Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemeriksaan Anemia Pada Remaja di SMPN 283 Jakarta Rawati, Sri; Azijah, Izattul; Siswani, Sri; Patiroh, Yeti; Sugianto, Ahmad Yusuf; Prameswari, Restu; Syihab, Namira Anjani Rahmadina
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v3i1.6210

Abstract

Salah satu masalah yang sering muncul pada remaja putri adalah anemia. Anemia merupakan salah satu dampak dari masalah gizi pada remaja putri. Anemia defisiensi besi rentan terjadi pada remaja puteri karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan. Ditambah lagi, kehilangan darah pada masa menstruasi juga meningkatkan risiko anemia. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Mei 2025 di SMPN 283 Jakarta. Hasil pemeriksaan hasil dari 97 remaja putri yang melakukan pemeriksaan hemoglobin, 13 orang (13%) hasil pemeriksaan kadar hemoglobin ≥12 g/dL dan 84 orang (87%) hasil pemeriksaan kadar hemoglobin
Risiko Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Pengguna Komputer di Perguruan Tinggi “X” Tahun 2021 Patiroh, Yeti
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i2.6254

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan gangguan yang terjadi pada sistem rangka, mulai dari keluhan ringan hingga rasa nyeri yang intens. Ketika otot menerima beban statis dalam jangka waktu lama, hal ini dapat memicu gangguan pada sendi, ligamen, maupun tendon. Gangguan semacam ini kerap dialami oleh pekerja yang menggunakan komputer dalam waktu lama. Data menunjukkan bahwa jumlah pekerja yang mengalami gangguan muskuloskeletal cenderung meningkat, berdasarkan data tahun 2019 prevalensi gangguan muskuloskeletal sekitar 52,6% dan pada tahun 2020 berkisar 60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko keluhan muskuloskeletal pada pegawai pengguna komputer di lingkungan Perguruan Tinggi “X” pada tahun 2021. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2021. Sebanyak 56 responden dilibatkan sebagai sampel penelitian. Keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan instrumen Nordic Body Map (NBM), sedangkan postur tubuh dianalisis dengan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan muskuloskeletal, dengan lokasi terbanyak pada area punggung (53,6%), leher bagian atas (42,8%), pinggang (46,4%), bahu kanan (39,3%), dan bokong (37,5%). Secara keseluruhan, 78,6% partisipan dilaporkan mengalami keluhan muskuloskeletal. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,672, CI=0,157 – 2,289), indeks massa tubuh/IMT (p=0,263, CI=0,146 – 2,366), masa kerja (p=0,574, CI=0,479 – 6,961), dan durasi istirahat (p=0,400 CI=0,095 – 1,680) dengan keluhan muskuloskeletal. Namun demikian, terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,018) dan durasi kerja (p=0,05) dengan keluhan tersebut. Sebagai upaya pencegahan, disarankan agar pekerja melakukan latihan peregangan (workplace stretching exercise) di tempat kerja, terutama saat otot mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan, guna mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal. Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Pengguna Komputer, Durasi Kerja
Pemberdayaan Keluarga dalam Penyusunan Menu MPASI Kaya Protein sebagai Strategi Pencegahan Stunting Patiroh, Yeti; Aprilia, Yuna Trisuci; Sari, Fitria; Ambarwati, Kusmayra; Mawarni, Endang Siti; Jannah, Miftahul
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v3i3.7601

Abstract

Stunting remains a serious public health challenge in Indonesia, particularly among children under two years of age. Poor quality complementary feeding (MP-ASI), especially inadequate intake of animal protein, is a major contributing factor to stunting. This community service program aimed to empower families to understand, develop, and implement protein-rich complementary feeding menus as a strategy for preventing stunting among toddlers. The methods included interactive nutrition education, demonstrations of complementary food preparation, hands-on practice in preparing daily menus at home, and evaluation based on participant feedback and short-term post-intervention monitoring. The program involved families with children aged 6–24 months and Posyandu health cadres. The evaluation results showed that this community service activity improved participants’ knowledge and skills in selecting nutritious local food ingredients and preparing complementary foods containing animal protein sources such as eggs, fish, and chicken. Participants were also able to develop more varied daily complementary feeding menus that met toddlers’ nutritional needs. Furthermore, follow-up monitoring conducted by cadres indicated an increased frequency of animal protein use in complementary feeding and the application of weekly menus as feeding guides. Participants reported that the educational materials were easy to understand and practical for daily implementation. This program demonstrates that family empowerment through education is an effective strategy to support stunting prevention at the community level. Sustainable and collaborative program implementation involving Posyandu cadres is strongly recommended to achieve broader and long-term behavioral change.