian Noorvy; Sholikhati, Ima
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 6 (2023): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accurate Flood Discharge Plan analysis can help in the process of waterworks planning. Hydrograph is one way to estimate or predict the magnitude of the planned flood discharge in a watershed. Synthetic unit hydrographs can be calculated if daily rainfall data is available. The main purpose of this research is to analyze the planned flood discharge followed by comparing the SCS and gama 1 methods by means of creager in the Kali Konto Kediri Hilir Watershed, Jombang Regency, East Java. The Synthetic Unit Method used in this research is HSS SCS and HSS Gama 1. In the Hydrograph calculation, the rainfall used is 25 years, starting from 1994 - 2018. This study produces a discharge plan for the HSS SCS-CN method with a 2-year return period of 540.4 m^3, a 5-year return period of 681.5 m^3, a 10-year return period of 775.2 m^3, a 25-year return period of 894.3 m^3, a 5-year return period of 983.8 m^3, a 100-year return period of 1074.0 m^3. for the results of the HSS Gama 1 method discharge plan with a 2-year return period of 500.3 m^3, 5-year return period of 631.0 m^3, 10-year return period of 719.6 m^3, 25-year return period of 833.2 m^3, 50-year return period of 918.6 m^3, 100-year return period of 1005.0 m^3. After the results of the discharge plan are obtained, then these two methods will be tested using the Creager Method. In the Creager test, it was confirmed that the HSS method that is suitable for application in the Kali Konto Kediri Hilir watershed is HSS SCS-CN. ABSTRAK Analisis debit banjir rencana yang akurat bisa membantu dalam proses perencaan bangunan air. Tepri hidrograf adalah salah satu cara memeperkirakan atau memprdiksi besarnya debit banjir rencana pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Hidrograf satuan sintetis dapat dihitung jika tesedia data curah huajn harian. Tujuan utama diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisa debit banjir rencana yang dilanjutkan membandingkan metode SCS dan gama 1 dengan cara creager di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Konto Kediri Hilir, Kabupatn Jombang, Jawa Timur. Metode Satuan Sintetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah HSS SCS dan HSS Gama 1. Dalam perhitungan Hidrograf, curah hujan yang digunakn sebanyak 25 tahun, mulai dari tahun 1994-2018. Penelitian ini menghasilkan debit rencana untuk metode HSS SCS-CN dengan kala ulang 2 tahun sebesar 540,4 , kala ulang 5 tahun sebesar 681,5, kala ulang 10 tahun sebesar 775,2 , kala ulang 25 tahun sebesar 894,3 , kala ulang 5o tahun sebesar 983,8 kala ulang 100 tahun sebesar 1074,0 . untuk hasil debit rencana metode HSS Gama 1 dengan kala ulang 2 tahun sebesar 500,3 , kala ulang 5 tahun sebesar 631,0, kala ulang 10 tahun sebesar 719,6 , kala ulang 25 tahun sebesar 833,2 , kala ulang 50 tahun sebesar 918,6 , kala ulang 100 tahun sebesar 1005,0 . Setelah didaparakan hasil debit rencana, selanjutnya kedua metode ini akan di uji menggunakan Cara Creager. Dalam pengujian Creager dibutikan bahwa metode HSS yang sesuai untuk di terapkan di DAS Kali Konto Kediri Hilir adalah HSS SCS-CN.
Analisis Kinerja Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Plunturan Kabupaten Ponorogo Mulyadi Retang, Mus; Noorvy Khaerudin, Dian; Suhudi; Dinar Rahma, Pamela
Prosiding SENTIKUIN (Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan dan Infrastruktur) Vol 6 (2023): PROSIDING SENTIKUIN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plunturan Village, Pulung District, Ponorogo Regency, there is the Plunturan Irrigation Area, which has an operational area of 18 hectares. Water needs for agriculture require strong irrigation infrastructure. The aim of this research is to assess the effectiveness and efficiency of the irrigation network assets in the Plunturan Irrigation Area. In accordance with the Performance of Electronic Asset Management and Water Systems (e-PAKSI) and PUPR Ministerial Regulation Number 12/PRT/2015, this research uses quantitative descriptive techniques. We used e-PAKSI to survey people in the secondary to tertiary stages of the irrigation network to get information on the irrigation system performance index (IKSI) and the management of irrigation assets (PAI). Eleven canal sections and fourteen irrigation facilities, each of which has unique characteristics, form the irrigation network of the Plunturan Irrigation Area, according to PAI data. The condition value of canal assets is 72.12%, and the condition value of irrigation building assets, if considered together, is included in the medium condition group. The channel asset condition value is known to be 56.24%. Performance of the irrigation network of the Plunturan Irrigation Area, both quantitatively and qualitatively. With a performance score of 63.79%, the primary irrigation system is classified as requiring quick maintenance, while the tertiary irrigation system is in the same category with a performance score of 53.42%. The findings of the IKSI data study strengthen this conclusion. If irrigation operation and maintenance services are poor, the irrigation network will not be well maintained. Maintenance responsibilities include performing routine and sporadic maintenance as well as minor and major repairs and upkeep.