Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Biofaal Journal

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Vibrio sp. DENGAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) Sianturi, Anggreni; Hitijahubessy, Hendro; Rumangun, Anastasia Putri Marshanda; Samid, Aprianti
Biofaal Journal Vol 4 No 2 (2023): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v4i2pp072-080

Abstract

Study of the antibacterial ability of soursop leaf extract (Annona muricata L.) in inhibiting the growth of Vibrio sp. The maceration method with 70% ethanol solvent was used in this research to determine the yield, then the extract was diluted in stages from a concentration of 100% to 3.125%. The antibacterial test was done using the disc diffusion method in TCBS media and a phytochemical test was carried out on soursop leaves to analyze the secondary metabolite content. The extract yield obtained in this study was 3.77%. The test results showed that the largest zone of inhibition was found at 100% extract concentration of 11.45mm. The smallest inhibition zone was found in the 6.25% extract with an inhibition zone of 1.44mm, the diameter of the positive control (tetracycline) inhibition zone was 22.75mm, the diameter of 10% DMSO as a negative control was 0 mm. Phytochemical tests of soursop leaves show that they contain alkaloids, flavonoids, steroids, saponins and tannins.
ANALISIS KEMAMPUAN ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP Vibrio sp. Hitijahubessy, Hendro; Dumatubun, Alicia Royani; Hanoatubun, Marthinus Imanuel Halaay; Sianturi, Anggreni; Tumiwa, Bruri Berel
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp053-064

Abstract

Pengobatan vibriosis dalam industri akuakultur memilih memberi makan ikan yang terinfeksi dengan obat antibiotik. Pemberian antibiotik sintesis bisa menyebabkan timbulnya resistensi antibiotik, dibutuhkan antibiotik baru dari bahan alam untuk mengurangi dampak bahaya bagi ikan, rumput laut, udang dan lingkungan sekitarnya. Salah satu tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai antibakteri adalah tanaman belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rendemen, mengukur kemampuan antibakteri Vibrio sp. dengan metode difusi cakram dan mengkaji kandungan metabolit sekunder dalam daun belimbing wuluh yang dilakukan maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Tujuh perlakuan konsentrasi ekstrak yaitu ekstrak 100%, 75%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%. Hasil rendemen ekstrak etanol daun belimbing wuluh belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebesar 5%. Data hasil penelitian menunjukan adanya aktifitas antibakteri yang sedang dari ekstrak daun belimbing wuluh konsentrasi 100%, dengan zona hambat sebesar 16,95 mm. Aktifitas antibakteri yang lemah berada pada ekstrak konsentrasi 75% dengan zona hambat sebesar 11,75 mm. Konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh di bawah konsentrasi 75% tidak menghambat bakteri. Kajian fitokimia yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mendukung sifat antibakteri Vibrio sp. Dari esktrak daun belimbing wuluh dan metabolit sekunder yang terkandung dalam daun belimbing wuluh adalah alkaloid, steroid, flavanoid, tanin dan saponin.